{"title":"Sastra Lekra dalam Estetika dan Ekspresi Penciptaan: Menilai Utuy Tatang Sontani","authors":"Dadan Suwarna, Dedi Yusar","doi":"10.33751/wahana.v25i1.1216","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRAK Membaca karya sastra Lekra tidaklah berbeda dengan membaca karya sastra umumnya. Hanya yang “mengikat” mereka adalah anutannya pada suatu lembaga dan pilihan ekspresi meskipun di lapangan pilihan ekspresi adalah sesuatu yang biasa karena batas-batas politis dan nonpolitis adalah yang sulit dilacak konsistensinya. Hal ini tergambar dari bagaimana sastrawan Lekra mengungkapkan dirinya, mereka bisa dengan narasi dan pesan yang serius, santai, humor, dan tetap ekspresif. Kecenderungan untuk apolitis dalam karya dapat dimaklumi bahwa pilihan mengungkapkan diri akan ditentukan oleh suasana hati dan pilihan topik yang tengah mereka sampaikan. Membaca karya sastrawan Lekra kemudian adalah melihat mereka dari sisi kemanusiaan yang erat kaitannya dengan sudut pandang, gaya berbahasa, dan cara bagaimana mereka mengungkapkan diri. Tidak semuanya serba bombastis, bahkan mereka tetap leluasa dan nyaman mengungkapkan suasana hati penciptaan kala itu.","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"36 3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33751/wahana.v25i1.1216","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
ABSTRAK Membaca karya sastra Lekra tidaklah berbeda dengan membaca karya sastra umumnya. Hanya yang “mengikat” mereka adalah anutannya pada suatu lembaga dan pilihan ekspresi meskipun di lapangan pilihan ekspresi adalah sesuatu yang biasa karena batas-batas politis dan nonpolitis adalah yang sulit dilacak konsistensinya. Hal ini tergambar dari bagaimana sastrawan Lekra mengungkapkan dirinya, mereka bisa dengan narasi dan pesan yang serius, santai, humor, dan tetap ekspresif. Kecenderungan untuk apolitis dalam karya dapat dimaklumi bahwa pilihan mengungkapkan diri akan ditentukan oleh suasana hati dan pilihan topik yang tengah mereka sampaikan. Membaca karya sastrawan Lekra kemudian adalah melihat mereka dari sisi kemanusiaan yang erat kaitannya dengan sudut pandang, gaya berbahasa, dan cara bagaimana mereka mengungkapkan diri. Tidak semuanya serba bombastis, bahkan mereka tetap leluasa dan nyaman mengungkapkan suasana hati penciptaan kala itu.