首页 > 最新文献

Ganesha Medicine最新文献

英文 中文
The Overview of Spinal Cord Injury 脊髓损伤概述
Pub Date : 2021-12-29 DOI: 10.23887/gm.v1i2.39735
I. G. S. Dinata, Anak Agung Gede Wira Pratama Yasa
Spinal cord injury (SCI) atau cedera medula spinalis adalah suatu kondisi gangguan pada medula spinalis atau sumsum tulang belakang dengan gejala fungsi neurologis mulai dari fungsi motorik, sensorik, dan otonomik, yang dapat berujung menjadi kecacatan menetap hingga kematian. Menurut WHO, SCI diperkirakan terjadi sebanyak 40-80 kasus per 1 juta penduduk dalam setahun. Kasus traumatis menjadi faktor tersering penyebab SCI (90%) mulai dari kecelakaan lalu lintas, jatuh, rekreasi, dan pekerjaan. Sehingga pasien yang mengalami trauma multipel patut dicurigai terkena SCI. Gejala dapat bervariasi tergantung tingkat lokasi dan keparahan lesi cedera yang dapat berupa gejala neurologis seperti nyeri pada bagian tengah dari punggung, parasthesia, hingga penurunan kesadaran pada pasien. Mekanisme terjadinya SCI dapat terjadi secara langsung atau cedera primer dan apabila pasien tidak diberikan penanganan segera dan adekuat, cedera primer akan berlanjut menjadi cedera sekunder. Informasi yang didapatkan sebelum pasien masuk ke unit gawat darurat penting untuk didapatkan seperti mekanisme dari terjadinya cedera, dan penanganan pre-hospital. Penanganan pasien SCI dapat menggunakan teknik ABCD dan dapat dilakukan tindakan pembedahan darurat apabila pasien memiliki faktor risiko tertentu. Bila pasien tidak mendapat penanganan intensif dan segera, maka cedera dapat berlanjut menjadi defisit neurologis serta kecacatan yang menetap hingga akhir hayat pasien. Maka dari itu, penting bagi kita sebagai seorang klinisi untuk mengetahui dari struktur anatomi dan fisiologi medula spinalis, epidemiologi, etiologi, patogenesis, gejala klinis, diagnosis, tatalaksana, serta prognosis dari SCI, sehingga dapat melakukan pengamatan dan penanganan awal pada pasien yang terindikasi SCI.
脊髓脊髓损伤(SCI)是脊髓脊髓或脊髓脊髓损伤,其神经功能从运动、感官和自主功能开始,可导致永久性损伤,直至死亡。根据世卫组织的数据,SCI估计每年有40-80例病例发生。创伤性病例是造成交通事故、跌倒、娱乐和就业的最常见因素。因此,遭受多重创伤的患者应该受到SCI的怀疑。症状可能取决于伤口的位置和病变程度和病变程度,这些症状可以是神经症状,如背部中部的疼痛,残缺不全,或病人意识的降低。SCI发生的机制可以直接或初级伤害,如果患者不立即处理和处理,主要伤害将继续成为次要伤害。在病人进入紧急急救室之前获得的信息,如损伤发生的机制和术前护理。SCI患者管理人员可以使用ABCD技术,在患者有特定危险因素的情况下可以进行紧急手术。如果病人得不到重症监护和立即得到治疗,那么伤害可能会继续变成神经缺陷和持续存在的残疾,一直持续到病人生命结束。因此,作为一名临床医生,我们必须熟悉脊髓灰质炎的解剖和生理结构、流行病学、病理学、病原、临床症状、诊断、视力和预后,以便在有症状的SCI患者中进行初步观察和治疗。
{"title":"The Overview of Spinal Cord Injury","authors":"I. G. S. Dinata, Anak Agung Gede Wira Pratama Yasa","doi":"10.23887/gm.v1i2.39735","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.39735","url":null,"abstract":"Spinal cord injury (SCI) atau cedera medula spinalis adalah suatu kondisi gangguan pada medula spinalis atau sumsum tulang belakang dengan gejala fungsi neurologis mulai dari fungsi motorik, sensorik, dan otonomik, yang dapat berujung menjadi kecacatan menetap hingga kematian. Menurut WHO, SCI diperkirakan terjadi sebanyak 40-80 kasus per 1 juta penduduk dalam setahun. Kasus traumatis menjadi faktor tersering penyebab SCI (90%) mulai dari kecelakaan lalu lintas, jatuh, rekreasi, dan pekerjaan. Sehingga pasien yang mengalami trauma multipel patut dicurigai terkena SCI. Gejala dapat bervariasi tergantung tingkat lokasi dan keparahan lesi cedera yang dapat berupa gejala neurologis seperti nyeri pada bagian tengah dari punggung, parasthesia, hingga penurunan kesadaran pada pasien. Mekanisme terjadinya SCI dapat terjadi secara langsung atau cedera primer dan apabila pasien tidak diberikan penanganan segera dan adekuat, cedera primer akan berlanjut menjadi cedera sekunder. Informasi yang didapatkan sebelum pasien masuk ke unit gawat darurat penting untuk didapatkan seperti mekanisme dari terjadinya cedera, dan penanganan pre-hospital. Penanganan pasien SCI dapat menggunakan teknik ABCD dan dapat dilakukan tindakan pembedahan darurat apabila pasien memiliki faktor risiko tertentu. Bila pasien tidak mendapat penanganan intensif dan segera, maka cedera dapat berlanjut menjadi defisit neurologis serta kecacatan yang menetap hingga akhir hayat pasien. Maka dari itu, penting bagi kita sebagai seorang klinisi untuk mengetahui dari struktur anatomi dan fisiologi medula spinalis, epidemiologi, etiologi, patogenesis, gejala klinis, diagnosis, tatalaksana, serta prognosis dari SCI, sehingga dapat melakukan pengamatan dan penanganan awal pada pasien yang terindikasi SCI.","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115122712","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
TATALAKSANA TERKINI INFEKSI KAKI DIABETES 最新一次糖尿病脚感染
Pub Date : 2021-12-29 DOI: 10.23887/gm.v1i2.39304
I. S. Dinata, Anak Agung Ngurah Darma Yasa
Laporan dari International Diabetes Federation Tahun 2019 menyebutkan bahwa tingkat kejadian Diabetes Melitus (DM) meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan sekitar 629 Juta orang di seluruh dunia menderita DM pada tahun 2045. Hal ini tentunya berdampak pada peningkatan dari komplikasi yang ditimbulkan oleh DM salah satunya adalah Diabetic Foot Infection (DFI) atau Infeksi Kaki Diabetes (IKD). IKD merupakan komplikasi lanjutan dari kaki diabetik yang ditandai oleh adanya proses invasi mikroorganisme yang berkembang di jaringan dalam seperti kulit, otot, tendon, sendi, tulang pada ekstremitas bawah, tepatnya di bawah malleoli. IKD dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, termasuk kecacatan, mobilitas berkurang, penurunan kualitas hidup pada aspek fisik dan mental, serta ancaman kehilangan anggota tubuh oleh karena amputasi. Selain itu, penyakit ini juga dikaitkan dengan komplikasi DM lainnya seperti komplikasi neuropati perifer, Peripheral Arterial Disease (PAD), dan infeksi pada pasien DM. Dalam melakukan tatalaksana terhadap pasien DM dengan ataupun berisiko IKD, diperlukan perawatan lebih lanjut yang harus didasari dengan tingkat keparahan infeksi. Sebagian besar kasus IKD memiliki kecenderungan amputasi sehingga penting untuk dilakukan penatalaksanaan dan pencegahan secara komprehensif dengan melibatkan manajemen multidisiplin dengan  ahli bedah (umum, vaskular, ortopedi), penyakit dalam, dan perawat luka, sehingga dapat mengurangi waktu penyembuhan luka, tingkat, dan keparahan amputasi.
