Validitas Modul Interaktif Berbasis Android pada Siswa Kelas VII SMP

I. Firdaus, Christina Khaidir, Elda Herlina
{"title":"Validitas Modul Interaktif Berbasis Android pada Siswa Kelas VII SMP","authors":"I. Firdaus, Christina Khaidir, Elda Herlina","doi":"10.31958/je.v2i1.2939","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This study aims to create a valid product to support learning resources for grade VII students at SMP Negeri 2 Sungayang, which is an interactive module. The module is designed in such a way that it can be accessed via android educators and students, so that it can make it easier for educators and students in implementing the online learning process. The type of research that researchers use is the type of research development or Research and Development (R&D) using the 4-D development model. This research only developed 3-D, due to time and cost limitations and the research was carried out in the middle of the Covid 19 pandemic, namely the define stage, design stage, development stage. The sample of this study was class VII at SMP Negeri 2 Sungayang. The research instrument consisted of: an interactive module validation sheet based on android. The data analysis technique is validation analysis. Based on the analysis of the research results, it was concluded that the interactive module based on android in class VII students of SMP Negeri 2 Sungayang was valid. The general criteria aspects of the product are categorized as very valid with a percentage of 82.1%, aspects of the special criteria are categorized as very valid with a percentage of 81.25%, practical aspects are categorized as valid with a percentage of 77.08% and technical aspects are categorized as valid with a percentage of 72, 2%. Overall the android-based interactive module has an average percentage of 78.15% validity, which means it is included in the valid category. Keyword: Validity, Android Based Interactive Module 1. Pendahulauan Proses pendidikan sudah di mulai sejak manusia itu dilahirkan, yaitu dalam lingkungan keluarga. Dilanjutkan dengan jenjang pendidikan formal, terstruktur dan sistematis dalam lingkungan sekolah. Di sekolah terjadi interaksi secara langsung, antar peserta didik sebagai peserta didik dan pendidik sebagai pendidik dalam suatu proses pembelajaran. Pembelajaran merupakan kegiatan utama dalam lingkungan sekolah yang dapat menentukan kualitas output sumber daya manusia. Dalam proses pembelajaran tersebut, pembelajaran matematika merupakan salah satu bagian dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam proses pembelajaran matematika, permasalahan yang selalu muncul pada saat pembelajaran berlangsung adalah sistem pembelajaran yang selama ini diterapkan. Di antaranya, belum teroptimalkannya hasil belajar peserta didik. Pembelajaran masih bersifat satu arah, sehingga peserta didik hanya dapat menguasai materi sebatas apa yang disampaikan oleh pendidik. Peserta didik lebih cenderung menghafal daripada memahami konsep (Diani, 2016). Kemudian menurut (Jusmawati et al., 2015) juga menyampaikan bahwa kebanyakan peserta didik merasakan kesulitan dan jenuh dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran matematika kurang efektif ditandai dengan kurangnya respon peserta didik, serta kurangnya aktivitas peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga dampak pada hasil belajar peserta didik tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya, menguraikan bahwa kebanyakan peserta didik hampir di setiap jenjang pendidikan Vol 2 No 1, Juli 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 2 mengeluhkan matematika bermula dari persoalan pembelajaran matematika yang dirasakan sulit dan membosankan sampai pada proses pembelajaran yang bersifat monoton sehingga