{"title":"REPRESENTASI POLIGAMI DALAM FILM BERBAGI SUAMI KAJIAN TERHADAP TIGA TOKOH SENTRAL PEREMPUAN","authors":"Ni Made Widisanti Swetasurya","doi":"10.33751/WAHANA.V27I1.4130","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"AbstractPolygamy is considered a very sensitive issue but always interesting to be discussed and even to be debated because the results frequently lead to pro and contra attitudes. Based on this, the representation of polygamy in the film Berbagi Suami (Love for Share) (2006) was raised as a topic in this article with a focus on the problem of how polygamy is represented and what kind of polygamy discourse is built in this film based on the review on three female central characters. The aim is to demonstrate the form and discourse of polygamy through Hall's theory of representation and Foucault's discourse concept using descriptive analysis methods and Gillian Rose's visual methodology. The results of the analysis show that in the film Berbagi Suami (Love for Share) (2006), polygamy is represented as a marriage system that can be practiced by anyone from any group, but still with all kinds of consequences that go with it because polygamous marriage is not an easy marriage to live with, especially for women who are still represented as victims, both physiologically, psychologically and sociologically, which is shown by the impacts obtained from polygamous marriages such as economic hardship, not getting justice, tiring physiological conditions for women in particular and their families in general due to the large number of children that they must bear and financially support if they do not have an established economic condition, including social labeling. Therefore, it can be said that the discourse on polygamy in this film is that polygamy is still seen as a concept of marriage which is complex and tends to harm women.Key words : Polygamy, central characters, women, representationAbstrakPoligami merupakan salah satu isu yang sangat sensitif namun selalu menarik untuk diperbincangkan bahkan diperdebatkan karena hasilnya yang sering kali berujung pada sikap pro dan kontra. Dilandasi oleh hal ini pula representasi poligami dalam film Berbagi Suami (2006) akhirnya diangkat menjadi topik dalam penulisan artikel ini dengan fokus permasalahan pada bagaimana poligami dalam film ini direpresentasikan dan wacana poligami seperti apa yang ingin dibangun berdasarkan kajian terhadap tiga tokoh sentral perempuan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bentuk dan wacana poligami tersebut melalui teori representasi Hall dan konsep wacana Foucault dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan metodologi visual Gillian Rose. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam film Berbagi Suami (2006), poligami direpresentasikan sebagai suatu sistem perkawinan yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja dan dari golongan mana saja, namun tetap dengan segala macam bentuk konsekuensinya karena perkawinan poligami bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, khususnya bagi perempuan yang tetap direpresentasikan sebagai korban, baik secara fisiologis, psikologis dan sosiologis, yang ditunjukkan dengan dampak-dampak yang diperoleh dari perkawinan poligami tersebut seperti kesulitan ekonomi, tidak memperoleh keadilan, kondisi fisiologis yang melelahkan bagi perempuan khususnya dan keluarga pada umumnya akibat banyaknya jumlah anak yang harus dinafkahi apabila tidak memiliki kondisi ekonomi yang mapan, termasuk labelisasi sosial.. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa wacana poligami yang ingin dibangun oleh film ini adalah poligami tetap dilihat sebagai suatu konsep perkawinan yang bersifat kompleks dan cenderung merugikan kaum perempuan.Kata kunci : Poligami, tokoh sentral, perempuan, representasi ","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33751/WAHANA.V27I1.4130","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
AbstractPolygamy is considered a very sensitive issue but always interesting to be discussed and even to be debated because the results frequently lead to pro and contra attitudes. Based on this, the representation of polygamy in the film Berbagi Suami (Love for Share) (2006) was raised as a topic in this article with a focus on the problem of how polygamy is represented and what kind of polygamy discourse is built in this film based on the review on three female central characters. The aim is to demonstrate the form and discourse of polygamy through Hall's theory of representation and Foucault's discourse concept using descriptive analysis methods and Gillian Rose's visual methodology. The results of the analysis show that in the film Berbagi Suami (Love