{"title":"Keefektifan Metode Modelling Simbolik Berbantu Media Wayang Kartun Profesi Terhadap Kemampuan Berbahasa dan Keterampilan Bercerita","authors":"Siti Elyasari, Achmad Buchori, Joko Sulianto","doi":"10.30829/raudhah.v11i2.2087","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"<p align=\"center\"><strong>Abstrak</strong><strong></strong></p><p> Guru dituntut untuk dapat menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan media sehingga dapat membantu menumbuhkan kemampuan berbahasa dan keterampilan bercerita peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, ketuntasan belajar, dan beda rata-rata metode <em>modelling</em> simbolik berbantu media wayang kartun profesi terhadap kemampuan berbahasa dan keterampilan bercerita. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian <em>posttest-only-control-design</em>. Populasi penelitian ini seluruh peserta didik kelompok B TK Nurul Bahri 02 Batang. Sampel dipilih secara <em>cluster random sampling</em>, terpilih B1 sebagai kelompok eksperimen dan B3 sebagai kelompok control. Instrumen yang digunakan antara lain RPP, <em>posttest </em>kemampuan berbahasa, dan <em>posttest</em> keterampilan bercerita. Data diolah menggunakan uji manova, uji ketuntasan belajar, uji beda rata-rata, dan uji <em>N-Gain Score</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode <em>modelling</em> simbolik berbantu media wayang kartun profesi berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan keterampilan bercerita, ditinjau dari <em>t</em><em>able </em><em>m</em><em>ultivariate </em><em>t</em><em>est</em><em> </em>dan <em>table test of between subject effect</em><em> </em>pada uji manova dengan masing-masing nilai Sig. 0,000 &lt; 0,05. Uji ketuntasan belajar diperoleh nilai sig. 0,002 pada kemampuan berbahasa dan nilai Sig. 0,032 pada keterampilan bercerita, karena nilai Sig. &lt; 0,05 disimpulkan persentase peserta didik yang mendapat nilai <em>posttest</em> ≥ 75 lebih dari 75%. Uji beda rata-rata diperoleh nilai sig. 0,039 pada kemampuan berbahasa dan nilai sig. 0,001 pada keterampilan bercerita, karena nilai Sig. &lt; 0,05 disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata dari dua kelompok. Rata-rata uji <em>N-Gain Score</em> 0,71 pada kemampuan berbahasa termasuk dalam kategori tinggi tafsiran cukup efektif dan 0,67 pada keterampilan bercerita termasuk dalam kategori sedang tafsiran cukup efektif.</p><p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong> Keefektifan; Kemampuan Berbahasa; Keterampilan Bercerita; Metode <em>Modelling</em> Simbolik; Wayang Kartun Profesi.</p>","PeriodicalId":32158,"journal":{"name":"Jurnal Obsesi","volume":" 396","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-11-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Obsesi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30829/raudhah.v11i2.2087","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Abstrak
Guru dituntut untuk dapat menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan media sehingga dapat membantu menumbuhkan kemampuan berbahasa dan keterampilan bercerita peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, ketuntasan belajar, dan beda rata-rata metode modelling simbolik berbantu media wayang kartun profesi terhadap kemampuan berbahasa dan keterampilan bercerita. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian posttest-only-control-design. Populasi penelitian ini seluruh peserta didik kelompok B TK Nurul Bahri 02 Batang. Sampel dipilih secara cluster random sampling, terpilih B1 sebagai kelompok eksperimen dan B3 sebagai kelompok control. Instrumen yang digunakan antara lain RPP, posttest kemampuan berbahasa, dan posttest keterampilan bercerita. Data diolah menggunakan uji manova, uji ketuntasan belajar, uji beda rata-rata, dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode modelling simbolik berbantu media wayang kartun profesi berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan keterampilan bercerita, ditinjau dari table multivariate testdan table test of between subject effectpada uji manova dengan masing-masing nilai Sig. 0,000 < 0,05. Uji ketuntasan belajar diperoleh nilai sig. 0,002 pada kemampuan berbahasa dan nilai Sig. 0,032 pada keterampilan bercerita, karena nilai Sig. < 0,05 disimpulkan persentase peserta didik yang mendapat nilai posttest ≥ 75 lebih dari 75%. Uji beda rata-rata diperoleh nilai sig. 0,039 pada kemampuan berbahasa dan nilai sig. 0,001 pada keterampilan bercerita, karena nilai Sig. < 0,05 disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata dari dua kelompok. Rata-rata uji N-Gain Score 0,71 pada kemampuan berbahasa termasuk dalam kategori tinggi tafsiran cukup efektif dan 0,67 pada keterampilan bercerita termasuk dalam kategori sedang tafsiran cukup efektif.
Kata Kunci: Keefektifan; Kemampuan Berbahasa; Keterampilan Bercerita; Metode Modelling Simbolik; Wayang Kartun Profesi.