{"title":"POLA KOMUNIKASI DALAM PEMASARAN BRAND HERWAYS_ID","authors":"Dini Valdiani, Tiara Puspanidra","doi":"10.33751/WAHANA.V26I2.2770","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstrak:Herways_id merupakan salah satu merek lokal yang bergerak di bidang pakaian wanita. Dalam waktu yang singkat Herways_id dengan akun Instagramnya @herways_id bisa mendapatkan respon pasar yang sangat baik dengan waktu break event point yang relatif cepat dan jumlah followers yang banyak. Selain itu Herways_id memiliki engagement rate cukup tinggi yaitu 5,13% Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pola komunikasi dalam pemasaran Herways_id. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola komunikasi dalam pemasaran digital Herways_id memakai pola komunikasi primer, sekunder dan sirkuler. Pada pola komunikasi primer ditemukan strategi pemasaran Fear of Missing Out (FOMO).Kata kunci :Brand, herways_ID,pemasaran, pola komunikasi Abstract:Herways.id is one of the local brands of women’s clothing. In a short time Herways was able to get a very good market response with a short break event point and a large number of followers and engagement rate at 5.13%. In this study, researchers wanted to know the marketing communication patterns in Herways.id. This is a qualitative research. The results of the study illustrate that communication patterns in digital marketing Herways.id use primary, secondary and circular communication patterns. In the primary communication pattern found the Fear of Missing Out (FOMO) marketing strategy.Keyword:Brand, communication pattern herways_ID, marketing","PeriodicalId":416039,"journal":{"name":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","volume":"173 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33751/WAHANA.V26I2.2770","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Abstrak:Herways_id merupakan salah satu merek lokal yang bergerak di bidang pakaian wanita. Dalam waktu yang singkat Herways_id dengan akun Instagramnya @herways_id bisa mendapatkan respon pasar yang sangat baik dengan waktu break event point yang relatif cepat dan jumlah followers yang banyak. Selain itu Herways_id memiliki engagement rate cukup tinggi yaitu 5,13% Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pola komunikasi dalam pemasaran Herways_id. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola komunikasi dalam pemasaran digital Herways_id memakai pola komunikasi primer, sekunder dan sirkuler. Pada pola komunikasi primer ditemukan strategi pemasaran Fear of Missing Out (FOMO).Kata kunci :Brand, herways_ID,pemasaran, pola komunikasi Abstract:Herways.id is one of the local brands of women’s clothing. In a short time Herways was able to get a very good market response with a short break event point and a large number of followers and engagement rate at 5.13%. In this study, researchers wanted to know the marketing communication patterns in Herways.id. This is a qualitative research. The results of the study illustrate that communication patterns in digital marketing Herways.id use primary, secondary and circular communication patterns. In the primary communication pattern found the Fear of Missing Out (FOMO) marketing strategy.Keyword:Brand, communication pattern herways_ID, marketing