for Share) (2006), polygamy is represented as a marriage system that can be practiced by anyone from any group, but still with all kinds of consequences that go with it because polygamous marriage is not an easy marriage to live with, especially for women who are still represented as victims, both physiologically, psychologically and sociologically, which is shown by the impacts obtained from polygamous marriages such as economic hardship, not getting justice, tiring physiological conditions for women in particular and their families in general due to the large number of children that they must bear and financially support if they do not have an established economic condition, including social labeling. Therefore, it can be said that the discourse on polygamy in this film is that polygamy is still seen as a concept of marriage which is complex and tends to harm women.Key words : Polygamy, central characters, women, representationAbstrakPoligami merupakan salah satu isu yang sangat sensitif namun selalu menarik untuk diperbincangkan bahkan diperdebatkan karena hasilnya yang sering kali berujung pada sikap pro dan kontra. Dilandasi oleh hal ini pula representasi poligami dalam film Berbagi Suami (2006) akhirnya diangkat menjadi topik dalam penulisan artikel ini dengan fokus permasalahan pada bagaimana poligami dalam film ini direpresentasikan dan wacana poligami seperti apa yang ingin dibangun berdasarkan kajian terhadap tiga tokoh sentral perempuan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bentuk dan wacana poligami tersebut melalui teori representasi Hall dan konsep wacana Foucault dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan metodologi visual Gillian Rose. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam film Berbagi Suami (2006), poligami direpresentasikan sebagai suatu sistem perkawinan yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja dan dari golongan mana saja, namun tetap dengan segala macam bentuk konsekuensinya karena perkawinan poligami bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, khususnya bagi perempuan yang tetap direpresentasikan sebagai korban, baik secara fisiologis, psikologis dan sosiologis, yang ditunjukkan dengan dampak-dampak yang diperoleh dari perkawinan poligami tersebut seperti kesulitan ekonomi, tidak memperoleh keadilan, kondisi fisiologis yang melelahkan bagi perempuan khususnya dan keluarga pada umumnya akibat banyaknya jumlah anak yang harus dinafkahi apabila tidak memiliki kondisi ekonomi yang mapan, termasuk labelisasi sosial.. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa wacana poligami yang ingin dibangun oleh film ini adalah poligami tetap dilihat sebagai suatu konsep perkawinan yang bersifat kompleks dan cenderung merugikan kaum perempuan.Kata kunci : Poligami, tokoh sentral, perempuan, representasi
摘要一夫多妻制被认为是一个非常敏感的问题,但总是值得讨论,甚至争论,因为结果往往导致赞成和反对的态度。基于此,本文以电影Berbagi Suami (Love for Share)(2006)中的一夫多妻制表现为主题,通过对三位女性中心人物的回顾,重点探讨了这部电影中一夫多妻制是如何表现的,以及这部电影中建立了什么样的一夫多妻制话语。目的是通过霍尔的表征理论和福柯的话语概念,运用描述性分析方法和吉莉安·罗斯的视觉方法论来论证一夫多妻制的形式和话语。分析结果表明,在电影Berbagi Suami(爱为分享)(2006)中,一夫多妻制被代表为一种婚姻制度,可以由任何群体的任何人实行,但仍然有各种各样的后果,因为一夫多妻制婚姻不是一个容易相处的婚姻,特别是对于那些仍然被代表为受害者的女性,无论是生理上,心理上还是社会学上,这体现在一夫多妻制婚姻所带来的影响上,如经济困难,得不到公正,特别是妇女及其家庭的生理状况,因为如果她们没有既定的经济条件,包括社会标签,她们必须生育和供养大量的孩子。所以可以说,在这部电影中关于一夫多妻制的论述是,一夫多妻制仍然被视为一种复杂的、容易伤害女性的婚姻观念。关键词:一夫多妻制,中心人物,女性,代表性摘要:poligami merupakan salah satu isu yang sangat sensitif namun selalu menarik untuk diperbincangkan bahkan diperdebatkan karena hasilya yang sering kali berujung padsikap pro dan kontra。Dilandasi oleh hal ini pula代表政治人物dalam电影Berbagi Suami (2006) akhirnya diangkat menjadi topik dalam penulisan artikel ini dengan焦点permasalahan padbagaimana政治人物dalam电影ini direpresentasikan danwacana政治人物peracana在dibangunan berdasarkan kajian terhadap tiga tokoh中央pereman。图朱安亚·阿达拉·乌图拉·孟古纳坎·本图拉·丹·瓦卡那·政治简史,但是,福柯·邓坎·孟古纳坎的方法分析论述,丹的方法学视觉吉莉安·罗斯。Hasil分析menunjukkan bahwa dalam电影Berbagi Suami(2006),政治上的direpresentasikan sebagai suatu系统perkawinan yang bisa dipraktekkan oleh siapa saja dandari golongan mana saja, namun tetap dengan segala macam bentuk konsekuensinya kkawinan poligami bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, khususnya bagi perempuan yang tetap direpresentasikan sebagai korban, baik secara生理学,心理学和生理学,Yang ditunjukkan dengan danpak - danpak Yang diperoleh dari perkawinan poligami tersebut sepperti kesulitan ekonomi, tidak memperoleh keadilan, kondisi fisiologi Yang melelahkan bagi perempuh khususnya Dan keluarga paada umumnya akibat banyaknya jumlah anak Yang harus dinafkahi apabila tidak memiliki kondisi ekonomi Yang mapan, termasuk labelisasi social。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。Kata kunci: Poligami, tokoh central, perempuan, representasi