{"title":"Gaya Bahasa Pengunjung Hotel dan Restoran dalam Menyikapi New Normal Covid 19 Melalui Telepon","authors":"Fridska Hartaty Br Galingging","doi":"10.30998/diskursus.v4i2.9514","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana gaya bahasa para pengunjung hotel dan restoran dalam menyikapi new normal covid 19 melalui telepon di Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan. Hipotesis penelitian yang diuji meliputi: 1) Keterkaitan gaya bahasa para pengunjung hotel dan restoran dalam situasi saat ini. 2) Dengan menerima telepon dan menelepon pengunjung hotel dan restoran, kita bisa mengetahui alasan apa agar mau datang kembali. 3) Gaya bahasa pengunjung dalam menyikapi new normal covid 19. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Obyek penelitian adalah pengunjung hotel dan restoran di Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan melaui telepon, dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi (gabungan) yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri dan data hasil dari percakapan di telepon yang telah di teliti gaya bahasanya ada sebanyak 15 makna gaya bahasa hiperbola, ada 13 makna gaya bahasa personifikasi dan metafora, untuk gaya bahasa simile ada 7 makna, dan yang paling sedikit gaya bahasa litotes ada 2 makna. Hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Adanya keterkaitan dari gaya bahasa pengunjung hotel dan restoran dalam situasi saat ini dapat terlihat dari gaya bahasa yang mempengaruhinya, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pengunjung hotel dan restoran yang menggunakan gaya bahasa hiperbola ada 15 makna. 2) Bisa mengetahui alasan tamu untuk mau datang kembali, hal tersebut dibuktikan dengan menerima telepon dan menelepon pengunjung hotel dan restoran. 3) Ditemukan berbagai macam gaya bahasa pengunjung hotel dan restoran dalam menyikapi new normal covid 19, hal tersebut dibuktikan dengan terdapatnya beragam gaya bahasa yang digunakan. Hasil penelitian ini berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan penalaran akan gaya bahasa dalam bertelepon dikalangan umum.Kata Kunci: gaya bahasa, pengunjung hotel dan restoran.","PeriodicalId":317864,"journal":{"name":"Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia","volume":"50 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30998/diskursus.v4i2.9514","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana gaya bahasa para pengunjung hotel dan restoran dalam menyikapi new normal covid 19 melalui telepon di Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan. Hipotesis penelitian yang diuji meliputi: 1) Keterkaitan gaya bahasa para pengunjung hotel dan restoran dalam situasi saat ini. 2) Dengan menerima telepon dan menelepon pengunjung hotel dan restoran, kita bisa mengetahui alasan apa agar mau datang kembali. 3) Gaya bahasa pengunjung dalam menyikapi new normal covid 19. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Obyek penelitian adalah pengunjung hotel dan restoran di Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan melaui telepon, dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi (gabungan) yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri dan data hasil dari percakapan di telepon yang telah di teliti gaya bahasanya ada sebanyak 15 makna gaya bahasa hiperbola, ada 13 makna gaya bahasa personifikasi dan metafora, untuk gaya bahasa simile ada 7 makna, dan yang paling sedikit gaya bahasa litotes ada 2 makna. Hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Adanya keterkaitan dari gaya bahasa pengunjung hotel dan restoran dalam situasi saat ini dapat terlihat dari gaya bahasa yang mempengaruhinya, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pengunjung hotel dan restoran yang menggunakan gaya bahasa hiperbola ada 15 makna. 2) Bisa mengetahui alasan tamu untuk mau datang kembali, hal tersebut dibuktikan dengan menerima telepon dan menelepon pengunjung hotel dan restoran. 3) Ditemukan berbagai macam gaya bahasa pengunjung hotel dan restoran dalam menyikapi new normal covid 19, hal tersebut dibuktikan dengan terdapatnya beragam gaya bahasa yang digunakan. Hasil penelitian ini berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan penalaran akan gaya bahasa dalam bertelepon dikalangan umum.Kata Kunci: gaya bahasa, pengunjung hotel dan restoran.