{"title":"规划沿海社区的国内污水处理设施(案例研究:PURWOREJO村,DEMAK区)","authors":"S. Wahyuni, Lili Mulyatna, Linda Qomariyah","doi":"10.23969/JCBEEM.V2I2.1456","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Desa Purworejo sebagai desa nelayan yang memiliki sarana pengolahan air limbah domestik minim. Permasalahan ini diperparah dengan kebiasaan sebagian besar penduduknya melakukan kegiatan buang air besar sembarangan. Hal ini, menunjukkan rendahnya pola hidup sehat dan bersih pada masyarakat.Perencanaan ini berguna untuk meningkatkan akses dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sarana pengolahan air limbah domestik di wilayah pesisir. Data primer yang dikumpulkan dengan survey dan penyebaran kuisioner digunakan untuk bahan pertimbangan pemilihan teknologi yang akan diterapkan.Teknologi yang dipilih untuk pengolahan air limbah adalah Tripikon-S diterapkan pada masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan bibir pantai sebanyak 224 unit, tangki septik komunal untuk daerah yang berjauhan dari bibir pantai dan sebagian besar memiliki jamban sendiri sebanyak 147 unit, sedangkan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) ++ (ruang mandi 4 unit, ruang cuci 2 unit, ruang kakus 4 unit) dengan 2 unit Anaerobic Baffled Reactor untuk daerah yang tidak memiliki prasarana MCK, jarak tempat tinggal masyarakat yang berdekatan, dan luas lahan rumah yang relatif sangat kecil.","PeriodicalId":236852,"journal":{"name":"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-03-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"PERENCANAAN SARANA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK BERBASIS MASYARAKAT DI DAERAH PESISIR (STUDI KASUS : DESA PURWOREJO, KECAMATAN BONANG, KABUPATEN DEMAK)\",\"authors\":\"S. Wahyuni, Lili Mulyatna, Linda Qomariyah\",\"doi\":\"10.23969/JCBEEM.V2I2.1456\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Desa Purworejo sebagai desa nelayan yang memiliki sarana pengolahan air limbah domestik minim. Permasalahan ini diperparah dengan kebiasaan sebagian besar penduduknya melakukan kegiatan buang air besar sembarangan. Hal ini, menunjukkan rendahnya pola hidup sehat dan bersih pada masyarakat.Perencanaan ini berguna untuk meningkatkan akses dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sarana pengolahan air limbah domestik di wilayah pesisir. Data primer yang dikumpulkan dengan survey dan penyebaran kuisioner digunakan untuk bahan pertimbangan pemilihan teknologi yang akan diterapkan.Teknologi yang dipilih untuk pengolahan air limbah adalah Tripikon-S diterapkan pada masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan bibir pantai sebanyak 224 unit, tangki septik komunal untuk daerah yang berjauhan dari bibir pantai dan sebagian besar memiliki jamban sendiri sebanyak 147 unit, sedangkan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) ++ (ruang mandi 4 unit, ruang cuci 2 unit, ruang kakus 4 unit) dengan 2 unit Anaerobic Baffled Reactor untuk daerah yang tidak memiliki prasarana MCK, jarak tempat tinggal masyarakat yang berdekatan, dan luas lahan rumah yang relatif sangat kecil.\",\"PeriodicalId\":236852,\"journal\":{\"name\":\"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management\",\"volume\":\"4 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2019-03-04\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.23969/JCBEEM.V2I2.1456\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.23969/JCBEEM.V2I2.1456","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
PERENCANAAN SARANA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK BERBASIS MASYARAKAT DI DAERAH PESISIR (STUDI KASUS : DESA PURWOREJO, KECAMATAN BONANG, KABUPATEN DEMAK)
Desa Purworejo sebagai desa nelayan yang memiliki sarana pengolahan air limbah domestik minim. Permasalahan ini diperparah dengan kebiasaan sebagian besar penduduknya melakukan kegiatan buang air besar sembarangan. Hal ini, menunjukkan rendahnya pola hidup sehat dan bersih pada masyarakat.Perencanaan ini berguna untuk meningkatkan akses dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sarana pengolahan air limbah domestik di wilayah pesisir. Data primer yang dikumpulkan dengan survey dan penyebaran kuisioner digunakan untuk bahan pertimbangan pemilihan teknologi yang akan diterapkan.Teknologi yang dipilih untuk pengolahan air limbah adalah Tripikon-S diterapkan pada masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan bibir pantai sebanyak 224 unit, tangki septik komunal untuk daerah yang berjauhan dari bibir pantai dan sebagian besar memiliki jamban sendiri sebanyak 147 unit, sedangkan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) ++ (ruang mandi 4 unit, ruang cuci 2 unit, ruang kakus 4 unit) dengan 2 unit Anaerobic Baffled Reactor untuk daerah yang tidak memiliki prasarana MCK, jarak tempat tinggal masyarakat yang berdekatan, dan luas lahan rumah yang relatif sangat kecil.