Postpartum Hemorrhage: Kegawatdaruratan dalam Persalinan Ibu Hamil

Ni Putu Narithya Julieta, Made Kurnia Widiastuti Giri
{"title":"Postpartum Hemorrhage: Kegawatdaruratan dalam Persalinan Ibu Hamil","authors":"Ni Putu Narithya Julieta, Made Kurnia Widiastuti Giri","doi":"10.23887/gm.v1i1.31709","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Postpartum hemorrhage merupakan penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil utamanya pada negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kondisi yang di kelompokkan dalam 4T yaitu tone, tissue, trauma, dan trombosis namun atoni uteri yang termasuk dalam kelompok tone menempati posisi teratas. Tingginya angka kematian di negara berkembang memiliki korelasi dengan penatalaksanaan manajemen aktif kala tika. Ketersediaan oksitosin dan uterotonikyang terbatas di berbagai wilayah menyebabkan manajemen aktif kala tiga tidak bisa dilakukan, hal ini berpotensi tinggi berujung pada postpartum hemorrhage. Di lain sisi, aspek kultur budaya, sosial, ekonomi, dan tingkat pendidikan dari masyarakat juga mempengaruhi tingkat mortalitas dari postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage terjadi dengan cepat dan tak terprediksi sehingga klinisi harus segera menyadari saat hal ini terjadi. Hingga saat ini belum ada algoritma tatalaksana yang pasti terkait pencegahan postpartum hemorrhage namun kunci dari keberhasilan penanganan adalah identifikasi penyebab perdarahan yang akurat dan cepat. Identifikasi dari postpartum hemorrhage dapat dilakukan dengan Obstetric Shock Index (OSI), sistem pengukuran menggunakan Quantitative Blood Loss (QBL), dan The Rule of 30. Penatalaksanaan terkait postpartum hemorrhage disesuaikan dengan kondisi dari ibu saat persalinan dan juga tahapan persalinan. Pasien dengan resiko postpartum hemorrhage akan mendapatkan tatalaksana yang berbeda baik pada kala satu, kala dua, dan kala tiga. Kunci dari pencegahan postpartum hemorrhage adalah dengan pemberian oksitosin dan uterotonik. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan program pengenalan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan serta melakukan manajemen aktif kala tiga Kata kunci: Postpartum hemorrhage, kematian, ibu hamil","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Ganesha Medicine","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i1.31709","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Postpartum hemorrhage merupakan penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil utamanya pada negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kondisi yang di kelompokkan dalam 4T yaitu tone, tissue, trauma, dan trombosis namun atoni uteri yang termasuk dalam kelompok tone menempati posisi teratas. Tingginya angka kematian di negara berkembang memiliki korelasi dengan penatalaksanaan manajemen aktif kala tika. Ketersediaan oksitosin dan uterotonikyang terbatas di berbagai wilayah menyebabkan manajemen aktif kala tiga tidak bisa dilakukan, hal ini berpotensi tinggi berujung pada postpartum hemorrhage. Di lain sisi, aspek kultur budaya, sosial, ekonomi, dan tingkat pendidikan dari masyarakat juga mempengaruhi tingkat mortalitas dari postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage terjadi dengan cepat dan tak terprediksi sehingga klinisi harus segera menyadari saat hal ini terjadi. Hingga saat ini belum ada algoritma tatalaksana yang pasti terkait pencegahan postpartum hemorrhage namun kunci dari keberhasilan penanganan adalah identifikasi penyebab perdarahan yang akurat dan cepat. Identifikasi dari postpartum hemorrhage dapat dilakukan dengan Obstetric Shock Index (OSI), sistem pengukuran menggunakan Quantitative Blood Loss (QBL), dan The Rule of 30. Penatalaksanaan terkait postpartum hemorrhage disesuaikan dengan kondisi dari ibu saat persalinan dan juga tahapan persalinan. Pasien dengan resiko postpartum hemorrhage akan mendapatkan tatalaksana yang berbeda baik pada kala satu, kala dua, dan kala tiga. Kunci dari pencegahan postpartum hemorrhage adalah dengan pemberian oksitosin dan uterotonik. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan program pengenalan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan serta melakukan manajemen aktif kala tiga Kata kunci: Postpartum hemorrhage, kematian, ibu hamil
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
产后出血是孕产妇死亡率最高的国家,主要是发展中国家。它是由4组不同的状态引起的,即调音、组织、创伤和血栓,但属于调音组的子宫内的“子宫”处于最高位置。发展中国家的高死亡率与远程管理智慧相关。催产素和子宫激素在不同地区的有限可用性导致三种不可能实现的现役管理,高潜在的产后出血。另一方面,文化、社会、经济和社会教育水平也影响了产后出血的死亡率。产后出血发生得如此之快,如此不可预测,以至于医生们应该立即意识到这一点。到目前为止,还没有确定的治疗方法与产后出血预防有关,但治疗成功的关键是准确和快速的出血原因。产后出血的鉴定可以通过Obstetric休克指数(OSI)、测量系统使用的数量损失(QBL)和30的Rule进行。产后出血的安排适应了母亲分娩和分娩阶段的情况。患有产后出血风险的患者在一、二、三方面会有不同的看法。预防产后出血的关键是催产素和子宫滋补品。预防措施可以通过启动卫生设施的识别和使用和执行三个关键字的积极管理:产后出血、死亡、孕妇
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
期刊最新文献
The Overview of Spinal Cord Injury TATALAKSANA TERKINI INFEKSI KAKI DIABETES KAJIAN TERHADAP KLAIM “ARAK BALI DAN KOPI CAMPUR ARAK SEMBUHKAN COVID-19” EFEKTIVITAS EKSTRAK PROPOLIS DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA HEWAN UJI Asthenopia: Diagnosis, Tatalaksana, Terapi
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1