{"title":"Tindak Tutur Direktif dan Maknanya pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik","authors":"Dwi Wahyu Ningsih, E. Z. Arifin, Masrin Masrin","doi":"10.30998/diskursus.v4i2.9474","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tindak Tutur Direktif dan Maknanya Pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pustaka yang berarti peneliti mencari bahan data atau sumber data yang berhubungan dengan kegiatan peneliti ini melalui buku-buku yang relevan sebagai landasan teori. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan objektif deskriptif dan kualitatif yang mendeskripsikan gambaran unsur dalam Tindak Tutur Direktif dan Maknanya Pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik. Penelitian ini memiliki langkah kerja untuk mendeskripsikan secara terperinci bentuk-bentuk tidak tutur direktif pada bahasa betawi pada komunikasi masyarakat di kampung Selang Cau. penggunaan tindak tutur direktif lebih dominan terdapat aspek direktif pertanyaan sebanyak 52 temuan dengan 44,07%, kedua aspek direktif menasehatkan sebanyak 19 temuan dengan 16,10%, ketiga aspek direktif larangan sebanyak 17 temuan dengan 14,41%, keempat aspek direktif meminta sebanyak 14 temuan dengan 11,86%, kelima aspek perintah sebanyak 11 temuan dengan 9,32%, dan terkahir aspek direktif memberikan wewenang sebanyak 5 temuan dengan 16,10%. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa aspek tindak pertanyaan pada komunikasi masyarakat betawi di kampung Selang Cau lebih dominan dibanding dengan unsur lainnya.Kata kunci: Tindak Tutur Direktif, Makna, Hermeneutik","PeriodicalId":317864,"journal":{"name":"Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30998/diskursus.v4i2.9474","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tindak Tutur Direktif dan Maknanya Pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pustaka yang berarti peneliti mencari bahan data atau sumber data yang berhubungan dengan kegiatan peneliti ini melalui buku-buku yang relevan sebagai landasan teori. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini dengan menggunakan pendekatan objektif deskriptif dan kualitatif yang mendeskripsikan gambaran unsur dalam Tindak Tutur Direktif dan Maknanya Pada Komunikasi Masyarakat Betawi di Kampung Selang Cau Kecamatan Cibitung dalam Kajian Hermeneutik. Penelitian ini memiliki langkah kerja untuk mendeskripsikan secara terperinci bentuk-bentuk tidak tutur direktif pada bahasa betawi pada komunikasi masyarakat di kampung Selang Cau. penggunaan tindak tutur direktif lebih dominan terdapat aspek direktif pertanyaan sebanyak 52 temuan dengan 44,07%, kedua aspek direktif menasehatkan sebanyak 19 temuan dengan 16,10%, ketiga aspek direktif larangan sebanyak 17 temuan dengan 14,41%, keempat aspek direktif meminta sebanyak 14 temuan dengan 11,86%, kelima aspek perintah sebanyak 11 temuan dengan 9,32%, dan terkahir aspek direktif memberikan wewenang sebanyak 5 temuan dengan 16,10%. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa aspek tindak pertanyaan pada komunikasi masyarakat betawi di kampung Selang Cau lebih dominan dibanding dengan unsur lainnya.Kata kunci: Tindak Tutur Direktif, Makna, Hermeneutik