berdampak pada kurangnya efektivitas pembelajaran yaitu kurangnya respon peserta didik dalam pembelajaran, kurangnya aktivitas peserta didik, dan rendahnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Di samping permasalahan yang peneliti jelaskan di atas, muncul sebuah krisis global di seluruh dunia yang mengguncang semua kehidupan. Pada saat sekarang ini dunia sedang diguncang krisis kesehatan global yang disebabkan oleh mewabahnya Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV). Selain kesehatan, wabah ini juga berdampak buruk bagi pendidikan dunia. Hal itu dikarenakan penutupan sekolah dan fasilitas pendidikan merupakan kebijakan yang harus diambil setiap negara terjangkit untuk meminimalisir penyebaran wabah tersebut. Sehingga aktivitas pembelajaran tatap muka dialihkan ke pembelajaran di rumah berbasis online (daring), termasuk di Indonesia sendiri. Dari wawancara peneliti dengan pendidik mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Sungayang, mengemukakan bahwa sekolah sudah menerapkan pembelajaran daring di mulai pada saat dikeluarkannya surat edaran No 4 tahun 2020 dari menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia, tepatnya tanggal 24 Maret 2020. Pelaksanaan pembelajaran ini dengan memanfatkan sosial media berupa whatsaap, line, google classroom dan sebagainya. Untuk penerapannya pendidik hanya memberikan tugas kepada peserta didik untuk membaca dan memahami buku paket secara mandiri kemudian diberikan latihan untuk dikumpulkan dalam waktu tertentu. Buku paket yang digunakan pendidik dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Sungayang hanya buku matematika kemdikbud edisi revisi 2017. Dari pernyataan pendidik di atas terlihat bahwa dalam penggunaan sumber belajar, pendidik masih belum mengoptimalkan penggunaannya. Padahal sumber belajar merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pembelajaran. Menurut (M Ichwan Zulfiansyah et al., 2016) kurangnya minat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar peserta didik juga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Sumber belajar yang memadai (kuantitas dan kualitas), akan menjadi stimulasi yang menarik bagi peserta didik, sehingga pada akhirnya akan berpengaruh pada hasil belajar peserta didik yang optimal sesuai dengan yang diharapkan oleh pendidik, orang tua, dan peserta didik itu sendiri. Hal ini didukung dengan temuan peneliti di lapangan yang menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik selama pembelajaran daring belum maksimal. Ketuntasan hasil belajar peserta didik belum bisa dikatakan tuntas secara klasikal karena masih belum sampai 65%. Sebagaimana yang disampaikan (Rosna, 2014) bahwa suatu kelas dikatakan tuntas secara klasikal jika persentasi ketuntasan hasil belajar siswa sekurang-kurangnya 65%. Dari uraian yang sudah jelaskan, terlihat bahwa kreativitas pendidik dalam pemanfaatan dan pengolahan sumber belajar juga sangat diperlukan terutama di tengah pembelajaran yang bersifat daring. Hal ini disebabkan karena pada proses pembelajaran daring yang tanpa melakukan tatap muka antara pendidik dan peserta didik ini, sumber belajar harus bisa menjadi wadah pengganti peranan pendidik tersebut dalam melakukan pembelajaran terhadap peserta didik. Sebagaimana yang disampaikan (Sanjaya, 2008) peran pendidik dalam proses pembelajaran hanya sebagai fasilitator dan motivator. Pendidik sebagai fasilitator harus mampu menyiapkan desain pembelajaran semaksimal mungkin untuk memudahkan peserta didik memahami materi yang akan dipelajarinya. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber belajar. