{"title":"PROGRAM PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN BAGI UKM DAY TEA INDONESIA, CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG","authors":"Hetty Karunia Tunjungsari","doi":"10.24912/jbmi.v4i2.12753","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Di tahun 2020 ini dunia mengalami krisis global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang melanda sejumlah besar negara di dunia. Krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis kesehatan ini bahkan memunculkan berbagai masalah bagi pelaku UKM di Indonesia, terutama UKM yang selama ini hanya memasarkan produk secara konvensional di pasar fisik. Dorongan untuk beralih dari pasar fisik ke pasar digital tidak hanya terjadi karena adanya pandemi, namun juga karena di era digital ini konsumen cenderung lebih menyukai produk-produk yang dapat diakses di pasar digital. Kegiatan PKM ini dilakukan untuk membantu UKM Day Tea Indonesia yang terletak di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Selama ini produk yang dihasilkan oleh UKM dijual di toko oleh-oleh yang biasa dikunjungi oleh wisatawan di Ciwidey, namun karena berkurangnya jumlah wisatawan sejak terjadinya pandemi COVID-19, penjualan di toko fisik menurun drastis. Pemilik UKM sudah mulai mencoba memasarkan produknya di pasar digital seperti di Tokopedia maupun menggunakan media sosial Facebook. Namun demikian pemasarannya dirasakan tidak efektif. Survey yang dilakukan oleh tim PKM menghasilkan kesimpulan bahwa salah satu kendala yang mengakibatkan kurangnya daya tarik produk adalah karena kemasan yang kurang berkualitas. Meskipun produk Day Tea Indonesia merupakan produk teh berkualitas premium, karena konsumen mendapatkan kesan pertama akan kualitas produk melalui tampilan kemasan, maka kemasan yang digunakan saat ini masih kurang memadai. Tim PKM melakukan pendampingan kewirausahaan dengan mengembangkan desain kemasan bagi Day Tea Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen. Kata kunci: pendampingan kewirausahaan, kemasan, UKM, pemasaran, kuliner","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-09-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v4i2.12753","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Di tahun 2020 ini dunia mengalami krisis global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang melanda sejumlah besar negara di dunia. Krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis kesehatan ini bahkan memunculkan berbagai masalah bagi pelaku UKM di Indonesia, terutama UKM yang selama ini hanya memasarkan produk secara konvensional di pasar fisik. Dorongan untuk beralih dari pasar fisik ke pasar digital tidak hanya terjadi karena adanya pandemi, namun juga karena di era digital ini konsumen cenderung lebih menyukai produk-produk yang dapat diakses di pasar digital. Kegiatan PKM ini dilakukan untuk membantu UKM Day Tea Indonesia yang terletak di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Selama ini produk yang dihasilkan oleh UKM dijual di toko oleh-oleh yang biasa dikunjungi oleh wisatawan di Ciwidey, namun karena berkurangnya jumlah wisatawan sejak terjadinya pandemi COVID-19, penjualan di toko fisik menurun drastis. Pemilik UKM sudah mulai mencoba memasarkan produknya di pasar digital seperti di Tokopedia maupun menggunakan media sosial Facebook. Namun demikian pemasarannya dirasakan tidak efektif. Survey yang dilakukan oleh tim PKM menghasilkan kesimpulan bahwa salah satu kendala yang mengakibatkan kurangnya daya tarik produk adalah karena kemasan yang kurang berkualitas. Meskipun produk Day Tea Indonesia merupakan produk teh berkualitas premium, karena konsumen mendapatkan kesan pertama akan kualitas produk melalui tampilan kemasan, maka kemasan yang digunakan saat ini masih kurang memadai. Tim PKM melakukan pendampingan kewirausahaan dengan mengembangkan desain kemasan bagi Day Tea Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen. Kata kunci: pendampingan kewirausahaan, kemasan, UKM, pemasaran, kuliner