2019年国际糖尿病联合会的一份报告指出,到2045年,全球估计有629亿人患有DM。这无疑增加了DM的并发症,其中之一是糖尿病足部感染(DFI)或糖尿病足部感染。IKD是糖尿病脚的晚期并发症,其特征是皮肤、肌肉、肌腱、关节、关节和小腿下肢的微生物入侵过程。IKD会导致重大的发病率和死亡率,包括残疾、流动性降低、身体和精神方面的生活质量下降,以及截肢对四肢的威胁。此外,它还与其他DM并发症,如周围神经病变并发症、周围动脉疾病并发症(PAD)和DM患者感染有关,在对DM患者进行治疗时,需要进一步治疗,以确定感染的严重程度。大多数IKD病例都有截肢倾向,因此有必要进行全面的多学科管理,涉及外科医生(常见的,血管,骨科)、内科疾病和护理伤口,从而减少伤口愈合时间、程度和截肢严重。
{"title":"TATALAKSANA TERKINI INFEKSI KAKI DIABETES","authors":"I. S. Dinata, Anak Agung Ngurah Darma Yasa","doi":"10.23887/gm.v1i2.39304","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.39304","url":null,"abstract":"Laporan dari International Diabetes Federation Tahun 2019 menyebutkan bahwa tingkat kejadian Diabetes Melitus (DM) meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan sekitar 629 Juta orang di seluruh dunia menderita DM pada tahun 2045. Hal ini tentunya berdampak pada peningkatan dari komplikasi yang ditimbulkan oleh DM salah satunya adalah Diabetic Foot Infection (DFI) atau Infeksi Kaki Diabetes (IKD). IKD merupakan komplikasi lanjutan dari kaki diabetik yang ditandai oleh adanya proses invasi mikroorganisme yang berkembang di jaringan dalam seperti kulit, otot, tendon, sendi, tulang pada ekstremitas bawah, tepatnya di bawah malleoli. IKD dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, termasuk kecacatan, mobilitas berkurang, penurunan kualitas hidup pada aspek fisik dan mental, serta ancaman kehilangan anggota tubuh oleh karena amputasi. Selain itu, penyakit ini juga dikaitkan dengan komplikasi DM lainnya seperti komplikasi neuropati perifer, Peripheral Arterial Disease (PAD), dan infeksi pada pasien DM. Dalam melakukan tatalaksana terhadap pasien DM dengan ataupun berisiko IKD, diperlukan perawatan lebih lanjut yang harus didasari dengan tingkat keparahan infeksi. Sebagian besar kasus IKD memiliki kecenderungan amputasi sehingga penting untuk dilakukan penatalaksanaan dan pencegahan secara komprehensif dengan melibatkan manajemen multidisiplin dengan  ahli bedah (umum, vaskular, ortopedi), penyakit dalam, dan perawat luka, sehingga dapat mengurangi waktu penyembuhan luka, tingkat, dan keparahan amputasi.","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115699802","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
EFEKTIVITAS EKSTRAK PROPOLIS DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA HEWAN UJI PROPOLIS提取物在治疗动物二级烧伤中的作用
Pub Date : 2021-12-29 DOI: 10.23887/gm.v1i2.39185
Komang Sherly Ulandari, Putu Cahyani Paramita Yoga, Made Widya Lestari, Ni Nyoman Mestri Agustini
Luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian berdasarkan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak propolis dalam penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Propolis kaya akan manfaat seperti menjadi antimikroba, antibakteri, antimikotik, astringent, spasmolitik, anti-inflamasi, anestesi, antioksidan, antiulcer, antikanker, serta memiliki efek imunomodulator yang dapat mendukung penyembuhan luka bakar derajat II. Senyawa flavonoid, fenol, arginine, asam ferulat, dan albumin berperan baik dalam menurunkan pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat perbaikan jaringan dan menghambat munculnya ROS atau Reactive Oxygen Species pada luka bakar.Ekstrak propolis dengan konsentrasi 100% telah terbukti lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Pemberian propolis dengan dosis pemberian yang berbeda menunjukkan perbedaan lamanya waktu penyembuhan luka bakar yang ditandai oleh perbedaan nilai rata-rata luas luka bakar dalam setiapwaktu pengukuran. Berdasarkan analisis hipotesis peneliti, efektivitas penyembuhan luka bakar dipengaruhi oleh dosis pemberian ekstrak propolis pada luka bakar tersebut. Dimana keduanya memiliki hubungan yang sebanding, peningkatan dosis pemberian propolis dapat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.Burns are one of the incidents that often occur in life. The purpose of this research based on literature study was to determine the effectiveness of propolis extract in healing second degree burns in tested animals. Propolis is rich in benefits such as being antimicrobial, antibacterial, antimycotic, astringent, spasmolytic, anti- inflammatory, anesthetic, antioxidant, antiulcer, anticancer, and has an immunomodulatory effect that can support healing of second degree burns. Flavonoids, phenols, arginine, ferulic acid, and albumin have a good role in reducing the growth of microorganisms, accelerating tissue repair and inhibiting the appearance of ROS or Reactive Oxygen Species in burns.Propolis extract with a concentration of 100% has been proven to be more effective in accelerating the healing of second degree burns in test animals. Giving propolis with different doses showed a difference in length of time to heal burns, indicated by differences in the average value of burns in each measurement time. Based on the analysis of the researchers' hypothesis, the effectiveness of healing burns was influenced by the dose of propolis extract on the burns. Both have an equal relation, increasing thedose of giving propolis can accelerate the healing of second degree burns Keywords: second degree burns, propolis, effectiveness of propolisextrac
