ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERAJINAN TANGAN DARI KULIT KERANG DI KELURAHAN BUNGKUTOKO KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA (Feasibility Study of Handycrafts from Shellfish in Bungkutoko Village, Kendari City, Southeast Sulawesi)
A. Asriyana, Agus Kurnia, La Ode Alirman, A. Nurdiana
{"title":"ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERAJINAN TANGAN DARI KULIT KERANG DI KELURAHAN BUNGKUTOKO KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA (Feasibility Study of Handycrafts from Shellfish in Bungkutoko Village, Kendari City, Southeast Sulawesi)","authors":"A. Asriyana, Agus Kurnia, La Ode Alirman, A. Nurdiana","doi":"10.14710/ijfst.14.2.86-90","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kelurahan Bungkutoko termasuk wilayah administrasi Kota Kendari yang daratannya terpisah karena merupakan wilayah kepulauan. Potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki sangat melimpah sehingga menjadi peluang usaha bagi warga setempat dalam peningkatan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis kelayakan usaha kerajinan tangan yang berbahan dasar kerang kerangan di Kelurahan Bungkutoko. Metode analisis kelayakan finansial meliputi NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C ratio (Net Benefit Cost Ratio), PBP (Pay Back Period), dan BEP (Break Event Point). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai seluruh kriteria kelayakan finansial yang digunakan menghasilkan nilai yang menunjukkan kategori layak (NPV sebesar Rp10.459.436,-, IRR sebesar 35%, Net B/C 2,03, PBP 12 bulan serta BEP sebesar Rp4.260.943,- dan 154 unit). Hal ini mengindikasikan bahwa usaha kerajinan tangan yang dilakukan oleh wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko layak untuk dilanjutkan Bungkutoko village is included in the administrative area of Kendari City whose land is separated because it is an archipelago. The potential of fisheries resources owned is very abundant so that it becomes a business opportunity for local residents in improving the family's economy. The research aims to analyze the feasibility of a handicraft business based on shellfish shells in Bungkutoko Village. The methods of financial feasibility analysis are NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C ratio (Net Benefit Cost Ratio), PBP (Pay Back Period), and BEP (Break Event Point). The results show that all financial feasibility criteria shows a feasible category (NPV is Rp 10,459,436,-; IRR is 35%; Net B/C 2.03; PBP is 12 months; and BEP is Rp 4,260,943,; and 154 units). It’s indicated that the handicraft business by fishermen women in Bungkutoko Village is feasible to continue.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.14710/ijfst.14.2.86-90","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Kelurahan Bungkutoko termasuk wilayah administrasi Kota Kendari yang daratannya terpisah karena merupakan wilayah kepulauan. Potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki sangat melimpah sehingga menjadi peluang usaha bagi warga setempat dalam peningkatan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis kelayakan usaha kerajinan tangan yang berbahan dasar kerang kerangan di Kelurahan Bungkutoko. Metode analisis kelayakan finansial meliputi NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C ratio (Net Benefit Cost Ratio), PBP (Pay Back Period), dan BEP (Break Event Point). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai seluruh kriteria kelayakan finansial yang digunakan menghasilkan nilai yang menunjukkan kategori layak (NPV sebesar Rp10.459.436,-, IRR sebesar 35%, Net B/C 2,03, PBP 12 bulan serta BEP sebesar Rp4.260.943,- dan 154 unit). Hal ini mengindikasikan bahwa usaha kerajinan tangan yang dilakukan oleh wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko layak untuk dilanjutkan Bungkutoko village is included in the administrative area of Kendari City whose land is separated because it is an archipelago. The potential of fisheries resources owned is very abundant so that it becomes a business opportunity for local residents in improving the family's economy. The research aims to analyze the feasibility of a handicraft business based on shellfish shells in Bungkutoko Village. The methods of financial feasibility analysis are NPV (net present value), IRR (internal rate of return), Net B/C ratio (Net Benefit Cost Ratio), PBP (Pay Back Period), and BEP (Break Event Point). The results show that all financial feasibility criteria shows a feasible category (NPV is Rp 10,459,436,-; IRR is 35%; Net B/C 2.03; PBP is 12 months; and BEP is Rp 4,260,943,; and 154 units). It’s indicated that the handicraft business by fishermen women in Bungkutoko Village is feasible to continue.