Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Kegiatan Literasi Tema Penemuan Melalui Metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) Siswa Kelas VI SD Inpres Matajang Kabupaten Barru
{"title":"Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Kegiatan Literasi Tema Penemuan Melalui Metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) Siswa Kelas VI SD Inpres Matajang Kabupaten Barru","authors":"Pahris Pahris","doi":"10.30605/cjpe.412021.620","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Menurut observasi awal pada pembelajaran tema tiga tokoh dan penemuan, ditemukan permasalahan kemampuan membaca pemahaman pada kegiatan literasi tema penemuan masih kurang, tidak mencapai standar keberhasilan minimal 70, dengan tuntas membaca hanya mencapai 67% tidak mencapai standar ketuntasan membaca minimal 81% klasikal, selain itu siswa masih kesulitan menemukan tema dan menemukan makna kata dengan efektif dan efesien. Solusi penyelesaian masalah adalah melaksanakan metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) pada kegiatan literasi tema penemuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada kegiatan literasi tema penemuan siswa kelas VI SD Inpres Matajang Kabupaten Barru. Prosedur penelitian tindakan kelas ini, menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart meliputi (1) rencana, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi, terdiri tiga siklus, setiap siklus tiga kali pertemuan pembelajaran, satu kali pertemuen diberikan tes akhir tiap siklus, sesuai skenario tindakan yang telah dirancang. Subjek penelitian ini siswa kelas VI SD Inpres Matajang berjumlah 16 orang, yaitu 4 orang perempuan dan 12 orang laki-laki. Data kuantitatif hasil belajar dikumpul dari hasil tes pertanyaan tertulis tentang kemampuan membaca pemahaman tiap akhir siklus. Data kualitatif dikumpul dari lembar observasi aktivitas belajar siswa dan kemampuan guru. Hasil penelitian: (1) Kemampuan membaca pemahaman sebagai literasi tema penemuan, meningkat secara positif skor rerata selisih 12,5% dan kategori baik siklus tiga dari kurang siklus dua, dengan tuntas belajar membaca pemahaman 87,5% siklus tiga. (2) Kemampuan guru meningkat selisih 20,0%, dan kategori baik siklus tiga dari cukup siklus dua. (3) Aktifitas belajar peserta didik meningkat selisih 13,54%, dan kategori baik siklus tiga dari cukup siklus dua.","PeriodicalId":371301,"journal":{"name":"Cokroaminoto Journal of Primary Education","volume":"131 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Cokroaminoto Journal of Primary Education","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30605/cjpe.412021.620","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Menurut observasi awal pada pembelajaran tema tiga tokoh dan penemuan, ditemukan permasalahan kemampuan membaca pemahaman pada kegiatan literasi tema penemuan masih kurang, tidak mencapai standar keberhasilan minimal 70, dengan tuntas membaca hanya mencapai 67% tidak mencapai standar ketuntasan membaca minimal 81% klasikal, selain itu siswa masih kesulitan menemukan tema dan menemukan makna kata dengan efektif dan efesien. Solusi penyelesaian masalah adalah melaksanakan metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) pada kegiatan literasi tema penemuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada kegiatan literasi tema penemuan siswa kelas VI SD Inpres Matajang Kabupaten Barru. Prosedur penelitian tindakan kelas ini, menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart meliputi (1) rencana, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi, terdiri tiga siklus, setiap siklus tiga kali pertemuan pembelajaran, satu kali pertemuen diberikan tes akhir tiap siklus, sesuai skenario tindakan yang telah dirancang. Subjek penelitian ini siswa kelas VI SD Inpres Matajang berjumlah 16 orang, yaitu 4 orang perempuan dan 12 orang laki-laki. Data kuantitatif hasil belajar dikumpul dari hasil tes pertanyaan tertulis tentang kemampuan membaca pemahaman tiap akhir siklus. Data kualitatif dikumpul dari lembar observasi aktivitas belajar siswa dan kemampuan guru. Hasil penelitian: (1) Kemampuan membaca pemahaman sebagai literasi tema penemuan, meningkat secara positif skor rerata selisih 12,5% dan kategori baik siklus tiga dari kurang siklus dua, dengan tuntas belajar membaca pemahaman 87,5% siklus tiga. (2) Kemampuan guru meningkat selisih 20,0%, dan kategori baik siklus tiga dari cukup siklus dua. (3) Aktifitas belajar peserta didik meningkat selisih 13,54%, dan kategori baik siklus tiga dari cukup siklus dua.