{"title":"EVALUASI PROGRAM INTERVENSI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA","authors":"W. Wulandari, Oke Dwiraswati","doi":"10.52434/jfb.v13i2.1771","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Salah satu upaya peningkatan pengawasan pangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan melalui Program Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Program ini diinisiasi oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta. Kondisi pandemi COVID-19 mengakibatkan redefinisi PJAS dan perubahan pola komunikasi, sehingga penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi melalui audit komunikasi untuk menganalisis keberlangsungan program selama masa pandemi COVID-19. Audit komunikasi mencakup sekolah-sekolah yang telah diintervensi pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi DIY. Audit komunikasi menggunakan mixed methods yaitu studi dokumen, wawancara terstruktur, dan survei dengan kuesioner. Analisis data hasil survei menggunakan perhitungan Skala Likert dengan hasil diterjemahkan berdasarkan dengan analisis interval. Penelitian ini meliputi audit komunikasi internal dan eksternal dengan menggunakan model Evaluasi Komunikasi Keorganisasian atau Organizational Communication Evaluation (OCE), yaitu pemeriksaan dan penilaian atas praktek dan kegiatan-kegiatan komunikasi pada suatu situasi tertentu. Kegiatan komunikasi Program Intervensi Keamanan PJAS terdiri dari Intervensi A, B dan C. Program Intervensi A meliputi advokasi lintas sektor, sosialisasi keamanan pangan, bimbingan teknis keamanan pangan untuk kader keamanan pangan sekolah, pemberian paket edukasi keamanan pangan PJAS, monitoring pemberdayaan keamanan pangan sekolah, sampling dan pengujian PJAS, sertifikasi sekolah dengan PJAS aman dan pengawalan kegiatan PJAS. Intervensi B meliputi sosialisasi PJAS aman dan Intervensi C meliputi pemberian bahan informasi terkait PJAS aman. Hasil penelitian menyatakan bahwa evaluasi berdasarkan aspek komunikasi yaitu pengirim pesan, penerima pesan, pesan, hambatan, dan umpan balik Program Intervensi Keamanan PJAS di Provinsi DIY pada masa pandemi COVID-19 tetap berjalan baik pada tahap input dan output dengan beberapa penyesuaian serta dapat ditingkatkan kembali untuk memperoleh outcome yang optimal. Program dapat terus dilanjutkan, dengan mengoptimalkan pemerataan sasaran setiap kabutapten/kota dan meningkatkan prestasi dalam lomba PJAS tingkat nasional.","PeriodicalId":197039,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Farmako Bahari","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Farmako Bahari","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.52434/jfb.v13i2.1771","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Salah satu upaya peningkatan pengawasan pangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan melalui Program Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Program ini diinisiasi oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta. Kondisi pandemi COVID-19 mengakibatkan redefinisi PJAS dan perubahan pola komunikasi, sehingga penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi melalui audit komunikasi untuk menganalisis keberlangsungan program selama masa pandemi COVID-19. Audit komunikasi mencakup sekolah-sekolah yang telah diintervensi pada tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi DIY. Audit komunikasi menggunakan mixed methods yaitu studi dokumen, wawancara terstruktur, dan survei dengan kuesioner. Analisis data hasil survei menggunakan perhitungan Skala Likert dengan hasil diterjemahkan berdasarkan dengan analisis interval. Penelitian ini meliputi audit komunikasi internal dan eksternal dengan menggunakan model Evaluasi Komunikasi Keorganisasian atau Organizational Communication Evaluation (OCE), yaitu pemeriksaan dan penilaian atas praktek dan kegiatan-kegiatan komunikasi pada suatu situasi tertentu. Kegiatan komunikasi Program Intervensi Keamanan PJAS terdiri dari Intervensi A, B dan C. Program Intervensi A meliputi advokasi lintas sektor, sosialisasi keamanan pangan, bimbingan teknis keamanan pangan untuk kader keamanan pangan sekolah, pemberian paket edukasi keamanan pangan PJAS, monitoring pemberdayaan keamanan pangan sekolah, sampling dan pengujian PJAS, sertifikasi sekolah dengan PJAS aman dan pengawalan kegiatan PJAS. Intervensi B meliputi sosialisasi PJAS aman dan Intervensi C meliputi pemberian bahan informasi terkait PJAS aman. Hasil penelitian menyatakan bahwa evaluasi berdasarkan aspek komunikasi yaitu pengirim pesan, penerima pesan, pesan, hambatan, dan umpan balik Program Intervensi Keamanan PJAS di Provinsi DIY pada masa pandemi COVID-19 tetap berjalan baik pada tahap input dan output dengan beberapa penyesuaian serta dapat ditingkatkan kembali untuk memperoleh outcome yang optimal. Program dapat terus dilanjutkan, dengan mengoptimalkan pemerataan sasaran setiap kabutapten/kota dan meningkatkan prestasi dalam lomba PJAS tingkat nasional.