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah produk pembelajaran sebagai penambah sumber belajar di SMP Negeri 2 Sungayang sekaligus membantu peserta didik belajar secara mandiri, yaitu bahan ajar berupa modul. Alasan peneliti memilih modul karena dapat membantu peserta didik untuk belajar mandiri, sehingga cocok untuk membantu peserta didik melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi covid 19. Menurut Mudlofir Vol 2 No 1, Juli 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 3 bahan ajar (modul) adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik, yang meliputi materi ajar, metode dan evaluasi yang digunakan secara mandiri. Modul merupakan salah satu bahan ajar cetak yang disusun sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat belajar secara individual (Kuswono & Khaeroni, 2017). Agar modul ini selain bisa membantu peserta didik belajar mandiri, tetapi juga bisa mengatasi masalah masalah pembelajaran seperti rendahnya hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Sungayang, peneliti juga akan memodifikasi modul tersebut menjadi modul interaktif. Karena dengan modul interaktif memungkinkan peserta didik melibatkan beberapa alat indranya baik pendengaran, penglihatan, maupun lisan sehingga menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan diharapkan bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Sebagaimana yang disampaikan (Sanjaya, 2008) pengetahuan itu diperoleh dari pengalaman langsung dan tidak langsung. Semakin langsung objek yang dipelajari maka semakin konkret pengetahuan yang diperoleh, semakin tidak langsung pengetahuan itu diperoleh maka semakin abstrak pengetahuan peserta didik. Kemudian, karena saat sekarang ini teknologi sudah semakin menguasai kehidupan di mana banyak sekali produk-produk yang diciptakan guna memudahkan urusan manusia, salah satunya android. Android tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sekarang ini, karena dengan adanya android dapat memberikan banyak kemudahan dalam penggunaannya. Android seakan sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi manusia, karena mayoritas sudah memiliknya, termasuk di SMP Negeri 2 Sungayang. Sebagaimana yang disampaikan pendidik di SMP Negeri 2 Sungayang bahwa untuk penerapan pembalajaran daring pihak sekolah sudah mendata ketersedian android masing masing siswa guna menunjang pembelajaran daring tersebut. Untuk kelas yang peneliti jadikan subjek penelitian, yaitu kelas VII didapatkan bahwa semua siswa sudah memiliki android, baik itu milik pribadi maupun menggunakan android anggota keluarga lainnya. Untuk itu peneliti mencoba memanfaatkan android ini untuk memudahkan proses pembelajaran terutama di tengah situasi covid 19 saat sekarang ini dengan cara mengembangkan modul interaktif berbasis android sehingga modul interaktif tersebut bisa diinstall dan dioperasikan melalui gadget (android) masing masing peserta didik. Jadi ini juga merupakan suatu terobosan baru bagi pembelajaran di SMP Negeri 2 Sungayang khususnya yang menyesuaikan dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0. Berdasarkan jabara","PeriodicalId":244772,"journal":{"name":"Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA","volume":"384 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31958/je.v2i1.2939","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