烧伤是日常生活中经常发生的事件之一。本库研究的目的是确定本库中提取二度烧伤治疗的有效性。蜂胶具有抗菌素、抗菌、抗真菌药、抗菌药、镇痛药、镇痛药、抗氧化剂、抗癌药,以及免疫调节剂的作用,可支持二度烧伤治疗。类黄酮、苯酚、红霉素和白蛋白在减少微生物生长、加速组织修复和抑制罗丝或反应性氧物种在烧伤中的出现方面发挥了重要作用。100%浓度的蜂胶提取物在动物试验中被证明能更快地治愈二级烧伤。用不同剂量的维生素a剂进行的镇痛显示伤口愈合时间长短的不同,其特征是每次测量时平均燃烧面积的不同。根据研究假设的分析,伤口愈合的有效性受到了蜂毒提取物的剂量的影响。在这两种关系都相似的地方,蜂胶的剂量增加可以加速伤口愈合。烧伤是10次生命中最肮脏的罪行之一。这项基于文学研究的研究的目的是确定第二次治疗动物的疗效。Propolis是富裕的,在benefits,抗微生物,抗菌,哮喘,抗炎,抗炎,抗氧,抗氧剂,抗溃疡剂,并有一种免疫效果,可以支持第二代疾病的愈合。Flavonoids、phenols、arginine、ferulic acid和沙丁胺素都有很好的角色,减少了微生物的生长,加速组织再生组织组织和抑制ROS或反应性氧物种的作用。一份具有100%动机的报告被证明在动物测试中更有效地促进了第二次试验的治疗。用不同的剂量来证明在治愈的时间长度中存在的差异,在每个季节的平均价格上受到不同的影响。基于研究结果的分析,烧伤的治疗效果被烧伤的证据所影响。两种都有一个相等的关系,增加的命题可以促进第二代烧伤的治疗:第二代烧伤,propolisextrac的效果
{"title":"EFEKTIVITAS EKSTRAK PROPOLIS DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA HEWAN UJI","authors":"Komang Sherly Ulandari, Putu Cahyani Paramita Yoga, Made Widya Lestari, Ni Nyoman Mestri Agustini","doi":"10.23887/gm.v1i2.39185","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.39185","url":null,"abstract":"Luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian berdasarkan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak propolis dalam penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Propolis kaya akan manfaat seperti menjadi antimikroba, antibakteri, antimikotik, astringent, spasmolitik, anti-inflamasi, anestesi, antioksidan, antiulcer, antikanker, serta memiliki efek imunomodulator yang dapat mendukung penyembuhan luka bakar derajat II. Senyawa flavonoid, fenol, arginine, asam ferulat, dan albumin berperan baik dalam menurunkan pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat perbaikan jaringan dan menghambat munculnya ROS atau Reactive Oxygen Species pada luka bakar.Ekstrak propolis dengan konsentrasi 100% telah terbukti lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji. Pemberian propolis dengan dosis pemberian yang berbeda menunjukkan perbedaan lamanya waktu penyembuhan luka bakar yang ditandai oleh perbedaan nilai rata-rata luas luka bakar dalam setiapwaktu pengukuran. Berdasarkan analisis hipotesis peneliti, efektivitas penyembuhan luka bakar dipengaruhi oleh dosis pemberian ekstrak propolis pada luka bakar tersebut. Dimana keduanya memiliki hubungan yang sebanding, peningkatan dosis pemberian propolis dapat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.Burns are one of the incidents that often occur in life. The purpose of this research based on literature study was to determine the effectiveness of propolis extract in healing second degree burns in tested animals. Propolis is rich in benefits such as being antimicrobial, antibacterial, antimycotic, astringent, spasmolytic, anti- inflammatory, anesthetic, antioxidant, antiulcer, anticancer, and has an immunomodulatory effect that can support healing of second degree burns. Flavonoids, phenols, arginine, ferulic acid, and albumin have a good role in reducing the growth of microorganisms, accelerating tissue repair and inhibiting the appearance of ROS or Reactive Oxygen Species in burns.Propolis extract with a concentration of 100% has been proven to be more effective in accelerating the healing of second degree burns in test animals. Giving propolis with different doses showed a difference in length of time to heal burns, indicated by differences in the average value of burns in each measurement time. Based on the analysis of the researchers' hypothesis, the effectiveness of healing burns was influenced by the dose of propolis extract on the burns. Both have an equal relation, increasing thedose of giving propolis can accelerate the healing of second degree burns Keywords: second degree burns, propolis, effectiveness of propolisextrac","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127918759","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
KAJIAN TERHADAP KLAIM “ARAK BALI DAN KOPI CAMPUR ARAK SEMBUHKAN COVID-19” 研究“白酒和混合咖啡治愈COVID-19”的说法
Pub Date : 2021-12-29 DOI: 10.23887/gm.v1i2.38386
I. W. Muderawan, M. K. W. Giri, M. Budiawan, I. W. Suja
Covid-19 merupakan penyakit sistem saluran pernapasan yang disebabkan oleh genus β-coronavirus, severe acute respiratory syndrome coronavirus 2, dari famili Coronaviradae. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percikan cairan pada saat bersin dan batuk. Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, dan berdampak pada sistem kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat dunia. Virus korona penyebab Covid-19 sudah mengalami mutasi, menghasilkan varian yang sangat berbahaya, meliputi varian alpa, beta, gamma dan delta.Varian baru ini menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.  Sampai saat ini belum ada obat anti virus korona yang dapat menyembuhkan Covid-19. Arak Bali dicampur dengan ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan minyak kayu putih (Eucalyptus) serta kopi canpur arak yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19, sampai saat ini belum terbukti dan tidak bisa diyakini kebenarannya. Ini merupakan klaim subjektif dan tidak didukung oleh data ilmiah.
