Buletin Kebun Raya, T. Moore, P. Darma, Rajif Iryadi, Info Artikel
{"title":"STUDI KESESUAIAN HABITAT Dicksonia blumei (Kunze) T.Moore DENGAN PENDEKATAN PENGINDRAAN JAUH DI KAWASAN HUTAN BUKIT TAPAK, BEDUGUL, BALI","authors":"Buletin Kebun Raya, T. Moore, P. Darma, Rajif Iryadi, Info Artikel","doi":"10.14203/bkr.v24i2.627","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Dicksonia blumei (Kunze) T.Moore merupakan salah satu jenis paku pohon yang diprioritaskan untuk dikonservasi sebagaimana yang diamanatkan di dalam CITES appendix II. Salah satu sebaran alaminya adalah Kepulauan Sunda Kecil dimana tercatat ada sepuluh spesimen D. blumei di Bali (Batukaru dan Bedugul). Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai kesesuaian habitat dan arahan lokasi untuk reintroduksi jenis D. blumei di Bukit Tapak, Bedugul, Bali. Permodelan dilakukan dengan metode maksimum entropi (Maxent). Data yang digunakan dalam penelitian adalah topografi, iklim dan tanah dimana tersebar titik D. blumei di Bali. Data tersebut kemudian digabungkan dengan data keberadaan Alsophila latebrosa sebagai salah satu inang tumbuh dari D. blumei di alam. Performa model menunjukkan hasil yang luar biasa dengan nilai training data Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,997 dan nilai test data AUC sebesar 0,967. Variabel iklim yang paling dominan adalah b10 (rerata suhu pada quartal terpanas) yaitu 25,8%. Zonasi kesesuaian habitat D. blumei juga cukup luas yaitu ± 15 km2 pada kawasan Bedugul (Kabupaten Tabanan dan Buleleng). Detail titik lokasi untuk arahan reintroduksi/restorasi didapatkan dengan menggunakan interpretasi citra Pleaides melalui proses perhitungan statistik spectral library dari kanopi A. latebrosa. Hasil deteksi dengan pendekatan interpretasi citra Pleiades diperoleh akurasi sebesar 88%. Hasil penggabungan informasi kesesuaian habitat D. blumei dan titik sebaran A. latebrosa menunjukkan 28 titik lokasi di bagian barat daya hingga barat laut Bukit Tapak yang diprediksi sesuai sebagai lokasi reintroduksi D. blumei.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Buletin Kebun Raya","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.14203/bkr.v24i2.627","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Dicksonia blumei (Kunze) T.Moore merupakan salah satu jenis paku pohon yang diprioritaskan untuk dikonservasi sebagaimana yang diamanatkan di dalam CITES appendix II. Salah satu sebaran alaminya adalah Kepulauan Sunda Kecil dimana tercatat ada sepuluh spesimen D. blumei di Bali (Batukaru dan Bedugul). Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai kesesuaian habitat dan arahan lokasi untuk reintroduksi jenis D. blumei di Bukit Tapak, Bedugul, Bali. Permodelan dilakukan dengan metode maksimum entropi (Maxent). Data yang digunakan dalam penelitian adalah topografi, iklim dan tanah dimana tersebar titik D. blumei di Bali. Data tersebut kemudian digabungkan dengan data keberadaan Alsophila latebrosa sebagai salah satu inang tumbuh dari D. blumei di alam. Performa model menunjukkan hasil yang luar biasa dengan nilai training data Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,997 dan nilai test data AUC sebesar 0,967. Variabel iklim yang paling dominan adalah b10 (rerata suhu pada quartal terpanas) yaitu 25,8%. Zonasi kesesuaian habitat D. blumei juga cukup luas yaitu ± 15 km2 pada kawasan Bedugul (Kabupaten Tabanan dan Buleleng). Detail titik lokasi untuk arahan reintroduksi/restorasi didapatkan dengan menggunakan interpretasi citra Pleaides melalui proses perhitungan statistik spectral library dari kanopi A. latebrosa. Hasil deteksi dengan pendekatan interpretasi citra Pleiades diperoleh akurasi sebesar 88%. Hasil penggabungan informasi kesesuaian habitat D. blumei dan titik sebaran A. latebrosa menunjukkan 28 titik lokasi di bagian barat daya hingga barat laut Bukit Tapak yang diprediksi sesuai sebagai lokasi reintroduksi D. blumei.