This study aims to create a valid product to support learning resources for grade VII students at SMP Negeri 2 Sungayang, which is an interactive module. The module is designed in such a way that it can be accessed via android educators and students, so that it can make it easier for educators and students in implementing the online learning process. The type of research that researchers use is the type of research development or Research and Development (R&D) using the 4-D development model. This research only developed 3-D, due to time and cost limitations and the research was carried out in the middle of the Covid 19 pandemic, namely the define stage, design stage, development stage. The sample of this study was class VII at SMP Negeri 2 Sungayang. The research instrument consisted of: an interactive module validation sheet based on android. The data analysis technique is validation analysis. Based on the analysis of the research results, it was concluded that the interactive module based on android in class VII students of SMP Negeri 2 Sungayang was valid. The general criteria aspects of the product are categorized as very valid with a percentage of 82.1%, aspects of the special criteria are categorized as very valid with a percentage of 81.25%, practical aspects are categorized as valid with a percentage of 77.08% and technical aspects are categorized as valid with a percentage of 72, 2%. Overall the android-based interactive module has an average percentage of 78.15% validity, which means it is included in the valid category. Keyword: Validity, Android Based Interactive Module 1. Pendahulauan Proses pendidikan sudah di mulai sejak manusia itu dilahirkan, yaitu dalam lingkungan keluarga. Dilanjutkan dengan jenjang pendidikan formal, terstruktur dan sistematis dalam lingkungan sekolah. Di sekolah terjadi interaksi secara langsung, antar peserta didik sebagai peserta didik dan pendidik sebagai pendidik dalam suatu proses pembelajaran. Pembelajaran merupakan kegiatan utama dalam lingkungan sekolah yang dapat menentukan kualitas output sumber daya manusia. Dalam proses pembelajaran tersebut, pembelajaran matematika merupakan salah satu bagian dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam proses pembelajaran matematika, permasalahan yang selalu muncul pada saat pembelajaran berlangsung adalah sistem pembelajaran yang selama ini diterapkan. Di antaranya, belum teroptimalkannya hasil belajar peserta didik. Pembelajaran masih bersifat satu arah, sehingga peserta didik hanya dapat menguasai materi sebatas apa yang disampaikan oleh pendidik. Peserta didik lebih cenderung menghafal daripada memahami konsep (Diani, 2016). Kemudian menurut (Jusmawati et al., 2015) juga menyampaikan bahwa kebanyakan peserta didik merasakan kesulitan dan jenuh dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran matematika kurang efektif ditandai dengan kurangnya respon peserta didik, serta kurangnya aktivitas peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga dampak pada hasil belajar peserta didik tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya, menguraikan bahwa kebanyakan peserta didik hampir di setiap jenjang pendidikan Vol 2 No 1, Juli 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 2 mengeluhkan matematika bermula dari persoalan pembelajaran matematika yang dirasakan sulit dan membosankan sampai pada proses pembelajaran yang bersifat monoton sehingga berdampak pada kurangnya efektivitas pembelajaran yaitu kurangnya respon peserta didik dalam pembelajaran, kurangnya aktivitas peserta didik, dan rendahnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Di samping permasalahan yang peneliti jelaskan di atas, muncul sebuah krisis global di seluruh dunia yang mengguncang semua kehidupan. Pada saat sekarang ini dunia sedang diguncang krisis kesehatan global yang disebabkan oleh mewabahnya Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV). Selain kesehatan, wabah ini juga berdampak buruk bagi pendidikan dunia. Hal itu dikarenakan penutupan sekolah dan fasilitas pendidikan merupakan kebijakan yang harus diambil setiap negara terjangkit untuk meminimalisir penyebaran wabah tersebut. Sehingga aktivitas pembelajaran tatap muka dialihkan ke pembelajaran di rumah berbasis online (daring), termasuk di Indonesia sendiri. Dari