PEMAHAMAN SYARIAH MANTAN ANGGOTA ORGANISASI RADIKAL DI INDONESIA

Abd. Haris
{"title":"PEMAHAMAN SYARIAH MANTAN ANGGOTA ORGANISASI RADIKAL DI INDONESIA","authors":"Abd. Haris","doi":"10.56670/jcs.v5i1.129","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Masalah seseorang keluar dari jalur teror telah banyak dibahas dalam literatur terorisme. Di sisi lain, masih sedikit penelitian yang menguraikan bagaimana seseorang mengubah pemahamannya tentang syariah. Penelitian sebelumnya, meski mengungkapkan pergeseran sikap dari menempuh jalur teror menjadi meninggalkan jalur teror, tidak dibarengi dengan kajian tentang pergeseran pemahaman syariah dari mantan anggota ormas radikal. Hal inilah yang membedakan penelitian terdahulu dengan penelitian ini. Kajian ini bertujuan untuk: Pertama, memahami gerakan radikalisasi anggota kelompok Islam radikal; kedua, memahami akar pergeseran syariat atau agama mantan anggota ormas radikal akibat proses migrasi mereka dalam memahami ajaran Islam yang wasathiyah. Objek penelitian ini berfokus pada mantan anggota organisasi radikal atau mantan narapidana aksi terorisme seperti Negara Islam Indonesia (NII), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Jamaah Ansharus Syariah (JAS), dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Fokus penelitian adalah memetakan pemahaman hukum Islam (syariah) terkait dampak proses deradikalisasi yang dilakukan pemerintah. Sumber utama untuk melakukan penelitian ini adalah data tentang pergeseran pemikiran dan sikap mantan anggota organisasi radikal yang disajikan oleh fenomena kekerasan yang bersumber dari pemikiran dan sikap keagamaan, sosial, politik dan budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah data tertulis pada berbagai dokumen. Data yang diperoleh dari proses observasi, wawancara dan dokumentasi diseleksi menjadi dua bagian yaitu data yang menunjukkan pemikiran dan sikap mantan anggota ormas radikal dan moderasi beragama sebagai perubahan sosial yang nyata. Ditemukan bahwa mereka yang keluar dari organisasi radikal adalah individu yang telah mengoreksi pemahaman syariah dominan yang semula radikal, ghuluw, atau tasyaddud, menjadi pemahaman syariah yang wasathiyah. Pergeseran ini dipengaruhi oleh: pertama, faktor Eksperimen Partisipatif, yaitu mengalami langsung betapa destruktif dan negatifnya dampak pemahaman yang ada; Kedua, faktor internal terjadi akibat polarisasi internal di kalangan radikalis akibat friksi dan kontestasi internal. Atas dasar itu, bagi mantan anggota organisasi radikal, memerangi pemikiran atau meluruskan pemikiran yang menyimpang dan konsep yang salah lebih diprioritaskan daripada hal-hal lain.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"27 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Community Service","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i1.129","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Masalah seseorang keluar dari jalur teror telah banyak dibahas dalam literatur terorisme. Di sisi lain, masih sedikit penelitian yang menguraikan bagaimana seseorang mengubah pemahamannya tentang syariah. Penelitian sebelumnya, meski mengungkapkan pergeseran sikap dari menempuh jalur teror menjadi meninggalkan jalur teror, tidak dibarengi dengan kajian tentang pergeseran pemahaman syariah dari mantan anggota ormas radikal. Hal inilah yang