{"title":"MEMBANGUN SPIRITUAL WELL-BEING PELAKU UMKM DI JAMBI DI ERA PANDEMI COVID 19","authors":"Raja Oloan Tumanggor, F. I. Dewi, H. Agatha","doi":"10.24912/jbmi.v4i2.12949","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This article is the result of training for 4 micro, small and medium businesses in Jambi who are having problems managing their businesses as a result of the Covid 19 pandemic. The training aims to inspire small and medium business actors to continue their business, carried out through zoom with the lecture method , ask questions, and share experiences. The problems they face include lack of customers, declining turnover, which results in decreased income as well. However, various attempts have been made to get rid of this problem. One aspect that can help them rise from adversity is to build spiritual well-being by fostering harmonious relationships with themselves, others, the natural environment and God. Spiritual well-being is not only about a relationship with divine power, but also about a good relationship with oneself, others, and the universe. A person is called spiritually prosperous if he is able to be honest with himself, see the positive in others, maintain the universe and be obedient to worship. All these aspects need to be owned by every business actor. Through real spiritual well-being from the emergence of self-confidence, optimism, and the ability to surrender to God's power, they are then able to see various opportunities that can be done to continue their business such as opening a business in other fields, and changing marketing methods. The important thing is that they can survive even in the difficult atmosphere of the pandemic era.ABSTRAK:Artikel ini merupakan hasil pelatihan terhadap 4 orang pelaku UMKM di Jambi yang mengalami masalah dalam mengelola usahanya sebagai dampak dari pandemi Covid 19. Pelatihan yang bertujuan membangkitkan semangat para pelaku usaha kecil dan menengah melanjutkan usahanya, dilakukan melalui zoom dengan metode ceramah, tanya jawab, dan sharing pengalaman. Masalah yang mereka hadapi antara lain kurangnya pelanggan, omzet menurun, yang berakibat pada pendapatan yang menurun juga. Namun berbagai upaya dilakukan untuk bisa lepas dari persoalan itu. Salah satu aspek yang bisa menolong mereka bangkit dari keterpurukan itu adalah dengan membangun kesejahteraan spiritual dengan cara membina relasi yang harmonis dengan diri sendiri, sesama, alam lingkungan dan Tuhan. Kesejahteraan spiritual bukan hanya menyangkut soal relasi dengan kekuasaan ilahi, tetapi juga menyangkut relasi yang baik dengan diri sendiri, sesama, alam semesta. Seseorang disebut sejahtera secara spiritual bila mampu jujur terhadap diri sendiri, melihat yang positif dalam diri sesama, memelihara alam semesta dan taat beribadah. Semua aspek tersebut perlu dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Melalui kesejahteraan spiritual yang nyata dari munculnya kepercayaan diri, optimisme, dan kemampuan berserah kepada kekuasaan Tuhan, mereka kemudian mampu melihat berbagai peluang yang bisa dilakukan untuk melanjutkan usahanya seperti membuka usaha di bidang lain, dan merobah metode pemasaran. Yang penting mereka bisa bertahan kendati dalam suasana sulit di era pandemi.","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v4i2.12949","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
