{"title":"DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI PROVINSI JAWA BARAT (ANALISIS RISKESDAS 2018)","authors":"Dian Nurfitriyani, Yuli Amran","doi":"10.58185/jkr.v13i1.33","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak diderita selama fase kehamilan. Diketahui bahwa kejadian hipertensi pada ibu hamil di Provinsi Jawa Barat masih tinggi (10.57%) dibandingkan dengan rata-rata kasus di Indonesia (6.18%). Seiring dengan hal tersebut Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kematian ibu tertinggi yang disebabkan oleh hipertensi yaitu sebanyak 214 jiwa. Hal ini menjadi dasar dilakukan penelitian ini. \nTujuan: Teridentifikasi determinan kejadian hipertensi pada ibu hamil di provinsi Jawa Barat. \nMetode: Penelitian ini menggunakan data riskesdas 2018 dengan desain studi Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah Ibu hamil usia 15-44 tahun yang berada di Jawa Barat. Sampel penelitian yang dianalisis berjumlah 644 orang. Tahapan analisis data yang dilakukan adalah analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan variabel-variabel yang diteliti, dan Regresi Logistik Berganda untuk menganalisis variabel determinan hipertensi. \nHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11,5% ibu hamil mengalami hipertensi. Diketahui bahwa status gizi merupakan faktor yang terbukti signifikan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Jawa Barat. Ibu hamil yang memiliki status gizi berisiko memiliki peluang sebesar 3.42 kali (CI 95%: 1.90-6.17) untuk mengalami hipertensi dibandingkan ibu hamil yang memiliki status gizi tidak berisiko. \nKesimpulan: : Dalam upaya deteksi dini hipertensi pada ibu hamil, disarankan agar ibu rutin memeriksakan kondisi tekanan darahnya sejak sebelum dan saat kehamilan. Selain itu, juga dianjurkan menjaga berat badan ideal baik sebelum, sesaat, maupun setelah hamil.","PeriodicalId":103177,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-02-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kesehatan Reproduksi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.58185/jkr.v13i1.33","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak diderita selama fase kehamilan. Diketahui bahwa kejadian hipertensi pada ibu hamil di Provinsi Jawa Barat masih tinggi (10.57%) dibandingkan dengan rata-rata kasus di Indonesia (6.18%). Seiring dengan hal tersebut Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kematian ibu tertinggi yang disebabkan oleh hipertensi yaitu sebanyak 214 jiwa. Hal ini menjadi dasar dilakukan penelitian ini.
Tujuan: Teridentifikasi determinan kejadian hipertensi pada ibu hamil di provinsi Jawa Barat.
Metode: Penelitian ini menggunakan data riskesdas 2018 dengan desain studi Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah Ibu hamil usia 15-44 tahun yang berada di Jawa Barat. Sampel penelitian yang dianalisis berjumlah 644 orang. Tahapan analisis data yang dilakukan adalah analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan variabel-variabel yang diteliti, dan Regresi Logistik Berganda untuk menganalisis variabel determinan hipertensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11,5% ibu hamil mengalami hipertensi. Diketahui bahwa status gizi merupakan faktor yang terbukti signifikan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Jawa Barat. Ibu hamil yang memiliki status gizi berisiko memiliki peluang sebesar 3.42 kali (CI 95%: 1.90-6.17) untuk mengalami hipertensi dibandingkan ibu hamil yang memiliki status gizi tidak berisiko.
Kesimpulan: : Dalam upaya deteksi dini hipertensi pada ibu hamil, disarankan agar ibu rutin memeriksakan kondisi tekanan darahnya sejak sebelum dan saat kehamilan. Selain itu, juga dianjurkan menjaga berat badan ideal baik sebelum, sesaat, maupun setelah hamil.