{"title":"Load Test pada Microservice yang menerapkan CQRS dan Event Sourcing","authors":"Difa Al Fansha, M. Y. H. Setyawan, M. Fauzan","doi":"10.24002/jbi.v12i2.4749","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. Load Test on Microservice implementing CQRS and Event Sourcing. In developing an application, determining the architecture is a very important job. This research implements microservice architecture with CQRS pattern and event sourcing on OpenAPI, API-driven and event-driven integration between services. Applying the right architecture can make the performance of the application faster. There are two test activities that are useful to find out the difference in the frequency of requests for APIdriven and event-driven that can affect response time, error rate and throughput, as well as analyze which architecture has better performance. The test is carried out using a load test technique using the JMeter tool. This study proves that microservices with CQRS and Event Sourcing patterns have 3.7% faster performance compared to API-driven, and communication between services has no effect on error rate and throughput. Keywords: microservice, load test, CQRS, event sourcing, software architecture Abstrak. Dalam pengembangan sebuah aplikasi, penentuan arsitektur merupakan pekerjaan yang sangat penting. Penelitian ini mengimplementasikan arsitektur microservice dengan pola CQRS dan event sourcing pada OpenAPI, integrasi antar service berbasis API-driven dan event-driven. Penerapan arsitektur yang tepat dapat membuat performansi dari aplikasi menjadi lebih cepat. Terdapat dua aktivitas pengujian yang berguna untuk mengetahui perbedaan frekuensi request pada API-driven dan eventdriven yang dapat mempengaruhi response time, error rate dan juga throughput, serta menganalisis arsitektur mana yang memiliki performa yang lebih baik. Pengujian dilakukan dengan teknik load test yang menggunuakan tool JMeter. Penelitian ini membuktikan bahwa microservice dengan pola CQRS dan Event Sourcing memiliki performansi lebih cepat 3,7% dibandingkan dengan API-driven, serta komunikasi antar service tidak berpengaruh pada error rate dan throughput.Kata Kunci: microservice, load Test, CQRS, event sourcing, software arsitektur","PeriodicalId":381749,"journal":{"name":"Jurnal Buana Informatika","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Buana Informatika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24002/jbi.v12i2.4749","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
摘要
摘要。实现CQRS和事件溯源的微服务负载测试。在开发应用程序时,确定体系结构是一项非常重要的工作。本研究在OpenAPI上实现了基于CQRS模式和事件源的微服务架构,实现了服务之间api驱动和事件驱动的集成。应用正确的体系结构可以提高应用程序的性能。有两个测试活动可用于找出APIdriven和事件驱动的请求频率的差异,这可能会影响响应时间、错误率和吞吐量,并分析哪种体系结构具有更好的性能。该测试是使用JMeter工具使用负载测试技术执行的。本研究证明,采用CQRS和Event Sourcing模式的微服务比api驱动的微服务性能提高3.7%,并且服务之间的通信对错误率和吞吐量没有影响。关键词:微服务,负载测试,CQRS,事件溯源,软件架构我是Dalam pengembangan sebuah application,我是daram pengembangan sebuah application,我是daram pengembangan sebuah application。Penelitian ini实现了基于api的事件驱动、基于api的事件驱动、基于api的集成服务驱动和基于OpenAPI的事件驱动。日本建筑师杨振宇(音译)在室内设计中采用了一种新型的室内设计。Terdapat dua aktivitas penguin berguna untuk mengetahui perbedai和frekukuensis请求paas api驱动、事件驱动、响应时间、错误率、吞吐量、serta menganalysis arsitektur manyangmemiliki performance等。企鹅dilakkan登干技术负载测试杨梦君wakkan工具JMeter。Penelitian ini membuktikkanhawa和CQRS的微服务组件和Event Sourcing组件的性能比前者高出3.7%,而后者是api驱动的,serta komunikasi antar服务组件的性能比后者低,组件错误率低,吞吐量低。Kata Kunci:微服务、负载测试、CQRS、事件源、软件架构
Load Test pada Microservice yang menerapkan CQRS dan Event Sourcing
Abstract. Load Test on Microservice implementing CQRS and Event Sourcing. In developing an application, determining the architecture is a very important job. This research implements microservice architecture with CQRS pattern and event sourcing on OpenAPI, API-driven and event-driven integration between services. Applying the right architecture can make the performance of the application faster. There are two test activities that are useful to find out the difference in the frequency of requests for APIdriven and event-driven that can affect response time, error rate and throughput, as well as analyze which architecture has better performance. The test is carried out using a load test technique using the JMeter tool. This study proves that microservices with CQRS and Event Sourcing patterns have 3.7% faster performance compared to API-driven, and communication between services has no effect on error rate and throughput. Keywords: microservice, load test, CQRS, event sourcing, software architecture Abstrak. Dalam pengembangan sebuah aplikasi, penentuan arsitektur merupakan pekerjaan yang sangat penting. Penelitian ini mengimplementasikan arsitektur microservice dengan pola CQRS dan event sourcing pada OpenAPI, integrasi antar service berbasis API-driven dan event-driven. Penerapan arsitektur yang tepat dapat membuat performansi dari aplikasi menjadi lebih cepat. Terdapat dua aktivitas pengujian yang berguna untuk mengetahui perbedaan frekuensi request pada API-driven dan eventdriven yang dapat mempengaruhi response time, error rate dan juga throughput, serta menganalisis arsitektur mana yang memiliki performa yang lebih baik. Pengujian dilakukan dengan teknik load test yang menggunuakan tool JMeter. Penelitian ini membuktikan bahwa microservice dengan pola CQRS dan Event Sourcing memiliki performansi lebih cepat 3,7% dibandingkan dengan API-driven, serta komunikasi antar service tidak berpengaruh pada error rate dan throughput.Kata Kunci: microservice, load Test, CQRS, event sourcing, software arsitektur