Optimasi Formula Sabun Padat Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica Charantia L.) dengan Variasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan Cocoamidopropyl Betaine
Devi Mardiyanti, Ana Indrayanti, Endang Diyah Ikasari
{"title":"Optimasi Formula Sabun Padat Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica Charantia L.) dengan Variasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan Cocoamidopropyl Betaine","authors":"Devi Mardiyanti, Ana Indrayanti, Endang Diyah Ikasari","doi":"10.31596/CJP.V3I2.45","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah buah pare. VCO mempunyai sifat mudah diabsorpsi kulit sehingga kulit menjadi lembab. Betaine digunakan dalam pembuatan sabun untuk menghasilkan busa yang melimpah. Optimasi VCO dan betaine bertujuan untuk memperoleh sabun yang lembab, menghasilkan busa banyak, dan tidak mengiritasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula sabun padat ekstrak buah pare dengan variasi VCO dan betaine sehingga menghasikan sabun yang baik, tidak mengiritasi kulit, dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Optimasi menggunakan desain faktorial software Design Expert versi 10 dilakukan terhadap parameter sifat fisik yang meliputi kekerasan sabun, ketinggian busa, dan pH sabun. Uji aktivitas antibakteri metode difusi terhadap bakteri S. aureus digunakan konsentrasi 0,5% ekstrak buah pare. Formula optimum diuji iritasi dengan metode skor draize menggunakan 5 ekor kelinci jantan dengan waktu pengamatan selama 24, 48, dan 72 jam. Hasil optimasi dihasilkan VCO (7,5 gram) dan betaine (6,9 gram) dengan kriteria kekerasan (2,66 kg), ketinggian busa (8,01 cm), dan pH (9,13). Analisis T-test formula optimum hasil observasi dan prediksi tidak berbeda signifikan dengan nilai p-value 0,05. Formula optimum memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 11,56 ±2,01 mm, dan memiliki indeks iritasi sebesar 0,0-0,4.","PeriodicalId":135893,"journal":{"name":"Cendekia Journal of Pharmacy","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-12-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Cendekia Journal of Pharmacy","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31596/CJP.V3I2.45","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah buah pare. VCO mempunyai sifat mudah diabsorpsi kulit sehingga kulit menjadi lembab. Betaine digunakan dalam pembuatan sabun untuk menghasilkan busa yang melimpah. Optimasi VCO dan betaine bertujuan untuk memperoleh sabun yang lembab, menghasilkan busa banyak, dan tidak mengiritasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula sabun padat ekstrak buah pare dengan variasi VCO dan betaine sehingga menghasikan sabun yang baik, tidak mengiritasi kulit, dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Optimasi menggunakan desain faktorial software Design Expert versi 10 dilakukan terhadap parameter sifat fisik yang meliputi kekerasan sabun, ketinggian busa, dan pH sabun. Uji aktivitas antibakteri metode difusi terhadap bakteri S. aureus digunakan konsentrasi 0,5% ekstrak buah pare. Formula optimum diuji iritasi dengan metode skor draize menggunakan 5 ekor kelinci jantan dengan waktu pengamatan selama 24, 48, dan 72 jam. Hasil optimasi dihasilkan VCO (7,5 gram) dan betaine (6,9 gram) dengan kriteria kekerasan (2,66 kg), ketinggian busa (8,01 cm), dan pH (9,13). Analisis T-test formula optimum hasil observasi dan prediksi tidak berbeda signifikan dengan nilai p-value 0,05. Formula optimum memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 11,56 ±2,01 mm, dan memiliki indeks iritasi sebesar 0,0-0,4.