Covid-19属是一种呼吸道系统,由β-coronavirus,如果急性coronavirus 2,从科Coronaviradae respiratory综合症。Covid-19可以在打喷嚏和咳嗽时通过密切的接触和飞溅的液体从一个人传染到另一个人。Covid-19正在迅速蔓延到世界各地,并影响世界社会的卫生和社会经济系统。引起Covid-19的日冕病毒已经突变,产生一种非常危险的变种,包括alpa变种、beta变种、伽玛病毒和delta变种。这种新变种导致Covid-19案件激增。目前还没有能治愈Covid-19的日冕抗病毒药物。巴厘岛葡萄酒与柑橘汁提取物(Citrus hystrix)和桉树油(桉树油)的提取物和声称能治愈Covid-19的canpur葡萄酒混合在一起,目前还未得到证实,也无法确定其真实性。这是一种主观的主张,没有科学数据支持。
{"title":"KAJIAN TERHADAP KLAIM “ARAK BALI DAN KOPI CAMPUR ARAK SEMBUHKAN COVID-19”","authors":"I. W. Muderawan, M. K. W. Giri, M. Budiawan, I. W. Suja","doi":"10.23887/gm.v1i2.38386","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.38386","url":null,"abstract":"Covid-19 merupakan penyakit sistem saluran pernapasan yang disebabkan oleh genus β-coronavirus, severe acute respiratory syndrome coronavirus 2, dari famili Coronaviradae. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percikan cairan pada saat bersin dan batuk. Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, dan berdampak pada sistem kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat dunia. Virus korona penyebab Covid-19 sudah mengalami mutasi, menghasilkan varian yang sangat berbahaya, meliputi varian alpa, beta, gamma dan delta.Varian baru ini menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.  Sampai saat ini belum ada obat anti virus korona yang dapat menyembuhkan Covid-19. Arak Bali dicampur dengan ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan minyak kayu putih (Eucalyptus) serta kopi canpur arak yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19, sampai saat ini belum terbukti dan tidak bisa diyakini kebenarannya. Ini merupakan klaim subjektif dan tidak didukung oleh data ilmiah.","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123550143","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Asthenopia: Diagnosis, Tatalaksana, Terapi
Pub Date : 2021-12-29 DOI: 10.23887/gm.v1i2.39551
Pande Putu Arista Indra Pratama, K. H. Setiawan, K. I. Purnomo
Asthenopia (kelelahan mata) merupakan sekumpulan gejala berupa permasalahan pada penglihatan (visual), mata (okular), dan muskuloskeletal yang umumnya terjadi hilang timbul. Keluhan ini sering muncul akibat pengaruh penggunaan perangkat digital dalam waktu yang lama terutama lebih dari 6 jam perhari. Penderita asthenopia secara global mencapai 60 juta orang yang didominasi usia muda. Gejala asthenopia yang paling sering dirasakan adalah keluhan mata kering, kesulitan dalam memfokuskan objek, mata tegang, mata lelah, dan sakit kepala. Diagnosis asthenopia dapat dilakukan secara subjektif dengan menggunakan kuesioner standar ataupun secara objektif dengan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa pengukuran Critical Flicker-fusion Frequency (CFF), pengukuran frekuensi berkedip, kemampuan akomodasi, serta refleks cahaya dan ukuran pupil yang dapat memberikan gambaran lebih jelas ke arah asthenopia. Tatalaksana dan terapi pada asthenopia diberikan untuk meredakan gejala dan mengatasi penyebabnya seperti terapi untuk mengatasi mata kering, koreksi gangguan refraksi, terapi gangguan akomodasi dan vergensi, dan penggunaan kacamata filter cahaya biru. Walaupun asthenopia terjadi secara hilang timbul, penyakit ini dapat menjadi menetap dan berkembang menimbulkan keluhan permanen. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil literature review dari penelitian terkait diagnosis, tatalaksana, dan terapi asthenopia yang sudah dipublikasi. Penulisan artikel ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam menindaklanjuti kasus asthenopia sehingga prevalensi dan insidensinya dapat ditekan.
眼疲劳是视觉、眼睛和肌肉骨骼出现的常见症状的集合。这种抱怨往往是长期使用数字设备的结果,尤其是每天6个多小时。全球哮喘患者的年龄超过6000万。asthenopia最常见的症状是干燥的眼睛抱怨、对焦困难、眼睛紧张、眼睛疲劳和头痛。asthenopia诊断可以用标准问卷进行,也可以用客观的后续检查进行。你可以通过闪烁性融合频率测量、闪烁频率、适应能力、光反射和瞳孔大小来对过敏反应进行更仔细的审查。asthenopia的外观和治疗旨在缓解干眼治疗和治疗疾病,包括治疗视力干燥、视力受损、适应和适应疾病以及使用蓝光滤镜。即使出现缺乏性疾病,这种疾病也可能导致永久性疾病,并可能引发永久性疾病。这篇文章是根据出版物中关于诊断、语法和asthenopia治疗的研究文献审查撰写的。写这篇文章的目的是为了说明紧贴asthenopia案例,从而抑制患处和事件。
{"title":"Asthenopia: Diagnosis, Tatalaksana, Terapi","authors":"Pande Putu Arista Indra Pratama, K. H. Setiawan, K. I. Purnomo","doi":"10.23887/gm.v1i2.39551","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.39551","url":null,"abstract":"Asthenopia (kelelahan mata) merupakan sekumpulan gejala berupa permasalahan pada penglihatan (visual), mata (okular), dan muskuloskeletal yang umumnya terjadi hilang timbul. Keluhan ini sering muncul akibat pengaruh penggunaan perangkat digital dalam waktu yang lama terutama lebih dari 6 jam perhari. Penderita asthenopia secara global mencapai 60 juta orang yang didominasi usia muda. Gejala asthenopia yang paling sering dirasakan adalah keluhan mata kering, kesulitan dalam memfokuskan objek, mata tegang, mata lelah, dan sakit kepala. Diagnosis asthenopia dapat dilakukan secara subjektif dengan menggunakan kuesioner standar ataupun secara objektif dengan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa pengukuran Critical Flicker-fusion Frequency (CFF), pengukuran frekuensi berkedip, kemampuan akomodasi, serta refleks cahaya dan ukuran pupil yang dapat memberikan gambaran lebih jelas ke arah asthenopia. Tatalaksana dan terapi pada asthenopia diberikan untuk meredakan gejala dan mengatasi penyebabnya seperti terapi untuk mengatasi mata kering, koreksi gangguan refraksi, terapi gangguan akomodasi dan vergensi, dan penggunaan kacamata filter cahaya biru. Walaupun asthenopia terjadi secara hilang timbul, penyakit ini dapat menjadi menetap dan berkembang menimbulkan keluhan permanen. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil literature review dari penelitian terkait diagnosis, tatalaksana, dan terapi asthenopia yang sudah dipublikasi. Penulisan artikel ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam menindaklanjuti kasus asthenopia sehingga prevalensi dan insidensinya dapat ditekan.","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129164931","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
