{"title":"游客群体的经济评估","authors":"Y. Yustiani, E. Emilia, A. Permana","doi":"10.23969/jcbeem.v1i1.1366","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kajian ini bertujuan untuk menilai secara ekonomi karakteristik Taman Hutan Gunung Tangkuban Perahu sebagai objek wisata. Metode yang digunakan pada studi ini adalah menggunakan pendekatan Travel Cost Method atau yang dikenal dengan Metode Biaya Perjalanan, yang prinsipnya menggunakan biaya perjalanan untuk menghitung nilai permintaan rekreasi suatu sumber daya alam yang tidak memiliki harga pasar. Kajian ini menghasilkan suatu persamaan yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi pendapatan rata-rata per kapita, maka permintaan rekreasi juga akan semakin besar serta semakin tinggi biaya perjalanan akan menyebabkan berkurangnya jumlah pemintaan. Berdasarkan analisis kurva permintaan diperoleh indikasi bahwa pada tingkat harga tiket sebesar Rp 5000 maka diperoleh penerimaan sebesar Rp 59.511.050,00. Penerimaan akan mencapai optimum pada harga tiket sebesar Rp 8.000 yakni sebesar Rp 69.416.080,00 dengan tidak mengabaikan fungsi sosial dan pendidikan harga tiket yang masuk sebenarnya bisa di tetapkan tidak setinggi dimana penerimaan mencapai optimum sehingga kawasan hutan wisata dapat berjalan dengan selaras dengan berbagai golongan masyarakat.","PeriodicalId":236852,"journal":{"name":"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-02-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"KAJIAN VALUASI EKONOMI WANA WISATA TAMAN HUTAN BERDASARKAN PENDAPAT MASYARAKAT PENGUNJUNG\",\"authors\":\"Y. Yustiani, E. Emilia, A. Permana\",\"doi\":\"10.23969/jcbeem.v1i1.1366\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Kajian ini bertujuan untuk menilai secara ekonomi karakteristik Taman Hutan Gunung Tangkuban Perahu sebagai objek wisata. Metode yang digunakan pada studi ini adalah menggunakan pendekatan Travel Cost Method atau yang dikenal dengan Metode Biaya Perjalanan, yang prinsipnya menggunakan biaya perjalanan untuk menghitung nilai permintaan rekreasi suatu sumber daya alam yang tidak memiliki harga pasar. Kajian ini menghasilkan suatu persamaan yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi pendapatan rata-rata per kapita, maka permintaan rekreasi juga akan semakin besar serta semakin tinggi biaya perjalanan akan menyebabkan berkurangnya jumlah pemintaan. Berdasarkan analisis kurva permintaan diperoleh indikasi bahwa pada tingkat harga tiket sebesar Rp 5000 maka diperoleh penerimaan sebesar Rp 59.511.050,00. Penerimaan akan mencapai optimum pada harga tiket sebesar Rp 8.000 yakni sebesar Rp 69.416.080,00 dengan tidak mengabaikan fungsi sosial dan pendidikan harga tiket yang masuk sebenarnya bisa di tetapkan tidak setinggi dimana penerimaan mencapai optimum sehingga kawasan hutan wisata dapat berjalan dengan selaras dengan berbagai golongan masyarakat.\",\"PeriodicalId\":236852,\"journal\":{\"name\":\"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management\",\"volume\":\"22 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2019-02-06\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.23969/jcbeem.v1i1.1366\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.23969/jcbeem.v1i1.1366","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
KAJIAN VALUASI EKONOMI WANA WISATA TAMAN HUTAN BERDASARKAN PENDAPAT MASYARAKAT PENGUNJUNG
Kajian ini bertujuan untuk menilai secara ekonomi karakteristik Taman Hutan Gunung Tangkuban Perahu sebagai objek wisata. Metode yang digunakan pada studi ini adalah menggunakan pendekatan Travel Cost Method atau yang dikenal dengan Metode Biaya Perjalanan, yang prinsipnya menggunakan biaya perjalanan untuk menghitung nilai permintaan rekreasi suatu sumber daya alam yang tidak memiliki harga pasar. Kajian ini menghasilkan suatu persamaan yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi pendapatan rata-rata per kapita, maka permintaan rekreasi juga akan semakin besar serta semakin tinggi biaya perjalanan akan menyebabkan berkurangnya jumlah pemintaan. Berdasarkan analisis kurva permintaan diperoleh indikasi bahwa pada tingkat harga tiket sebesar Rp 5000 maka diperoleh penerimaan sebesar Rp 59.511.050,00. Penerimaan akan mencapai optimum pada harga tiket sebesar Rp 8.000 yakni sebesar Rp 69.416.080,00 dengan tidak mengabaikan fungsi sosial dan pendidikan harga tiket yang masuk sebenarnya bisa di tetapkan tidak setinggi dimana penerimaan mencapai optimum sehingga kawasan hutan wisata dapat berjalan dengan selaras dengan berbagai golongan masyarakat.