{"title":"Pemetaan Lahan Lamtoro Sebagai Basis Data Hutan Tanaman Energi di Kabupaten Bone Bolango","authors":"M. I. Maulana, Sardi Salim, Yasin Mohamad","doi":"10.37905/jjeee.v5i1.16810","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pengembangan energi terbarukan sebagai energi alternatif atau dapat diperoleh dari tumbuhan yang salah satunya adalah tanaman lamtoro. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran lahan tanaman lamtoro dan analisis kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman lamtoro di Kabupaten Bone Bolango sebagai basis data pengembangan hutan tanaman energi. Metode penelitian yang digunakan dalam pemetaan sebaran lahan tanaman lamtoro adalah metode ground check (survey lapangan) dan metode dalam analisis kesesuaian lahan menggunakan metode overlay dan scoring setiap parameter yang digunakan dan diolah menggunakan software arcGIS. Hasil pemetaan sebaran lahan tanaman lamtoro pada tiga Kecamatan yang berada di Kabupaten Bone Bolango sebesar 1,604 ha pada Kecamatan Kabila dapat menghasilkan energi listrik sebesar 5.071 kWh/ha/tahun, 3,118 ha pada Kecamatan Tilongkabila dapat menghasilkan energi listrik sebesar 9.857 kWh/ha/tahun dan 22,070 ha pada Kecamatan Kabila Bone dapat menghasilkan energi listrik sebesar 69.767 kWh/ha/tahun. Menurut hasil analisis kesesuaian lahan tanaman lamtoro di Kabupaten Bone Bolango, mendapatkan empat kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) dengan besar lahan seluas 6245 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 19.741.622 kWh/ha/tahun, kelas kesesuaian lahan S2 (Cukup Sesuai) dengan besar lahan seluas 56617 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 178.977.009 kWh/ha/tahun, kelas kesesuaian lahan S3 (sesuai marginal) dengan besar lahan seluas 13442 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 42.492.696 kWh/ha/tahun dan kelas kesesuaian lahan N (tidak sesuai) dengan luas 111440 ha.The development of renewable energy as alternative energy can be obtained from plants, one of which is the lamtoro (leucaena leucocephala) plants. The research aimed to analyze the distribution of land for lamtoro plants and analysis of land suitability for cultivation of lamtoro plants in Bone Bolango Regency as a database for the development of energy plantation forest. The research method used in mapping the distribution of land for lamtoro plants was the ground check (field survey) method, whereas the method in land suitability analysis applied overlay and scoring methods in each parameter used and processed using ArcGIS software. The results of mapping distribution of land for lamtoro plants in three sub-districts in Bone Bolango Regency were that 1,604 ha in Kabila Subdistrict could produce electrical energy of 5.701 kWh/ha/year, 3,118 ha in Tilongkabila Subdistrict could produce electrical energy of 9.857 kWh/ha/year and 22,070 ha in Kabila Bone Subdistrict could produce electrical energy of69.767 kWh/ha/year. In accordance with the results of land suitability classes, including class S1 (very suitable) with an area of 6245 ha which could produce electrical energy of 19.741.622 kWh/ha/year, class S2 (fairy suitable) with an area of 56617 ha which could produce electrical energy of 178.977.009 kWh/ha/year, class S3 (marginally suitable) with an area of 13442 ha which could produce electrical energy of 42.492.696 kWh/ha/year and class N (not suitable) with an area of 111440 ha.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"31 10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i1.16810","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