DIABETES MELITUS TIPE 2: FAKTOR RISIKO, DIAGNOSIS, DAN TATALAKSANA 2型糖尿病:风险因素、诊断和视力
Pub Date : 2021-12-29 DOI: 10.23887/gm.v1i2.40006
Kadek Resa Widiasari, I. Wijaya, Putu Adi Suputra
AbstrakDiabetes melitus menggambarkan sekelompok penyakit metabolik yang temuan umumnya adalah kadar glukosa darah yang meningkat. Pada usia 20-79 tahun, terdapat 463 juta atau setara 9,3% orang di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan defisiensi insulin relatif yang disebabkan oleh disfungsi sel pankreas dan resistensi insulin. Faktor risiko penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Gejala klasik diabetes seperti poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Empat tes diagnostik untuk diabetes yaitu pengukuran glukosa plasma puasa, glukosa plasma 2 jam setelah TTGO 75 g, HbA1c, dan glukosa darah acak dengan adanya tanda dan gejala klasik diabetes. Tatalaksana dibagi menjadi dua, yaitu farmakologi dan non farmakologi. Tatalaksana non farmakologis terdiri atas edukasi, nutrisi medis, dan latihan fisik. Terapi farmakologis terdiri atas obat oral dan bentuk suntikan dalam bentu obat anti hiperglikemik dan insulin. Terapi farmakologi dan non farmakologi ini berjalan beriringan. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review dan diharapkan dapat dijadikan acuan kedepan dalam melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pasien diabetes melitus sehingga prevalensi berkurang dan komplikasi dapat dihindari.   AbstractDiabetes mellitus describes a group of metabolic diseases whose common finding is elevated blood glucose levels. At the age of 20-79 years, there were 463 million or 9.3% of people in the world suffer from diabetes in 2019. Type 2 diabetes mellitus is characterized by relative insulin deficiency caused by pancreatic cell dysfunction and insulin resistance. The risk factors that cause it are divided into two, namely modifiable and non-modifiable risk factors. The classic symptoms of diabetes include polyuria, polydipsia, polyphagia and unexplained weight loss. The four diagnostic tests for diabetes are measurement of fasting plasma glucose, plasma glucose 2 hours after OGTT 75 g, HbA1c, and randomized blood glucose in the presence of classic signs and symptoms of diabetes. Treatment is divided into two, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological management consists of education, medical nutrition, and physical exercise. Pharmacological therapy consists of oral drugs and injections in the form of anti-hyperglycemic drugs and insulin. Pharmacological and non-pharmacological therapy goes hand in hand. The writing of this article uses the literature review method and is expected to be used as a future reference in carrying out prevention and treatment of diabetes mellitus patients so that prevalence is reduced and complications can be avoided.  
麦利托斯的糖尿病缺乏症代表了一组代谢疾病,这些疾病通常是葡萄糖水平的升高。到2019年,世界上有4.63亿或93%的人患有糖尿病。2型糖尿病的特点是胰腺细胞功能障碍和胰岛素抵抗引起的相对胰岛素缺乏。原因的风险因素分为两种,即可改变和不可改变的风险因素。多发性硬化症、多发性硬化症、多发性硬化症和无法解释的减肥等典型糖尿病症状。四种糖尿病诊断测试,即快速血浆葡萄糖测量、血浆葡萄糖两小时后的TTGO 75 g、HbA1c和糖尿病典型症状的随机葡萄糖。对联分为药理学和非药理学。非药理学的观点包括教育、医疗营养和体育锻炼。药理学治疗包括口服药物和高血糖药物和胰岛素中的注射形式。这些药理学和非药理学治疗是相辅相成的。这篇文章的写作采用了一种文学评论方法,希望对糖尿病患者的预防和治疗有所帮助,从而避免更普遍的情况和并发症。非传染性糖尿病描述了一组代谢性疾病,这种疾病通常发现的是血液葡萄糖水平升高。在20-79岁的时候,世界上有463亿或9.3%的糖尿病患者。2型糖尿病是由关节胰岛素缺乏引起的黄热病和胰岛素抵抗引起的。导致其衰减为两个,namely modifible和非衰减因素。多功能糖尿病、多功能多功能、多功能和不可解重量的经典症状。四种糖尿病诊断测试结果显示,在转基因75克、HbA1c和典型糖尿病交界处出现的典型红细胞和糖尿病交界处2小时后,葡萄糖就会消失。治疗分为两种,纳梅尔制药和非制药。非制药业管理机构的教育、医学营养和物理锻炼。口服药物和注射药物和胰岛素的药理学治疗。药理学和非药理学治疗并手。这篇文章的作者将采用未来的治疗方法,并预计将作为糖尿病预防和治疗的未来参考,这样预防和实用就会受到影响。
{"title":"DIABETES MELITUS TIPE 2: FAKTOR RISIKO, DIAGNOSIS, DAN TATALAKSANA","authors":"Kadek Resa Widiasari, I. Wijaya, Putu Adi Suputra","doi":"10.23887/gm.v1i2.40006","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.40006","url":null,"abstract":"AbstrakDiabetes melitus menggambarkan sekelompok penyakit metabolik yang temuan umumnya adalah kadar glukosa darah yang meningkat. Pada usia 20-79 tahun, terdapat 463 juta atau setara 9,3% orang di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan defisiensi insulin relatif yang disebabkan oleh disfungsi sel pankreas dan resistensi insulin. Faktor risiko penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Gejala klasik diabetes seperti poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Empat tes diagnostik untuk diabetes yaitu pengukuran glukosa plasma puasa, glukosa plasma 2 jam setelah TTGO 75 g, HbA1c, dan glukosa darah acak dengan adanya tanda dan gejala klasik diabetes. Tatalaksana dibagi menjadi dua, yaitu farmakologi dan non farmakologi. Tatalaksana non farmakologis terdiri atas edukasi, nutrisi medis, dan latihan fisik. Terapi farmakologis terdiri atas obat oral dan bentuk suntikan dalam bentu obat anti hiperglikemik dan insulin. Terapi farmakologi dan non farmakologi ini berjalan beriringan. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review dan diharapkan dapat dijadikan acuan kedepan dalam melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pasien diabetes melitus sehingga prevalensi berkurang dan komplikasi dapat dihindari.   