membedakan penelitian terdahulu dengan penelitian ini. Kajian ini bertujuan untuk: Pertama, memahami gerakan radikalisasi anggota kelompok Islam radikal; kedua, memahami akar pergeseran syariat atau agama mantan anggota ormas radikal akibat proses migrasi mereka dalam memahami ajaran Islam yang wasathiyah. Objek penelitian ini berfokus pada mantan anggota organisasi radikal atau mantan narapidana aksi terorisme seperti Negara Islam Indonesia (NII), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Jamaah Ansharus Syariah (JAS), dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Fokus penelitian adalah memetakan pemahaman hukum Islam (syariah) terkait dampak proses deradikalisasi yang dilakukan pemerintah. Sumber utama untuk melakukan penelitian ini adalah data tentang pergeseran pemikiran dan sikap mantan anggota organisasi radikal yang disajikan oleh fenomena kekerasan yang bersumber dari pemikiran dan sikap keagamaan, sosial, politik dan budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah data tertulis pada berbagai dokumen. Data yang diperoleh dari proses observasi, wawancara dan dokumentasi diseleksi menjadi dua bagian yaitu data yang menunjukkan pemikiran dan sikap mantan anggota ormas radikal dan moderasi beragama sebagai perubahan sosial yang nyata. Ditemukan bahwa mereka yang keluar dari organisasi radikal adalah individu yang telah mengoreksi pemahaman syariah dominan yang semula radikal, ghuluw, atau tasyaddud, menjadi pemahaman syariah yang wasathiyah. Pergeseran ini dipengaruhi oleh: pertama, faktor Eksperimen Partisipatif, yaitu mengalami langsung betapa destruktif dan negatifnya dampak pemahaman yang ada; Kedua, faktor internal terjadi akibat polarisasi internal di kalangan radikalis akibat friksi dan kontestasi internal. Atas dasar itu, bagi mantan anggota organisasi radikal, memerangi pemikiran atau meluruskan pemikiran yang menyimpang dan konsep yang salah lebih diprioritaskan daripada hal-hal lain.
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
印度尼西亚激进组织前成员对伊斯兰教法的理解
恐怖主义文献中广泛讨论了一个人脱离恐怖主义道路的问题。另一方面,描述某人如何改变对伊斯兰教法的理解的研究仍然很少。以前的研究虽然揭示了从走上恐怖道路到离开恐怖道路的态度转变,但没有同时研究激进组织前成员对伊斯兰教法的理解的转变。这是以往研究与本研究的不同之处。本研究旨在首先,了解伊斯兰激进组织成员的激进化运动;其次,了解激进组织前成员在理解伊斯兰教义的迁移过程中产生伊斯兰教法或宗教转变的根源。本研究的对象主要是激进组织的前成员或恐怖主义行为的前罪犯,如 "印度尼西亚伊斯兰国"(NII)、"真主游击队"(Jamaah Ansharut Tauhid,JAT)、"伊斯兰教法学习会"(Jamaah Ansharus Syariah,JAS)和 "真主游击队"(Jamaah Ansharut Daulah,JAD)。研究的重点是了解与政府开展的去激进化进程的影响有关的伊斯兰法(伊斯兰教法)。开展这项研究的主要资料来源是前激进组织成员因宗教、社会、政治和文化思想和态度方面的暴力现象而产生的思想和态度转变的数据。数据收集技术通过深入访谈、直接观察和查阅各种文件的书面数据等过程进行。从观察、访谈和文献过程中获得的数据分为两部分,即显示前激进组织成员的思想和态度的数据和作为真正社会变革的宗教温和性的数据。研究发现,那些离开激进组织的人是将对伊斯兰教法的主流理解从激进、ghuluw 或 tasyaddud 转变为对伊斯兰教法的理解 wasathiyah 的人。这种转变受到以下因素的影响:首先是参与性实验因素,即亲身经历现有认识的破坏性和负面影响;其次是内部因素,即激进分子之间因内部摩擦和争论而产生的内部两极分化。因此,对于激进组织的前成员来说,打击偏差思维和错误认识比其他事情更重要。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
期刊最新文献
IDENTIFIKASI KESADARAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN Mn DI AIR TANAH DI SEKITAR TPA SUPIT URANG, JAWA TIMUR PENGABDIAN MASYARAKAT: BERDASI (BERMAIN, CERDAS, IMAJINASI) TERAPI BERMAIN BERSAMA ANAK-ANAK PENDERITA KANKER PENGABDIAN MASYARAKAT: BERDASI (BERMAIN, CERDAS, IMAJINASI) TERAPI BERMAIN BERSAMA ANAK-ANAK PENDERITA KANKER Community-Driven Media Literacy And Resilience Building Community-Driven Media Literacy And Resilience Building
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1