{"title":"Komunikasi Efektif dalam Penyelesaian Sampah Non-Organik bagi Ibu Rumah Tangga Bank Sampah Asyik 19","authors":"Irwansyah Siregar, Wiwien Wirasati, Indiana Ngenget","doi":"10.37010/kangmas.v3i3.1065","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan upaya dalam melakukan komunisi efektif dalam penyelesaian solusi sampah non organik bagi ibu rumahtangga “Bank Sampah Asyik” 19, RW 19, Perumahan Bojong Baru, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah dilakukan oleh warga RW 19 dengan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Aktivitas mereka setiap harinya turut menyumbang limbah yang cukup signifikan, salah satunya sampah non organik, seperti botol air mineral, kardus, dan kertas yang diminati pemulung untuk dijual ke lapak terdekat. Namun sampah non organik lainnya, seperti plastik bekas belanja sayur (tas kresek), mika, emberan, dan lain-lain, tidak diambil pemulung karena nilai ekonomisnya sangat rendah. Karenanya muncul masalah sampah ini. Oleh karena itu perlu adanya kepedulian dari ibu-ibu rumah tangga, untuk meminimalkan sampah non organik yang ada di lingkungan RW 19, dengan cara 4R, yaitu reduction (pengurangan), reuse (pemakaian ulang), recycling (pendauran ulang) dan recovery (pemulihan). Dengan dilakukannya penyuluhan terhadap ibu-ibu rumah tangga yang menangani limbah sampah non organik, yaitu Bank Sampah Asyik 19, RW. 19, mereka sangat merasakan manfaatnhya dapat memberikan pemahaman bagi mereka, betapa pentingnya peningkatan aktifitas komunitas Bank Sampah Asyik 19, RW 19 dalam mengelola sampah non organik, untuk mendorong agar memanfaatkan pengelolaan sampah non organik sebagai upaya menjaga dan memelihara pelestarian lingkungan RW 19. Anggota komunitas Bank Sampah semula tidak semua mengetahui cara pemilihan sampah non organik (85,7), setelah dilakukan penyuluhan menjadi semua tahu (100 %). Kemudian anggota yang ikut serta dan aktif mengelolah Bank Sampah, terjadi peningkatan dari 64,3 % menjadi 78,6%. Artinya, penyuluhan yang dilakukan Dosen-dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta berdampak positif terhadap pengolahan sampah non organik.","PeriodicalId":161810,"journal":{"name":"KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37010/kangmas.v3i3.1065","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Komunikasi Efektif dalam Penyelesaian Sampah Non-Organik bagi Ibu Rumah Tangga Bank Sampah Asyik 19
Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan upaya dalam melakukan komunisi efektif dalam penyelesaian solusi sampah non organik bagi ibu rumahtangga “Bank Sampah Asyik” 19, RW 19, Perumahan Bojong Baru, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah dilakukan oleh warga RW 19 dengan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Aktivitas mereka setiap harinya turut menyumbang limbah yang cukup signifikan, salah satunya sampah non organik, seperti botol air mineral, kardus, dan kertas yang diminati pemulung untuk dijual ke lapak terdekat. Namun sampah non organik lainnya, seperti plastik bekas belanja sayur (tas kresek), mika, emberan, dan lain-lain, tidak diambil pemulung karena nilai ekonomisnya sangat rendah. Karenanya muncul masalah sampah ini. Oleh karena itu perlu adanya kepedulian dari ibu-ibu rumah tangga, untuk meminimalkan sampah non organik yang ada di lingkungan RW 19, dengan cara 4R, yaitu reduction (pengurangan), reuse (pemakaian ulang), recycling (pendauran ulang) dan recovery (pemulihan). Dengan dilakukannya penyuluhan terhadap ibu-ibu rumah tangga yang menangani limbah sampah non organik, yaitu Bank Sampah Asyik 19, RW. 19, mereka sangat merasakan manfaatnhya dapat memberikan pemahaman bagi mereka, betapa pentingnya peningkatan aktifitas komunitas Bank Sampah Asyik 19, RW 19 dalam mengelola sampah non organik, untuk mendorong agar memanfaatkan pengelolaan sampah non organik sebagai upaya menjaga dan memelihara pelestarian lingkungan RW 19. Anggota komunitas Bank Sampah semula tidak semua mengetahui cara pemilihan sampah non organik (85,7), setelah dilakukan penyuluhan menjadi semua tahu (100 %). Kemudian anggota yang ikut serta dan aktif mengelolah Bank Sampah, terjadi peningkatan dari 64,3 % menjadi 78,6%. Artinya, penyuluhan yang dilakukan Dosen-dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta berdampak positif terhadap pengolahan sampah non organik.