AbstractDiabetes mellitus describes a group of metabolic diseases whose common finding is elevated blood glucose levels. At the age of 20-79 years, there were 463 million or 9.3% of people in the world suffer from diabetes in 2019. Type 2 diabetes mellitus is characterized by relative insulin deficiency caused by pancreatic cell dysfunction and insulin resistance. The risk factors that cause it are divided into two, namely modifiable and non-modifiable risk factors. The classic symptoms of diabetes include polyuria, polydipsia, polyphagia and unexplained weight loss. The four diagnostic tests for diabetes are measurement of fasting plasma glucose, plasma glucose 2 hours after OGTT 75 g, HbA1c, and randomized blood glucose in the presence of classic signs and symptoms of diabetes. Treatment is divided into two, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological management consists of education, medical nutrition, and physical exercise. Pharmacological therapy consists of oral drugs and injections in the form of anti-hyperglycemic drugs and insulin. Pharmacological and non-pharmacological therapy goes hand in hand. The writing of this article uses the literature review method and is expected to be used as a future reference in carrying out prevention and treatment of diabetes mellitus patients so that prevalence is reduced and complications can be avoided.  ","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"234 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131543857","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Diet Divertikulitis 饮食Divertikulitis
Pub Date : 2021-10-15 DOI: 10.23887/gm.v1i1.31707
Dewa Ayu Ari Dwiyanti, Putu Adi Suputra
Divertikulitis adalah peradangan pada divertikula ( kantong kecil yang menonjol yang dapat terbentuk di lapisan sistem pencernaan,terutama di usus besar) dan merupakan komplikasi penting dari penyakit divertikular. Patofisiologi dari divertikulitis adalah penyumbatan kantung divertikulum oleh fecalith, yang dengan iritasi pada mukosa menyebabkan peradangan tingkat rendah, kemacetan dan obstruksi lebih lanjut. Divertikulitis dapat dibedakan menjadi dua yaitu divertikulitis tidak rumit dan divertikultis rumit. Diverikulitis ini memiliki gejala seperti mual, muntah , nyeri abdomen, konstipasi, Kelemahan dan keletihan. Pengobatan divertikulitis dilakukan sesuai dengan tergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami. Jika divertikulitis yang dialami berat atau rumit maka diperlukan penanganan reseksi bedah, sedangkan divertikulitis ringan atau tidak rumit dimana belum mengalami komplikasi dapat diberikan pengobatan antibiotik ataupun modifikasi diet. Modifikasi diet contohnya diet tinggi serat untuk mengoptimalkan pergerakan usus mereka, namun ini disarankan  setelah episode akut telah diselesaikan dan diet FODMAP (Fermentable, Oligo, Disakarida, Monosakarida, serta Poliol) yang rendah dapat membantu mencegah terulangnya divertikulitis. Diet tinggi serat adalah modifikasi dari susunan makanan biasa dengan menambah bahan pangan yang banyak mengandung serat pangan, sedangkan FODMAP (Fermentable, Oligosakarida, Disakarida, Monosakarida, serta Poliol), adalah kelompok heterogen dari karbohidrat dan poliol rantai pendek yang sangat mudah difermentasi tetapi kurang terserap. Kata kunci: Divertikulitis, Diet Tinggi Serat, dan Diet Rendah FODMAP
消炎药是消炎药的一种炎症性疾病(一种突出的小袋,可以在消化系统的内层形成,尤其是肠道),是垂直疾病的一个重要并发症。晕眩性的病理生理学是fecalith引起的囊性眩晕障碍,fecalith会引起轻微炎症、交通堵塞和堵塞。眩晕症可以分为两种:非复杂性眩晕症和复杂性眩晕症。这种发病有恶心、呕吐、腹部疼痛、便秘、虚弱和疲劳等症状。眩晕症的治疗是根据病情的严重程度来进行的。如果严重或复杂的变性治疗是必要的手术切除术,而轻微或不复杂的变性治疗可以治疗抗生素或饮食矫正。以高纤维饮食为例,以优化肠道运动,但有人建议,在急性发作完成后,低脂FODMAP (Fermentable, Oligo, Disakarida,单糖和多毛醇)的饮食可以帮助预防复发。高纤维饮食是通过增加高纤维的粮食而对正常食物构成的改变,而FODMAP (fer可、Oligosakarida、Disakarida、单糖和多聚醇)是一种碳水化合物和短链聚醇的异质组合,很容易发酵,但不那么容易吸收。关键词:眩晕症、高纤维饮食和低光标饮食
{"title":"Diet Divertikulitis","authors":"Dewa Ayu Ari Dwiyanti, Putu Adi Suputra","doi":"10.23887/gm.v1i1.31707","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i1.31707","url":null,"abstract":"Divertikulitis adalah peradangan pada divertikula ( kantong kecil yang menonjol yang dapat terbentuk di lapisan sistem pencernaan,terutama di usus besar) dan merupakan komplikasi penting dari penyakit divertikular. Patofisiologi dari divertikulitis adalah penyumbatan kantung divertikulum oleh fecalith, yang dengan iritasi pada mukosa menyebabkan peradangan tingkat rendah, kemacetan dan obstruksi lebih lanjut. Divertikulitis dapat dibedakan menjadi dua yaitu divertikulitis tidak rumit dan divertikultis rumit. Diverikulitis ini memiliki gejala seperti mual, muntah , nyeri abdomen, konstipasi, Kelemahan dan keletihan. Pengobatan divertikulitis dilakukan sesuai dengan tergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami. Jika divertikulitis yang dialami berat atau rumit maka diperlukan penanganan reseksi bedah, sedangkan divertikulitis ringan atau tidak rumit dimana belum mengalami komplikasi dapat diberikan pengobatan antibiotik ataupun modifikasi diet. Modifikasi diet contohnya diet tinggi serat untuk mengoptimalkan pergerakan usus mereka, namun ini disarankan  setelah episode akut telah diselesaikan dan diet FODMAP (Fermentable, Oligo, Disakarida, Monosakarida, serta Poliol) yang rendah dapat membantu mencegah terulangnya divertikulitis. Diet tinggi serat adalah modifikasi dari susunan makanan biasa dengan menambah bahan pangan yang banyak mengandung serat pangan, sedangkan FODMAP (Fermentable, Oligosakarida, Disakarida, Monosakarida, serta Poliol), adalah kelompok heterogen dari karbohidrat dan poliol rantai pendek yang sangat mudah difermentasi tetapi kurang terserap. Kata kunci: Divertikulitis, Diet Tinggi Serat, dan Diet Rendah FODMAP","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"89 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124151355","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Penurunan Fungsi Kognitif Akibat Diabetes Melitus 糖尿病导致认知功能下降
Pub Date : 2021-10-15 DOI: 10.23887/gm.v1i1.31708
Putu Enrico Pramana Okaniawan, Ni Nyoman Mestri Agustini
