{"title":"ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI DESA CIPANG KIRI HULU KECAMATAN ROKAN IV KOTO KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU","authors":"Sri Wahyuni, Mar’atul Afidah, Rahmat Ramadansur","doi":"10.31849/bl.v8i2.7986","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 20Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.21. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.","PeriodicalId":265386,"journal":{"name":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","volume":"107 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31849/bl.v8i2.7986","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 20Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.21. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.