作为替代能源的可再生能源的发展或可从包括lamtoro植物在内的植物中获得。这项研究的目的是分析兰托罗地区的土地分布,并分析骨博兰戈地区兰托罗作物栽培的土地是否匹配,并以此为基础,以开发森林能源。《兰托罗植被分配图》中使用的研究方法是通过覆盖和使用arcGIS软件进行的每一个参数进行土地勘探分析的方法和方法。零散的土地测绘结果lamtoro植物的三个街道在骨头Bolango 1,604哈大县街道Kabila产生电能5.071万千瓦时/ ha /年,3,118哈街道Tilongkabila产生电能9.857万千瓦时/ ha /年和22.070哈街道Kabila骨头可以产生电能69767万千瓦时/ ha /年。根据分析结果一致性lamtoro植物在骨头Bolango县,土地得到土地的一致性,即四门课程学士(非常)符合大6245英亩土地可以产生电能19741622千瓦时/ ha /年,硕士一致性土地类(不够)符合大56617英亩土地可以产生电能178977009千瓦时/ ha /年,具有13442公顷土地面积的S3土地适应性班可产生42,492,696千瓦时/哈/年的电能,与111440公顷的土地不兼容。像替代能源一样可从植物中获得可再生能源的发展,其中一种是lamtoro (leucaena leucophala)植物。研究允许对lamtoro plants的陆地分布进行分析,并分析位于Bone Bolango Regency的土地土地保护,即能源种植森林的开发数据库。lamtoro plants的土地分布中使用的研究方法是地面检查方法,即在所有参数中使用和使用ArcGIS软件时使用的方法。The results of绘图distribution of land for lamtoro植物在三个sub-districts里骨头Bolango丽晶是那个1,604哈in Kabila Subdistrict可以农产品5.701千瓦时的电能量- -年,3,118哈哈在Tilongkabila Subdistrict可以农产品9.857千瓦时的电能量- -一年和22.070哈哈在骨头Kabila Subdistrict可以农产品电能源of69.767千瓦时/ ha /年。In accordance with the results of land suitability课堂,学士班(非常suitable)在内的区域of 6245哈哪能农产品电能源of 19741622千瓦时/ ha /年,硕士课(仙女suitable)和一个区域of 56617哈哪能农产品电能源of 178977009千瓦时/ ha /年,博士班(marginally suitable) with an 13442哈无关紧要的区域可以农产品电能源42492696千瓦时/哈一年N级著作百科全书》(suitable音符)with an 111440哈的区域。
Pemetaan Lahan Lamtoro Sebagai Basis Data Hutan Tanaman Energi di Kabupaten Bone Bolango
Pengembangan energi terbarukan sebagai energi alternatif atau dapat diperoleh dari tumbuhan yang salah satunya adalah tanaman lamtoro. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran lahan tanaman lamtoro dan analisis kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman lamtoro di Kabupaten Bone Bolango sebagai basis data pengembangan hutan tanaman energi. Metode penelitian yang digunakan dalam pemetaan sebaran lahan tanaman lamtoro adalah metode ground check (survey lapangan) dan metode dalam analisis kesesuaian lahan menggunakan metode overlay dan scoring setiap parameter yang digunakan dan diolah menggunakan software arcGIS. Hasil pemetaan sebaran lahan tanaman lamtoro pada tiga Kecamatan yang berada di Kabupaten Bone Bolango sebesar 1,604 ha pada Kecamatan Kabila dapat menghasilkan energi listrik sebesar 5.071 kWh/ha/tahun, 3,118 ha pada Kecamatan Tilongkabila dapat menghasilkan energi listrik sebesar 9.857 kWh/ha/tahun dan 22,070 ha pada Kecamatan Kabila Bone dapat menghasilkan energi listrik sebesar 69.767 kWh/ha/tahun. Menurut hasil analisis kesesuaian lahan tanaman lamtoro di Kabupaten Bone Bolango, mendapatkan empat kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) dengan besar lahan seluas 6245 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 19.741.622 kWh/ha/tahun, kelas kesesuaian lahan S2 (Cukup Sesuai) dengan besar lahan seluas 56617 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 178.977.009 kWh/ha/tahun, kelas kesesuaian lahan S3 (sesuai marginal) dengan besar lahan seluas 13442 ha dapat menghasilkan energi listrik sebesar 42.492.696 kWh/ha/tahun dan kelas kesesuaian lahan N (tidak sesuai) dengan luas 111440 ha.The development of renewable energy as alternative energy can be obtained from plants, one of which is the lamtoro (leucaena leucocephala) plants. The research aimed to analyze the distribution of land for lamtoro plants and analysis of land suitability for cultivation of lamtoro plants in Bone Bolango Regency as a database for the development of energy plantation forest. The research method used in mapping the distribution of land for lamtoro plants was the ground check (field survey) method, whereas the method in land suitability analysis applied overlay and scoring methods in each parameter used and processed using ArcGIS software. The results of mapping distribution of land for lamtoro plants in three sub-districts in Bone Bolango Regency were that 1,604 ha in Kabila Subdistrict could produce electrical energy of 5.701 kWh/ha/year, 3,118 ha in Tilongkabila Subdistrict could produce electrical energy of 9.857 kWh/ha/year and 22,070 ha in Kabila Bone Subdistrict could produce electrical energy of69.767 kWh/ha/year. In accordance with the results of land suitability classes, including class S1 (very suitable) with an area of 6245 ha which could produce electrical energy of 19.741.622 kWh/ha/year, class S2 (fairy suitable) with an area of 56617 ha which could produce electrical energy of 178.977.009 kWh/ha/year, class S3 (marginally suitable) with an area of 13442 ha which could produce electrical energy of 42.492.696 kWh/ha/year and class N (not suitable) with an area of 111440 ha.