wawancara peneliti dengan pendidik mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Sungayang, mengemukakan bahwa sekolah sudah menerapkan pembelajaran daring di mulai pada saat dikeluarkannya surat edaran No 4 tahun 2020 dari menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia, tepatnya tanggal 24 Maret 2020. Pelaksanaan pembelajaran ini dengan memanfatkan sosial media berupa whatsaap, line, google classroom dan sebagainya. Untuk penerapannya pendidik hanya memberikan tugas kepada peserta didik untuk membaca dan memahami buku paket secara mandiri kemudian diberikan latihan untuk dikumpulkan dalam waktu tertentu. Buku paket yang digunakan pendidik dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Sungayang hanya buku matematika kemdikbud edisi revisi 2017. Dari pernyataan pendidik di atas terlihat bahwa dalam penggunaan sumber belajar, pendidik masih belum mengoptimalkan penggunaannya. Padahal sumber belajar merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pembelajaran. Menurut (M Ichwan Zulfiansyah et al., 2016) kurangnya minat memanfaatkan sumber belajar yang berada di sekitar peserta didik juga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Sumber belajar yang memadai (kuantitas dan kualitas), akan menjadi stimulasi yang menarik bagi peserta didik, sehingga pada akhirnya akan berpengaruh pada hasil belajar peserta didik yang optimal sesuai dengan yang diharapkan oleh pendidik, orang tua, dan peserta didik itu sendiri. Hal ini didukung dengan temuan peneliti di lapangan yang menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik selama pembelajaran daring belum maksimal. Ketuntasan hasil belajar peserta didik belum bisa dikatakan tuntas secara klasikal karena masih belum sampai 65%. Sebagaimana yang disampaikan (Rosna, 2014) bahwa suatu kelas dikatakan tuntas secara klasikal jika persentasi ketuntasan hasil belajar siswa sekurang-kurangnya 65%. Dari uraian yang sudah jelaskan, terlihat bahwa kreativitas pendidik dalam pemanfaatan dan pengolahan sumber belajar juga sangat diperlukan terutama di tengah pembelajaran yang bersifat daring. Hal ini disebabkan karena pada proses pembelajaran daring yang tanpa melakukan tatap muka antara pendidik dan peserta didik ini, sumber belajar harus bisa menjadi wadah pengganti peranan pendidik tersebut dalam melakukan pembelajaran terhadap peserta didik. Sebagaimana yang disampaikan (Sanjaya, 2008) peran pendidik dalam proses pembelajaran hanya sebagai fasilitator dan motivator. Pendidik sebagai fasilitator harus mampu menyiapkan desain pembelajaran semaksimal mungkin untuk memudahkan peserta didik memahami materi yang akan dipelajarinya. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber belajar. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah produk pembelajaran sebagai penambah sumber belajar di SMP Negeri 2 Sungayang sekaligus membantu peserta didik belajar secara mandiri, yaitu bahan ajar berupa modul. Alasan peneliti memilih modul karena dapat membantu peserta didik untuk belajar mandiri, sehingga cocok untuk membantu peserta didik melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi covid 19. Menurut Mudlofir Vol 2 No 1, Juli 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 3 bahan ajar (modul) adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik, yang meliputi materi ajar, metode dan evaluasi yang digunakan secara mandiri. Modul merupakan salah satu bahan ajar cetak yang disusun sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat belajar secara individual (Kuswono & Khaeroni, 2017). Agar modul ini selain bisa membantu peserta didik belajar mandiri, tetapi juga bisa mengatasi masalah masalah pembelajaran seperti rendahnya hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Sungayang, peneliti