Sandra E. Pakasi, Wiske C. Rotinsulu, Juliet M. Eva Mamahit, Melisa P. Todingan
{"title":"Analysis of the Soil Erosion Hazard Level on the East Coast of Minahasa (Case Study of Kombi District)","authors":"Sandra E. Pakasi, Wiske C. Rotinsulu, Juliet M. Eva Mamahit, Melisa P. Todingan","doi":"10.35791/jat.v3i2.44884","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The development of the Minahasa East Coast area into a tourism area has caused a tendency to change land use. Kombi Subdistrict is one of the areas on the East Coast of Minahasa that has experienced changes in land use with many investors building tourism areas there. The rate of land clearing in the area can accelerate the process of erosion. This research was carried out with the aim of knowing the level of soil erosion hazard on the East Coast of Minahasa, especially in Kombi District, in order to prevent soil damage so that environmental sustainability can be maintained and the development of tourism areas in the area can continue. The method used in this research is the overlay method for making digital maps and calculating erosion using the USLE method. The results of the analysis show that the Minahasa East Coast area, especially in Kombi District, has a light erosion hazard level of 1492.10 Ha, a moderate erosion hazard level of 5036.35 Ha, and a severe erosion hazard level of 6970.94 Ha.
 Keywords: erosion hazard level, soil
 
 Abstrak
 Pengembangan kawasan Pantai Timur Minahasa menjadi kawasan pariwisata, menyebabkan kecenderungan terjadi perubahan pemanfaatan lahan. Kecamatan Kombi adalah salah satu wilayah di Pantai Timur Minahasa yang mengalami perubahan penggunaan lahan dengan banyaknya investor yang membangun kawasan pariwisata di sana. Lajunya pembukaan-pembukaan lahan di daerah tersebut, dapat mempercepat proses terjadinya erosi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui tingkat bahaya erosi tanah di Pantai Timur Minahasa khususnya di Kecamatan Kombi agar dapat mencegah kerusakan tanah sehingga kelestarian lingkungan dapat terjaga dan pengembangan kawasan pariwisata di daerah tersebut dapat berlanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay untuk pembuatan peta digital dan perhitungan erosi menggunakan metode USLE. Hasil analisis menunjukkan kawasan Pantai Timur Minahasa khususnya di Kecamatan Kombi memiliki tingkat bahaya erosi ringan seluas 1492.10 Ha, tingkat bahaya erosi sedang seluas 5036.35 Ha, dan tingkat bahaya erosi berat seluas 6970.94 Ha.
 Kata Kunci : tingkat bahaya erosi, tanah","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35791/jat.v3i2.44884","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The development of the Minahasa East Coast area into a tourism area has caused a tendency to change land use. Kombi Subdistrict is one of the areas on the East Coast of Minahasa that has experienced changes in land use with many investors building tourism areas there. The rate of land clearing in the area can accelerate the process of erosion. This research was carried out with the aim of knowing the level of soil erosion hazard on the East Coast of Minahasa, especially in Kombi District, in order to prevent soil damage so that environmental sustainability can be maintained and the development of tourism areas in the area can continue. The method used in this research is the overlay method for making digital maps and calculating erosion using the USLE method. The results of the analysis show that the Minahasa East Coast area, especially in Kombi District, has a light erosion hazard level of 1492.10 Ha, a moderate erosion hazard level of 5036.35 Ha, and a severe erosion hazard level of 6970.94 Ha.
Keywords: erosion hazard level, soil
Abstrak
Pengembangan kawasan Pantai Timur Minahasa menjadi kawasan pariwisata, menyebabkan kecenderungan terjadi perubahan pemanfaatan lahan. Kecamatan Kombi adalah salah satu wilayah di Pantai Timur Minahasa yang mengalami perubahan penggunaan lahan dengan banyaknya investor yang membangun kawasan pariwisata di sana. Lajunya pembukaan-pembukaan lahan di daerah tersebut, dapat mempercepat proses terjadinya erosi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui tingkat bahaya erosi tanah di Pantai Timur Minahasa khususnya di Kecamatan Kombi agar dapat mencegah kerusakan tanah sehingga kelestarian lingkungan dapat terjaga dan pengembangan kawasan pariwisata di daerah tersebut dapat berlanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay untuk pembuatan peta digital dan perhitungan erosi menggunakan metode USLE. Hasil analisis menunjukkan kawasan Pantai Timur Minahasa khususnya di Kecamatan Kombi memiliki tingkat bahaya erosi ringan seluas 1492.10 Ha, tingkat bahaya erosi sedang seluas 5036.35 Ha, dan tingkat bahaya erosi berat seluas 6970.94 Ha.
Kata Kunci : tingkat bahaya erosi, tanah
米纳哈沙东岸地区发展为旅游区,引起了土地利用改变的趋势。Kombi街道是米纳哈萨东海岸经历了土地使用变化的地区之一,许多投资者在那里建立了旅游区。该地区土地开垦的速度加快了侵蚀的过程。本研究的目的是了解米纳哈沙东岸,特别是孔比地区的土壤侵蚀危害程度,以防止土壤破坏,从而保持环境的可持续性,并继续发展该地区的旅游区。本研究使用的方法是制作数字地图的叠加法,并使用USLE方法计算侵蚀。分析结果表明:米纳哈沙东岸地区,特别是孔比地区,轻度侵蚀危害等级为1492.10 Ha,中度侵蚀危害等级为5036.35 Ha,重度侵蚀危害等级为6970.94 Ha;关键词:侵蚀危害等级;土壤;& # x0D;Abstrak& # x0D;penembangan kawasan Pantai Timur Minahasa menjadi kawasan pariwisata, menyebabkan kecenderungan terjadi perubahan pemanfaatan lahan。Kecamatan Kombi adalah salah satu wilayah di Pantai Timur Minahasa yang mengalami perubahan penggunaan lahan dengan banyakya投资者yang membangun kawasan pariwisata di sana。Lajunya pembukaan-pembukaan lahan di daerah tersebut,这是一种感知过程。Penelitian ini dilaksanakan dengan tujan mengetahui bahaya tanah di Pantai Timur Minahasa khususnya di Kecamatan Kombi agar dapat menmenegah kerusakan tanah seingga kelestarian lingkungan dapat terjaga danpengembangan kawasan pariwisata di daerah tererah berlanjut。方法yang digunakan dalam penelitian ini adalah方法叠加untuk pembuatan peta数字dan perhitungan erosi menggunakan方法USLE。Hasil analysis menunjukkan kawasan Pantai Timur Minahasa khususnya di Kecamatan Kombi memoriliki tingkat bahaya erosi ringan selan为1492.10 Ha, tingkat bahaya erosi seang selan为5036.35 Ha, dan tingkat bahaya erosi selan为6970.94 Ha.
Kata Kunci: tingkat bahaya erosi, tanah