Penyakit diabetes melitus merupakan suatu golongan penyakit sistemik yang merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Berdasarkan studi neuroimaging dan neuropatologis, diabetes melitus rupanya terlibat dalam proses degenerasi saraf. Etiologi dari penurunan kemampuan kognitif ialah beberapa penyakit degeneratif seperti alzheimer. Faktor resiko dari penurunan kemampuan kognitif akibat diabetes ialah kejadian berulang episode hipoglikemia, pasien dengan manifestasi mikrovaskular (seperti diabetic retinopathy) atau penyakit makrovaskular (seperti infark atau stroke miokard), resistensi insulin, peradangan, dan depresi. Penyakit ini dapat mempengaruhi kognitif melalui gangguan pada pembuluh darah otak. Efek DMT1 terhadap gangguan kognitif dapat terjadi pada anak serta efek DMT2 dapat meningkatkan resiko gangguan kognitif ringan menjadi demensia. Saat ini belum ada teknik diagnosis dan tatalaksana yang terbaik, namun sejumlah penelitian klinis telah menyoroti potensi Traditional Chinese Medicine dalam proses tatalaksana ini Kata kunci: Diabetes Melitus, Kognitif, Memori
糖尿病是一种系统性疾病,可以影响整个身体。根据神经成像和神经病理学的研究,糖尿病显然参与了神经退化过程。认知能力下降的病因是一些退行性疾病,如阿尔茨海默氏症。糖尿病导致认知能力下降的一个危险因素是低血糖发作、微血管症状(如糖尿病视网膜炎)或黄血球病(如心肌梗死或心肌中风)、胰岛素抵抗、炎症和抑郁症。这种疾病通过大脑血管疾病影响认知。DMT1对儿童的认知障碍的影响和DMT2的影响会增加轻度认知障碍变成痴呆的风险。目前还没有最好的诊断和治疗技术,但许多临床研究强调了传统中药在治疗过程中的关键字:糖尿病、认知和记忆
{"title":"Penurunan Fungsi Kognitif Akibat Diabetes Melitus","authors":"Putu Enrico Pramana Okaniawan, Ni Nyoman Mestri Agustini","doi":"10.23887/gm.v1i1.31708","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i1.31708","url":null,"abstract":"Penyakit diabetes melitus merupakan suatu golongan penyakit sistemik yang merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Berdasarkan studi neuroimaging dan neuropatologis, diabetes melitus rupanya terlibat dalam proses degenerasi saraf. Etiologi dari penurunan kemampuan kognitif ialah beberapa penyakit degeneratif seperti alzheimer. Faktor resiko dari penurunan kemampuan kognitif akibat diabetes ialah kejadian berulang episode hipoglikemia, pasien dengan manifestasi mikrovaskular (seperti diabetic retinopathy) atau penyakit makrovaskular (seperti infark atau stroke miokard), resistensi insulin, peradangan, dan depresi. Penyakit ini dapat mempengaruhi kognitif melalui gangguan pada pembuluh darah otak. Efek DMT1 terhadap gangguan kognitif dapat terjadi pada anak serta efek DMT2 dapat meningkatkan resiko gangguan kognitif ringan menjadi demensia. Saat ini belum ada teknik diagnosis dan tatalaksana yang terbaik, namun sejumlah penelitian klinis telah menyoroti potensi Traditional Chinese Medicine dalam proses tatalaksana ini Kata kunci: Diabetes Melitus, Kognitif, Memori","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130164239","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Kehamilan Ektopik
Pub Date : 2021-10-15 DOI: 10.23887/gm.v1i1.31699
Kadek Resa Widiasari, Ni Made Sri Dewi Lestari
Kehamilan ektopik merupakan suatu kehamilan yang terjadi di luar endometrium kavum uteri. Tujuan pembuatan artikel ini untuk mengetahui definisi, faktor risiko, tanda dan gejala, cara mendiagnosis, dan tatalaksana dari kehamilan ektopik sehingga dapat menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Berbagai faktor risiko kehamilan ektopik yaitu pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya, operasi panggul sebelumnya, penggunaan alat kontrasepsi, riwayat penyakit radang panggul, dan merokok pada saat pembuahan. Kehamilan ektopik ini dapat diklasifikasikan berdasarkan tempatnya menempel dan paling sering terjadi di tuba fallopi khususnya bagian ampula dan diikuti oleh isthmus. Biasanya penderita tidak mengalami gejala yang khas, mirip seperti ibu hamil muda normal, tetapi terdapat trias gejala klinis kehamilan ektopik yaitu amenorea, nyeri abdomen, dan perdarahan pervaginam. Untuk mendiagnosis kehamilan ektopik diperlukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang tepat. Tatalaksana yang dapat diberikan yaitu terapi medis dengan methotrexate, terapi expectant, dan terapi pembedahan yang terdiri atas laparoskopi, laparotomi, salpingotomi, dan salpingektomi yang dilakukan sesuai dengan indikasinya masing-masing dan yang paling sering dilakukan adalah laparotomi. Kehamilan ektopik tidak dapat dicegah tetapi komplikasi serius dapat dihindari dengan diagnosis dan perawatan dini serta faktor risikonya dapat dikurangi. Kata kunci: kehamilah ektopik, laparotomi, terapi expectant, methotrexate
异位妊娠是子宫内膜外的妊娠。这篇文章的目的是了解可能出现的并发症的定义、风险因素、症状和症状、诊断和预测方法。各种非常规怀孕的风险因素包括早产儿妊娠、早产儿手术、避孕、髋关节炎症史和受精期间吸烟。妊娠期可根据其所属的位置进行分类,最常见的是输卵管,尤其是羊膜部分,然后是地峡。通常情况下,患者没有典型的症状,类似于正常的年轻孕妇,但也有妊娠样的临床症状,如羊膜、腹部疼痛和硬膜外出血。诊断妊娠需要适当的镇痛、身体检查和适当的支持。这是一种可以接受的治疗方法,预测疗法,以及由腹腔镜、腹腔镜、腹腔镜和盐切开术组成的外科治疗,其典型症状是腹腔镜切除。异位妊娠是无法预防的,但早期诊断和治疗以及降低风险因素可以避免严重并发症。关键词:妊娠晚期,腹腔镜,期望疗法,方法
{"title":"Kehamilan Ektopik","authors":"Kadek Resa Widiasari, Ni Made Sri Dewi Lestari","doi":"10.23887/gm.v1i1.31699","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i1.31699","url":null,"abstract":"Kehamilan ektopik merupakan suatu kehamilan yang terjadi di luar endometrium kavum uteri. Tujuan pembuatan artikel ini untuk mengetahui definisi, faktor risiko, tanda dan gejala, cara mendiagnosis, dan tatalaksana dari kehamilan ektopik sehingga dapat menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Berbagai faktor risiko kehamilan ektopik yaitu pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya, operasi panggul sebelumnya, penggunaan alat kontrasepsi, riwayat penyakit radang panggul, dan merokok pada saat pembuahan. Kehamilan ektopik ini dapat diklasifikasikan berdasarkan tempatnya menempel dan paling sering terjadi di tuba fallopi khususnya bagian ampula dan diikuti oleh isthmus. Biasanya penderita tidak mengalami gejala yang khas, mirip seperti ibu hamil muda normal, tetapi