juga akan memodifikasi modul tersebut menjadi modul interaktif. Karena dengan modul interaktif memungkinkan peserta didik melibatkan beberapa alat indranya baik pendengaran, penglihatan, maupun lisan sehingga menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan diharapkan bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Sebagaimana yang disampaikan (Sanjaya, 2008) pengetahuan itu diperoleh dari pengalaman langsung dan tidak langsung. Semakin langsung objek yang dipelajari maka semakin konkret pengetahuan yang diperoleh, semakin tidak langsung pengetahuan itu diperoleh maka semakin abstrak pengetahuan peserta didik. Kemudian, karena saat sekarang ini teknologi sudah semakin menguasai kehidupan di mana banyak sekali produk-produk yang diciptakan guna memudahkan urusan manusia, salah satunya android. Android tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sekarang ini, karena dengan adanya android dapat memberikan banyak kemudahan dalam penggunaannya. Android seakan sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi manusia, karena mayoritas sudah memiliknya, termasuk di SMP Negeri 2 Sungayang. Sebagaimana yang disampaikan pendidik di SMP Negeri 2 Sungayang bahwa untuk penerapan pembalajaran daring pihak sekolah sudah mendata ketersedian android masing masing siswa guna menunjang pembelajaran daring tersebut. Untuk kelas yang peneliti jadikan subjek penelitian, yaitu kelas VII didapatkan bahwa semua siswa sudah memiliki android, baik itu milik pribadi maupun menggunakan android anggota keluarga lainnya. Untuk itu peneliti mencoba memanfaatkan android ini untuk memudahkan proses pembelajaran terutama di tengah situasi covid 19 saat sekarang ini dengan cara mengembangkan modul interaktif berbasis android sehingga modul interaktif tersebut bisa diinstall dan dioperasikan melalui gadget (android) masing masing peserta didik. Jadi ini juga merupakan suatu terobosan baru bagi pembelajaran di SMP Negeri 2 Sungayang khususnya yang menyesuaikan dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0. Berdasarkan jabara
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
七年级学生的互动Android模块的有效性
本研究旨在创造一个有效的产品,以支持七年级学生的学习资源,这是一个互动模块。该模块是这样设计的,它可以通过android教育工作者和学生访问,所以它可以使它更容易为教育工作者和学生实施在线学习过程。研究人员使用的研究类型是研究开发类型或使用4-D开发模型的研究与开发(R&D)。由于时间和成本的限制,本研究只开发了3d,并且研究是在Covid - 19大流行中期进行的,即定义阶段,设计阶段,开发阶段。本研究的样本为Sungayang SMP Negeri 2的VII班。研究工具包括:基于android的交互式模块验证表。数据分析技术为验证分析。通过对研究结果的分析,得出基于android的互动模块在SMP Negeri 2 Sungayang七年级学生中是有效的。产品的一般标准方面被归类为非常有效,百分比为82.1%,特殊标准方面被归类为非常有效,百分比为81.25%,实用方面被归类为有效,百分比为77.08%,技术方面被归类为有效,百分比为72,2。总体而言,基于android的交互模块的平均有效性百分比为78.15%,这意味着它属于有效类别。关键词:有效性,基于Android的交互模块Pendahulauan Proses pendidikan sudah di mulai sejak manusia itu dilahirkan, yititdalam lingkungan keluarga。Dilanjutkan dengan jenjang pendidikan formal, terstruktur dan sistematis dalam lingkungan sekolah。disekolah terjadi interaksi secara langsung, antar peserta didik sebagai peserta didik danpendidik pendidik dalam suatu propropenbelajaran。彭贝拉加兰,merupakan, kegiatan, utama, dalam, lingkungan, sekolah, dalat, menentukan, kualitas,输出,数量,天。Dalam写pembelajaran tersebut, pembelajaran matematika merupakan salah satu bagian Dalam写pembelajaran tersebut。Dalam提出了penbelajaran matematika, permasalahan yang selalu muncul pada saat penbelajaran berlangsung adalah system penbelajaran yang selama ini diiterapkan。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。penbelajaran masih bersifat satu arah, sehinga peserta didik hanya dapat menguasai materi sebatas apa yang disampaikan oleh pendidik。[j] .中国科学院学报,2016。Kemudian menurut (Jusmawati et al., 2015) juga menyampaikan bahwa kebanyakan peserta didik merasakan kesulitan dan jenuh dalam提出pembelajaran sehinga pembelajaran matematika kurang efektif ditandai dengan kurangnya响应peserta didik, serta kurangnya aktivitas peserta didik dalam pelaksanaan penbelajaran sehinga dampak padil belajar peserta didik tidak sesuai dengan yang diharapkan。