{"title":"Rancang Bangun Model Alat Pengering Indoor Otomatis Hasil Pertanian Berbasis Arduino Uno","authors":"Ahmad Laba, Wahab Musa, Syahrir Abdussamad","doi":"10.37905/jjeee.v6i1.21554","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Proses pengeringan merupakan hal penting dalam penanganan bahan pertanian pasca panen, akan tetapi proses pengeringan yang dilakukan para petani di Gorontalo khususnya di Gororontalo Utara masih menggunakan metode pengeringan manual yang masih bergantung pada intensitas cahaya matahari dan masih membutuhkan waktu yang lama untuk proses pengeringannya. Hal ini yang membuat peneliti megambil inisiatif untuk merancang model alat pengering indoor otomatis hasil pertanian berbasis arduino uno yang bertujuan untuk mempercepat proses pengeringan dan tidak bergantung pada intensitas cahaya matahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dimana peneliti membuat model alat pengering otomatis dan melakukan percobaan menggunakan jagung, gabah dan kedelai terhadap kerja alat yang dibuat. Alat ini bekerja di kontrol langsung oleh arduino yang menerima sinyal dari sensor DHT11 sebagai moniroring suhu dan soil moisture sensor sebagai monitoring kadar air yang terkandung pada bahan hasil pertanian. Alat ini dapat mengeringkan bahan pertanian biji-bijian 2 sampai 3 jam tergantung jumlah kadar air yang terkandung dalam produk bahan pertanian. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat yang dibuat sudah berhasil dan sudah bekerja sesuai dengan perancangan yang direncanakan.The drying process is important in handling post-harvest agricultural materials, however the drying process carried out by farmers in Gorontalo, especially in North Gororntalo, still uses manual drying methods which still depend on the intensity of sunlight and still require a long time for the drying process. This is what made researchers take the initiative to design a model of an automatic indoor dryer for agricultural products based on Arduino Uno which aims to speed up the drying process and does not depend on the intensity of sunlight. The method used in this research is an experimental method where the researcher makes a model of an automatic drying tool and carries out experiments using corn, grain and soybeans on the working of the tool made. This tool works under direct control by Arduino which receives signals from the DHT11 sensor for temperature monitoring and the soil moisture sensor for monitoring the water content contained in agricultural produce. This tool can dry grain agricultural materials for 2 to 3 hours depending on the amount of water content contained in the agricultural product. The research results show that the tool created has been successful and has worked according to the planned design. ","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"47 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-01-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v6i1.21554","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Proses pengeringan merupakan hal penting dalam penanganan bahan pertanian pasca panen, akan tetapi proses pengeringan yang dilakukan para petani di Gorontalo khususnya di Gororontalo Utara masih menggunakan metode pengeringan manual yang masih bergantung pada intensitas cahaya matahari dan masih membutuhkan waktu yang lama untuk proses pengeringannya. Hal ini yang membuat peneliti megambil inisiatif untuk merancang model alat pengering indoor otomatis hasil pertanian berbasis arduino uno yang bertujuan untuk mempercepat proses pengeringan dan tidak bergantung pada intensitas cahaya matahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dimana peneliti membuat model alat pengering otomatis dan melakukan percobaan menggunakan jagung, gabah dan kedelai terhadap kerja alat yang dibuat. Alat ini bekerja di kontrol langsung oleh arduino yang menerima sinyal dari sensor DHT11 sebagai moniroring suhu dan soil moisture sensor sebagai monitoring kadar air yang terkandung pada bahan hasil pertanian. Alat ini dapat mengeringkan bahan pertanian biji-bijian 2 sampai 3 jam tergantung jumlah kadar air yang terkandung dalam produk bahan pertanian. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat yang dibuat sudah berhasil dan sudah bekerja sesuai dengan perancangan yang direncanakan.The drying process is important in handling post-harvest agricultural materials, however the drying process carried out by farmers in Gorontalo, especially in North Gororntalo, still uses manual drying methods which still depend on the intensity of sunlight and still require a long time for the drying process. This is what made researchers take the initiative to design a model of an automatic indoor dryer for agricultural products based on Arduino Uno which aims to speed up the drying process and does not depend on the intensity of sunlight. The method used in this research is an experimental method where the researcher makes a model of an automatic drying tool and carries out experiments using corn, grain and soybeans on the working of the tool made. This tool works under direct control by Arduino which receives signals from the DHT11 sensor for temperature monitoring and the soil moisture sensor for monitoring the water content contained in agricultural produce. This tool can dry grain agricultural materials for 2 to 3 hours depending on the amount of water content contained in the agricultural product. The research results show that the tool created has been successful and has worked according to the planned design.