{"title":"在 Jember 的 Pesantren Ar-Ruqayah Mamba'ul Khoiriyatil Islamiyah 发展桑特里的多元智能","authors":"Sayyidah Syaehotin","doi":"10.53515/tdjpai.v4i1.92","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) pengembangan linguistic intelegence santri di Pesantren Ar-Ruqayah MHI Jember difokuskan pada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan juga bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa. 2) pengembangan intrapersonal intelegence santri sudah dilakukan dan diajarkan kepada semua santri, agar memiliki akhlak pribadi yang baik, menjadi insan kamil dan selamat dunia dan akhirat. Pengembangan intrapersonal intelegence santri selalu dilakukan mulai dia menjadi santri sampai dia menjadi alumni dan dilakukan setiap hari agar menumbukan kebiasaan dalam diri santri, sebab akhlak itu lahir dari kebiasaan; dan 3) pengembangan interpersonal intelegence santri sudah dilakukan dan dipelajari kepada santri serta diterapkan dalam kehidupan sehari hari agar menumbuhkan karakter yang baik juga, karena interpersonal intelegence santri itu merupakan kewajiban bagi santri untuk memiliki akhlak pribadi yang baik kepada orang lain. Pengembangan interpersonal intelegence santri selalu dilakukan dan diajarkan kepada santri baik itu melalui kajian-kajian kitab husus yang mempelajari tentang akhlak maupun materi-materi lain. Saat pengembangan itu, kyai, nyai, para ustadz atau ustadzah selalu menyelipkan nilai-nilai moral tersebut kepada santri. Bahkan dalam kegiatan sehari-haripun, mereka berusaha agar akhlaqul karimah benar-benar melekat dan menjadi karakter para santri.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"63 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Pengembangan Multiple Intelegence Santri Di Pesantren Ar-Ruqayah Mamba'ul Khoiriyatil Islamiyah Jember\",\"authors\":\"Sayyidah Syaehotin\",\"doi\":\"10.53515/tdjpai.v4i1.92\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) pengembangan linguistic intelegence santri di Pesantren Ar-Ruqayah MHI Jember difokuskan pada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan juga bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa. 2) pengembangan intrapersonal intelegence santri sudah dilakukan dan diajarkan kepada semua santri, agar memiliki akhlak pribadi yang baik, menjadi insan kamil dan selamat dunia dan akhirat. Pengembangan intrapersonal intelegence santri selalu dilakukan mulai dia menjadi santri sampai dia menjadi alumni dan dilakukan setiap hari agar menumbukan kebiasaan dalam diri santri, sebab akhlak itu lahir dari kebiasaan; dan 3) pengembangan interpersonal intelegence santri sudah dilakukan dan dipelajari kepada santri serta diterapkan dalam kehidupan sehari hari agar menumbuhkan karakter yang baik juga, karena interpersonal intelegence santri itu merupakan kewajiban bagi santri untuk memiliki akhlak pribadi yang baik kepada orang lain. Pengembangan interpersonal intelegence santri selalu dilakukan dan diajarkan kepada santri baik itu melalui kajian-kajian kitab husus yang mempelajari tentang akhlak maupun materi-materi lain. Saat pengembangan itu, kyai, nyai, para ustadz atau ustadzah selalu menyelipkan nilai-nilai moral tersebut kepada santri. Bahkan dalam kegiatan sehari-haripun, mereka berusaha agar akhlaqul karimah benar-benar melekat dan menjadi karakter para santri.\",\"PeriodicalId\":31455,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies\",\"volume\":\"63 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-10-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.53515/tdjpai.v4i1.92\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.53515/tdjpai.v4i1.92","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Pengembangan Multiple Intelegence Santri Di Pesantren Ar-Ruqayah Mamba'ul Khoiriyatil Islamiyah Jember
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) pengembangan linguistic intelegence santri di Pesantren Ar-Ruqayah MHI Jember difokuskan pada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan juga bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa. 2) pengembangan intrapersonal intelegence santri sudah dilakukan dan diajarkan kepada semua santri, agar memiliki akhlak pribadi yang baik, menjadi insan kamil dan selamat dunia dan akhirat. Pengembangan intrapersonal intelegence santri selalu dilakukan mulai dia menjadi santri sampai dia menjadi alumni dan dilakukan setiap hari agar menumbukan kebiasaan dalam diri santri, sebab akhlak itu lahir dari kebiasaan; dan 3) pengembangan interpersonal intelegence santri sudah dilakukan dan dipelajari kepada santri serta diterapkan dalam kehidupan sehari hari agar menumbuhkan karakter yang baik juga, karena interpersonal intelegence santri itu merupakan kewajiban bagi santri untuk memiliki akhlak pribadi yang baik kepada orang lain. Pengembangan interpersonal intelegence santri selalu dilakukan dan diajarkan kepada santri baik itu melalui kajian-kajian kitab husus yang mempelajari tentang akhlak maupun materi-materi lain. Saat pengembangan itu, kyai, nyai, para ustadz atau ustadzah selalu menyelipkan nilai-nilai moral tersebut kepada santri. Bahkan dalam kegiatan sehari-haripun, mereka berusaha agar akhlaqul karimah benar-benar melekat dan menjadi karakter para santri.