Dalam penelitian-penelitian sebelumnya, menguraikan bahwa kebanyakan peserta didik hampir di setiap jenjang pendidikan第2卷第1期,2021年7月彭别拉贾兰学报(MIPA) 2 . mengeluhkan matematika bermuldari person . penbelajan matematika yang diasakan sulit . dan membosankan sampai pada .提出彭别拉贾兰yang bersifat monoton . seingga berdampak paada kurangnya efektivitas pembelajan yitu kurangnya responpeserta didik dalam pembelajan, kurangnya aktivitas peserta didik, dan rendahnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik。disamping permasalahan yang peneliti jelaskan Di数据,muncul sebuah危机全球diselurudua yang menggunang semua kehidupan。新的冠状病毒2019 (2019- ncov)是一种新型冠状病毒。Selain kesehatan, wabah ini juga berdampak buruk bagi pendidikan dunia。halitu dikarenakan penutupan sekolah danfasilitas pendidikan merupakan kebijakan yang harus diambil seap negara terjangkit untuk minimalisir penyebaran wabah tersebut。sehinga aktivitas pembelajaran tatap muka dialihkan ke pembelajaran di rumah berbasis online(大胆),termasuk di Indonesia sendiri。2 . Negeri Sungayang, mengemukakan bahwa sekolah sudah menerapkan pembelajaran dalan No . 4, tahun 2020, Dari ministry of pendidikan dan kebudayan共和国印度尼西亚,tepatnya tanggal 24市场2020。Pelaksanaan pembelajaran ini denengan memanfatan社交媒体公司如whatsaap, line, google教室和sebagainya。为她penerapannya pendidik hanya memberikan tugas kepada peserta didik为她membaca丹memahami buku寄mandiri secara预计今年kemudian diberikan latihan为她dikumpulkan dalam waktu tertentu。 教育工作者在sma Negeri 2的数学学习中使用的包,它是唯一的数学教科书复写在2017年修订版。从上述教育工作者的陈述可以看出,在使用学习资源时,教育工作者还没有优化其使用。而学习资源是决定学习结果的重要因素之一。根据(M . Ichwan Zulfiansyah et al., 2016年),对学习者周围的学习资源缺乏兴趣也会影响学习者的学习结果。足够的学习资源(数量和质量)将成为学习者感兴趣的刺激,最终将影响学习者的最佳学习结果,如教育工作者、家长和学习者自己所期望的。这与实地研究人员的发现相一致,该研究表明,学习者在在线学习过程中学习的结果还不是最大的。学习者的研究结果不能被分类,因为它还没有达到65%。正如所述(Rosna, 2014),如果学生学习成绩至少有65%的百分比,那么一门课就被分类结算了。从描述中可以看出,利用和处理学习资源的教育工作者的创造力也是必不可少的,尤其是在在线学习的过程中。这是因为在这种教育工作者和学习者之间不进行面对面的在线学习过程中,学习资源应该能够代替教育工作者在学习者的学习中所扮演的角色。正如(Sanjaya, 2008)所指出的那样,教育工作者在学习过程中的作用只能作为主持人和激励者。教育工作者作为辅导员必须能够准备尽可能多的学习设计,以帮助学习者理解将要学习的材料。一种是利用学习资源。因此,研究人员有兴趣开发一种学习产品,以增强sma Negeri 2的学习资源,帮助学习者独立学习,也就是模块形式的教学材料。研究人员选择模块的原因是,它可以帮助学习者自学,使其能够在科维德19大流行中帮助学习者进行学习。根据Mudlofir第2号,2021年7月1日的《教育》杂志:MIPA 3教材(模块)是一种有系统地组织起来的有趣的教学材料,包括自学材料、方法和评估。模块是一种印刷材料,目的是让学习者可以单独学习(Kuswono & Khaeroni, 2017)。为了帮助学习者独立学习,也为了解决学习问题,比如SMP Negeri 2的学习者学习水平较低,研究人员还将将模块转换为交互模块。因为有了交互式模块,学习者可以使用一些听觉、视觉和听觉的感官工具,从而使学习更有意义,并期望增加学习者的活动和学习成果。正如(Sanjaya, 2008)所言,这些知识来自直接和间接的经验。学习对象越直接,获得的知识就越具体,获得的知识越间接,学习者的知识就越抽象。然后,因为现在技术越来越掌握了生活在哪里,很多创造的产品,以促进人类的事务,其中一个机器人。安卓系统无法脱离当今社会的生活,因为有了安卓系统,它可以大大方便地使用它。Android好像变成了一个人类的必需品,因为大多数人都已经有了,包括在全国初中2 Sungayang。正如教育家在全国初中2所传达的Sungayang到android应用在线pembalajaran学校评估而定了每个城市的学生,以维持这些在线学习。课堂的研究人员让研究对象,即获得七年级所有学生已经有了安卓,无论是私人财产还是使用android,而其他家庭成员。为方便研究人员试图利用android这中间的学习过程,尤其是covid 19目前的情况如何发展模块基于android的互动,这些互动可以秘密摄像头模块和通过其他设备操作(android)每人学习者。 因此,这也是河滨中学的一项新突破,特别是能适应工业革命时代日益复杂的技术发展。根据jabara
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
期刊最新文献
Innovative Teaching Tools: Creating a Guided Inquiry Chemistry E-Module with FLIP PDF Support for Understanding Atom Developmentand the Periodic System of Elements Peningkatan Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Problem Based Instruction (PBI) Validasi Modul Elektronik Gejala Pemanasan Global Terintegrasi Al-Qur’an dengan Model Contextual Teaching Learning (CTL) untuk Siswa Kelas XI SMA/MA Pengembangan Modul Biologi Berbasis Learning Cycle 7E Materi Sistem Ekskresi Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) Pada Hasil Belajar Biologi Kelas X SMA
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1