terdapat trias gejala klinis kehamilan ektopik yaitu amenorea, nyeri abdomen, dan perdarahan pervaginam. Untuk mendiagnosis kehamilan ektopik diperlukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang tepat. Tatalaksana yang dapat diberikan yaitu terapi medis dengan methotrexate, terapi expectant, dan terapi pembedahan yang terdiri atas laparoskopi, laparotomi, salpingotomi, dan salpingektomi yang dilakukan sesuai dengan indikasinya masing-masing dan yang paling sering dilakukan adalah laparotomi. Kehamilan ektopik tidak dapat dicegah tetapi komplikasi serius dapat dihindari dengan diagnosis dan perawatan dini serta faktor risikonya dapat dikurangi. Kata kunci: kehamilah ektopik, laparotomi, terapi expectant, methotrexate","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121752521","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Postpartum Hemorrhage: Kegawatdaruratan dalam Persalinan Ibu Hamil
Pub Date : 2021-10-15 DOI: 10.23887/gm.v1i1.31709
Ni Putu Narithya Julieta, Made Kurnia Widiastuti Giri
Postpartum hemorrhage merupakan penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil utamanya pada negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kondisi yang di kelompokkan dalam 4T yaitu tone, tissue, trauma, dan trombosis namun atoni uteri yang termasuk dalam kelompok tone menempati posisi teratas. Tingginya angka kematian di negara berkembang memiliki korelasi dengan penatalaksanaan manajemen aktif kala tika. Ketersediaan oksitosin dan uterotonikyang terbatas di berbagai wilayah menyebabkan manajemen aktif kala tiga tidak bisa dilakukan, hal ini berpotensi tinggi berujung pada postpartum hemorrhage. Di lain sisi, aspek kultur budaya, sosial, ekonomi, dan tingkat pendidikan dari masyarakat juga mempengaruhi tingkat mortalitas dari postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage terjadi dengan cepat dan tak terprediksi sehingga klinisi harus segera menyadari saat hal ini terjadi. Hingga saat ini belum ada algoritma tatalaksana yang pasti terkait pencegahan postpartum hemorrhage namun kunci dari keberhasilan penanganan adalah identifikasi penyebab perdarahan yang akurat dan cepat. Identifikasi dari postpartum hemorrhage dapat dilakukan dengan Obstetric Shock Index (OSI), sistem pengukuran menggunakan Quantitative Blood Loss (QBL), dan The Rule of 30. Penatalaksanaan terkait postpartum hemorrhage disesuaikan dengan kondisi dari ibu saat persalinan dan juga tahapan persalinan. Pasien dengan resiko postpartum hemorrhage akan mendapatkan tatalaksana yang berbeda baik pada kala satu, kala dua, dan kala tiga. Kunci dari pencegahan postpartum hemorrhage adalah dengan pemberian oksitosin dan uterotonik. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan program pengenalan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan serta melakukan manajemen aktif kala tiga Kata kunci: Postpartum hemorrhage, kematian, ibu hamil
产后出血是孕产妇死亡率最高的国家,主要是发展中国家。它是由4组不同的状态引起的,即调音、组织、创伤和血栓,但属于调音组的子宫内的“子宫”处于最高位置。发展中国家的高死亡率与远程管理智慧相关。催产素和子宫激素在不同地区的有限可用性导致三种不可能实现的现役管理,高潜在的产后出血。另一方面,文化、社会、经济和社会教育水平也影响了产后出血的死亡率。产后出血发生得如此之快,如此不可预测,以至于医生们应该立即意识到这一点。到目前为止,还没有确定的治疗方法与产后出血预防有关,但治疗成功的关键是准确和快速的出血原因。产后出血的鉴定可以通过Obstetric休克指数(OSI)、测量系统使用的数量损失(QBL)和30的Rule进行。产后出血的安排适应了母亲分娩和分娩阶段的情况。患有产后出血风险的患者在一、二、三方面会有不同的看法。预防产后出血的关键是催产素和子宫滋补品。预防措施可以通过启动卫生设施的识别和使用和执行三个关键字的积极管理:产后出血、死亡、孕妇
{"title":"Postpartum Hemorrhage: Kegawatdaruratan dalam Persalinan Ibu Hamil","authors":"Ni Putu Narithya Julieta, Made Kurnia Widiastuti Giri","doi":"10.23887/gm.v1i1.31709","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/gm.v1i1.31709","url":null,"abstract":"Postpartum hemorrhage merupakan penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil utamanya pada negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kondisi yang di kelompokkan dalam 4T yaitu tone, tissue, trauma, dan trombosis namun atoni uteri yang termasuk dalam kelompok tone menempati posisi teratas. Tingginya angka kematian di negara berkembang memiliki korelasi dengan penatalaksanaan manajemen aktif kala tika. Ketersediaan oksitosin dan uterotonikyang terbatas di berbagai wilayah menyebabkan manajemen aktif kala tiga tidak bisa dilakukan, hal ini berpotensi tinggi berujung pada postpartum hemorrhage. Di lain sisi, aspek kultur budaya, sosial, ekonomi, dan tingkat pendidikan dari masyarakat juga mempengaruhi tingkat mortalitas dari postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage terjadi dengan cepat dan tak terprediksi sehingga klinisi harus segera menyadari saat hal ini terjadi. Hingga saat ini belum ada algoritma tatalaksana yang pasti terkait pencegahan postpartum hemorrhage namun kunci dari keberhasilan penanganan adalah identifikasi penyebab perdarahan yang akurat dan cepat. Identifikasi dari postpartum hemorrhage dapat dilakukan dengan Obstetric Shock Index (OSI), sistem pengukuran menggunakan Quantitative Blood Loss (QBL), dan The Rule of 30. Penatalaksanaan terkait postpartum hemorrhage disesuaikan dengan kondisi dari ibu saat persalinan dan juga tahapan persalinan. Pasien dengan resiko postpartum hemorrhage akan mendapatkan tatalaksana yang berbeda baik pada kala satu, kala dua, dan kala tiga. Kunci dari pencegahan postpartum hemorrhage adalah dengan pemberian oksitosin dan uterotonik. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan program pengenalan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan serta melakukan manajemen aktif kala tiga Kata kunci: Postpartum hemorrhage, kematian, ibu hamil","PeriodicalId":316021,"journal":{"name":"Ganesha Medicine","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126630628","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Ganesha Medicine
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1