Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Arang Tempurung Saboak

Wilda Listiani Dae Panie, Upik Syamsiar Rosnah, Twenfosel. O Dami Dato
{"title":"Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Arang Tempurung Saboak","authors":"Wilda Listiani Dae Panie, Upik Syamsiar Rosnah, Twenfosel. O Dami Dato","doi":"10.57089/jplk.v4i4.1242","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh campuran arang kotoran kambing dan tempurung saboak terhadap kualitas bakar briket bioarang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1꞊ kotoran kambing 25% dan tempurung saboak 75%, P2꞊ kotoran kambing 50% dan tempurung saboak 50%, P3꞊ kotoran kambing 75% dan tempurung saboak 25% dan P4꞊ kotoran kambing 100% . Variabel yang diteliti: temperatur bakar, ketahanan bakar, laju pembakaran, warna pembakaran, asap dan kemampuan mendidihkan air. Analisis keragaman menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap temperatur bakar, warna pembakaran, ketahanan bakar, laju pembakaran dan kemampuan mendidihkan air tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap asap. Rataan temperatur bakar 264,60 °C; laju pembakaran 2,29 g/m; ketahanan bakar 175 menit; warna pembakaran cenderung merah (skor 2,75); dan tidak ada asap (skor 3,98); kemampuan mendidihkan air 14,75 menit. Disimpulkan meningkatnya level kotoran kambing dalam campuran menghasilkan kualitas bakar briket dengan indikasi temperatur bakar yang menurun, laju pembakaran yang semakin cepat, ketahanan bakar lebih singkat, kemampuan mendidihkan air lebih lama dan mengurangi warna pembakaran, tetapi tidak menimbulkan asap. Kualitas bakar briket bioarang terbaik pada campuran arang kotoran kambing 25 % dan tempurung saboak 75 % (P1).\n------------------------\nKata kunci: briket bioarang, kotoran kambing, kualitas bakar, tempurung saboak.\n \nABSTRACT\nThe experiment goals was to determine burning quality of biocharcoal briquettes mixed of goat dung and lontar shell. The completely randomized design consist of 4 treatments and 4 replications was applied. Those treatments were P1꞊ 25% goat dung charcoal and 75% lontar shell, P2 ꞊ 50% goat dung charcoal and 50% lontar shell, P3 ꞊ goat dung charcoal 75% and 25% lontar shell and P4꞊ goat dung charcoal 100% .Variables observed were burning temperature, combustion rate, burning resistance, color and smoke and water boilling ability. The statistical analysys showed that treatment have a very significant effect (P<0.01) on burning temperature, combustion rate, burning resistance, color and water boiling ability but no significant (P>0.05) on smoke. The average of burning temperature 264.60 °C; combustion rate 2.29 g/m; burning resistance 175 minutes; fire color tend to red (2.75); without smoke (3.98); water boilling abillity 14.75 minutes. Increasing levels of goat dung in mixed produce biocharcoal briquettes indicated lower in burning temperature, burning resistance, fire color, and water boiling abillity, increase combustion rate, and without smoke. The best quality of biocharcoal briquettes founded at a mixture of 25% goat dung charcoal and 75% lontar shell (P1).\n------------------------------\nKeywords: biochar briquettes, burning quality, goat dung, saboak shells.","PeriodicalId":251106,"journal":{"name":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1242","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh campuran arang kotoran kambing dan tempurung saboak terhadap kualitas bakar briket bioarang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1꞊ kotoran kambing 25% dan tempurung saboak 75%, P2꞊ kotoran kambing 50% dan tempurung saboak 50%, P3꞊ kotoran kambing 75% dan tempurung saboak 25% dan P4꞊ kotoran kambing 100% . Variabel yang diteliti: temperatur bakar, ketahanan bakar, laju pembakaran, warna pembakaran, asap dan kemampuan mendidihkan air. Analisis keragaman menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap temperatur bakar, warna