{"title":"MANAGEMENT STRESS KERJA GURU SD TERHADAP BEBAN KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Clauradita Angga Renny","doi":"10.33369/CONSILIA.V3I3.13917","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Coranavirus Disease 2019 (covid-19) kini telah dinyatakan sebagai pandemi. Hal ini berdampak pada seluruh sektor kebidupan manusia, salah satu yaitu pada sektor bidang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dalam dunia pendidikan salah satu kegiatan yang terkena dampak langsung yaitu kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya melibatkan interaksi secara langsung antara guru dan murid kini berubah menjadi daring (dalam jaringan) guna memutus rantai penyebaran covid-19 dan melakukan pembatasan soasial. Dalam hal ini mengakibatkan sejumlah kegiatan pembelajaran di sekolah mengalami perubahan. Berbagai macam kegiatan dan pembelajaran di sekolah yang semula luring harus dirubah menjadi daring. Kegiatan yang diubah dari luring menjadi daring. Hal ini pastinya harus didukung dengan kreativitas dan inovasi tekhnologi pembelajaran yang menarik, memantang dan memahamkan, selain itu beban kerja guru juga semakin berat diantarnya yaitu : pembelajaran masih terfokus pada penuntasan kurikulum, waktu mengajar berkurang, kemampuan guru yang terbatas dalam membuat modul yang menarik dan menyenangkan bagi siswa dan dituntut degan berbagai hal dengan segala inovasinya, jam bekerja yang lebih lama, media pembelajaran yang masih terbatas, belum lagi jika keterbatasan orang tua murid dalam mendampingi anak karena harus bekerja. Hal ini jika dilakukan berhari-hari dan dalam masa yang lama maka akan menimbulkan stress kerja yang dapat mempengaruhi kinerja, tekanan psikologis dan kesehatan fisik pada guru.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian studi kasus dimana penelitian yang dilakukan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Hasil penelitian yang diperoleh dan disimpulkan hanya berlaku bagi guru kelas sekolah dasar secara khusus. Adapun hasilnya stress kerja yang terjadi pada guru SD pada masa pandemi karena bertambahnya beban kerja yang banyak. Sehingga mereka harus melakukan pemetakan tugas agar tidak mengalami stress dan burnout kerja.","PeriodicalId":118489,"journal":{"name":"Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling","volume":"237 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33369/CONSILIA.V3I3.13917","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
MANAGEMENT STRESS KERJA GURU SD TERHADAP BEBAN KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Coranavirus Disease 2019 (covid-19) kini telah dinyatakan sebagai pandemi. Hal ini berdampak pada seluruh sektor kebidupan manusia, salah satu yaitu pada sektor bidang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dalam dunia pendidikan salah satu kegiatan yang terkena dampak langsung yaitu kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya melibatkan interaksi secara langsung antara guru dan murid kini berubah menjadi daring (dalam jaringan) guna memutus rantai penyebaran covid-19 dan melakukan pembatasan soasial. Dalam hal ini mengakibatkan sejumlah kegiatan pembelajaran di sekolah mengalami perubahan. Berbagai macam kegiatan dan pembelajaran di sekolah yang semula luring harus dirubah menjadi daring. Kegiatan yang diubah dari luring menjadi daring. Hal ini pastinya harus didukung dengan kreativitas dan inovasi tekhnologi pembelajaran yang menarik, memantang dan memahamkan, selain itu beban kerja guru juga semakin berat diantarnya yaitu : pembelajaran masih terfokus pada penuntasan kurikulum, waktu mengajar berkurang, kemampuan guru yang terbatas dalam membuat modul yang menarik dan menyenangkan bagi siswa dan dituntut degan berbagai hal dengan segala inovasinya, jam bekerja yang lebih lama, media pembelajaran yang masih terbatas, belum lagi jika keterbatasan orang tua murid dalam mendampingi anak karena harus bekerja. Hal ini jika dilakukan berhari-hari dan dalam masa yang lama maka akan menimbulkan stress kerja yang dapat mempengaruhi kinerja, tekanan psikologis dan kesehatan fisik pada guru.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian studi kasus dimana penelitian yang dilakukan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail. Hasil penelitian yang diperoleh dan disimpulkan hanya berlaku bagi guru kelas sekolah dasar secara khusus. Adapun hasilnya stress kerja yang terjadi pada guru SD pada masa pandemi karena bertambahnya beban kerja yang banyak. Sehingga mereka harus melakukan pemetakan tugas agar tidak mengalami stress dan burnout kerja.