pembakaran, ketahanan bakar, laju pembakaran dan kemampuan mendidihkan air tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap asap. Rataan temperatur bakar 264,60 °C; laju pembakaran 2,29 g/m; ketahanan bakar 175 menit; warna pembakaran cenderung merah (skor 2,75); dan tidak ada asap (skor 3,98); kemampuan mendidihkan air 14,75 menit. Disimpulkan meningkatnya level kotoran kambing dalam campuran menghasilkan kualitas bakar briket dengan indikasi temperatur bakar yang menurun, laju pembakaran yang semakin cepat, ketahanan bakar lebih singkat, kemampuan mendidihkan air lebih lama dan mengurangi warna pembakaran, tetapi tidak menimbulkan asap. Kualitas bakar briket bioarang terbaik pada campuran arang kotoran kambing 25 % dan tempurung saboak 75 % (P1). ------------------------ Kata kunci: briket bioarang, kotoran kambing, kualitas bakar, tempurung saboak.   ABSTRACT The experiment goals was to determine burning quality of biocharcoal briquettes mixed of goat dung and lontar shell. The completely randomized design consist of 4 treatments and 4 replications was applied. Those treatments were P1꞊ 25% goat dung charcoal and 75% lontar shell, P2 ꞊ 50% goat dung charcoal and 50% lontar shell, P3 ꞊ goat dung charcoal 75% and 25% lontar shell and P4꞊ goat dung charcoal 100% .Variables observed were burning temperature, combustion rate, burning resistance, color and smoke and water boilling ability. The statistical analysys showed that treatment have a very significant effect (P<0.01) on burning temperature, combustion rate, burning resistance, color and water boiling ability but no significant (P>0.05) on smoke. The average of burning temperature 264.60 °C; combustion rate 2.29 g/m; burning resistance 175 minutes; fire color tend to red (2.75); without smoke (3.98); water boilling abillity 14.75 minutes. Increasing levels of goat dung in mixed produce biocharcoal briquettes indicated lower in burning temperature, burning resistance, fire color, and water boiling abillity, increase combustion rate, and without smoke. The best quality of biocharcoal briquettes founded at a mixture of 25% goat dung charcoal and 75% lontar shell (P1). ------------------------------ Keywords: biochar briquettes, burning quality, goat dung, saboak shells.
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
炭砖的质量是山羊粪和破坏壳炭的混合物
研究的目的是确定山葵和山葵壳的混合对生物燃料燃料质量的影响。使用的方法是随机设计,包含4种治疗和4次重复。这些待遇是P1 saboak壳꞊羊粪25%和75%,P2 saboak壳꞊羊粪50%和50%,P3꞊羊粪saboak壳25%和75% P4꞊羊粪100%。研究的变量:燃烧温度、可燃力、燃烧速度、燃烧颜色、烟雾和煮沸水的能力。多样性分析表明,对烟雾的影响非常明显(p0.05)。每月的温度烧264.60°C;燃烧速度为2.29 g/m;可再生燃料175分钟;燃烧呈红色(分数2.75);无烟(分数3.98);水中煮沸的能力是1475分钟。在混合物中加入羊粪的含量的增加会导致布里的燃烧质量有所下降,燃烧速度加快,燃烧效率较低,水的保质期较长,燃烧的颜色较低,但不会引起烟雾。最好的生物炭砖燃烧质量为25%的山羊粪和75%的干壳(P1)。关键字:生物炭砖,山羊粪,燃烧质量,破坏壳。抽象的目标是确定生物特征的燃烧质量完整的分级设计,包括四种试验和四种复制。那些treatments是P1꞊壳牌莎草山羊阮晋勇charcoal 25%和75%,壳牌P2莎草꞊山羊阮晋勇charcoal 50%和50%,P3꞊山羊宁录莎草charcoal 75%和25%的贝壳和P4꞊山羊阮晋勇charcoal 100%。Variables observed是抵抗燃烧,燃烧温度,combustion速率[烟和水boilling不在乎。统计分析显示,这种疗法对烟雾有非常重要的影响。《燃烧的温度平均264。60°C;燃烧速率2.29 g/m;燃烧阻力175分钟;火涂红色(2.75);无烟(3.98);14.75分钟混合品种的牛群星水平增加,以燃烧的温度、燃烧的阻力、火焰颜色和沸水、燃烧的速度增加,没有烟雾。生物charcharal briquettes在25%的角野草混合和75%的长尾壳(P1)中加入。------------------------------ 安装:biochar briquettes燃烧质量,山羊宁录saboak贝壳。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
期刊最新文献
Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Mayang Lontar Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Arang Tempurung Saboak Pengaruh Penggunaan Tepung Ubi Ungu (Ipomoea batatas L.), Daun Kelor serta Minyak Kelapa sebagai Pengganti Jagung terhadap Organoleptik Daging Broiler Penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) Dalam Silase Isi Rumen Sapi terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik dan Total Digestible Nutrient (TDN) secara In Vitro Rasio Efisiensi Protein dan Ukuran Linear Tubuh Babi Grower yang diberi Ransum Mengandung Kulit Pisang (musa Paradisiaca) Terfermentasi EM-4
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1