This article is the result of training for 4 micro, small and medium businesses in Jambi who are having problems managing their businesses as a result of the Covid 19 pandemic. The training aims to inspire small and medium business actors to continue their business, carried out through zoom with the lecture method , ask questions, and share experiences. The problems they face include lack of customers, declining turnover, which results in decreased income as well. However, various attempts have been made to get rid of this problem. One aspect that can help them rise from adversity is to build spiritual well-being by fostering harmonious relationships with themselves, others, the natural environment and God. Spiritual well-being is not only about a relationship with divine power, but also about a good relationship with oneself, others, and the universe. A person is called spiritually prosperous if he is able to be honest with himself, see the positive in others, maintain the universe and be obedient to worship. All these aspects need to be owned by every business actor. Through real spiritual well-being from the emergence of self-confidence, optimism, and the ability to surrender to God's power, they are then able to see various opportunities that can be done to continue their business such as opening a business in other fields, and changing marketing methods. The important thing is that they can survive even in the difficult atmosphere of the pandemic era.ABSTRAK:Artikel ini merupakan hasil pelatihan terhadap 4 orang pelaku UMKM di Jambi yang mengalami masalah dalam mengelola usahanya sebagai dampak dari pandemi Covid 19. Pelatihan yang bertujuan membangkitkan semangat para pelaku usaha kecil dan menengah melanjutkan usahanya, dilakukan melalui zoom dengan metode ceramah, tanya jawab, dan sharing pengalaman. Masalah yang mereka hadapi antara lain kurangnya pelanggan, omzet menurun, yang berakibat pada pendapatan yang menurun juga. Namun berbagai upaya dilakukan untuk bisa lepas dari persoalan itu. Salah satu aspek yang bisa menolong mereka bangkit dari keterpurukan itu adalah dengan membangun kesejahteraan spiritual dengan cara membina relasi yang harmonis dengan diri sendiri, sesama, alam lingkungan dan Tuhan. Kesejahteraan spiritual bukan hanya menyangkut soal relasi dengan kekuasaan ilahi, tetapi juga menyangkut relasi yang baik dengan diri sendiri, sesama, alam semesta. Seseorang disebut sejahtera secara spiritual bila mampu jujur terhadap diri sendiri, melihat yang positif dalam diri sesama, memelihara alam semesta dan taat beribadah. Semua aspek tersebut perlu dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Melalui kesejahteraan spiritual yang nyata dari munculnya kepercayaan diri, optimisme, dan kemampuan berserah kepada kekuasaan Tuhan, mereka kemudian mampu melihat berbagai peluang yang bisa dilakukan untuk melanjutkan usahanya seperti membuka usaha di bidang lain, dan merobah metode pemasaran. Yang penting mereka bisa bertahan kendati dalam suasana sulit di era pandemi.
本文是为占碑市的4家微型、小型和中型企业提供培训的结果,这些企业由于Covid - 19大流行而在管理业务方面遇到了问题。该培训旨在激励中小企业参与者继续经营,通过讲座法、提问、分享经验等方式进行放大。他们面临的问题包括缺乏客户,营业额下降,从而导致收入减少。然而,已经做出了各种尝试来摆脱这个问题。帮助他们走出逆境的一个方面是通过培养与自己、他人、自然环境和上帝的和谐关系来建立精神上的幸福。精神上的幸福不仅是与神的力量的关系,也是与自己、他人和宇宙的良好关系。如果一个人能够对自己诚实,看到别人的优点,维护宇宙并服从崇拜,那么他就被称为精神上的繁荣。所有这些方面都需要由每个业务参与者拥有。通过自信、乐观和降服于上帝大能的能力所带来的真正的属灵福祉,他们就能够看到各种各样的机会来继续他们的事业,比如在其他领域开展业务,改变营销方法。重要的是,即使在大流行时代的艰难气氛中,他们也能生存下来。摘要:2019冠状病毒病大流行的病原病原学研究综述。Pelatihan yang bertujuan membangkitkan semangat para pelaku usaha kecil dan menengah melanjutkan usahanya, dilakukan melalui zoom dengan metode ceramah, tanya jawab, dan sharing pengalaman。Masalah yang mereka hadapi antara lain kurangnya pelanggan, omzet menurun, yang berakibat pada pendapatan yang menurun juga。Namun berbagai upaya dilakukan untuk bisa lepas dari personalitu。Salah satu说yang bisa menolong mereka bangkit dari keterpurukan itadalah dengan membanguan kesejahteraan精神dengan cara memina放松yang harmonis dengan dii sendiri, sesama, alam lingkungan dan Tuhan。Kesejahteraan精神,bukan hanya menyangkut soal松绑,tentapi juga menyangkut松绑,tetapi juga menyangkut松绑,yangbaik dengan diri sendiri, sesama, alam semesta。Seseorang disebut sejahtera secara spiritual bila mampu jujur terhadap diri sendiri, melihat yang positif dalam diri sesama, memelihara alam semesta dan taat beribadah。Semua说得很简洁,但她说得很简单,她说得很好。乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观,乐观杨彭婷梅里卡比伯塔汉肯塔基达拉姆苏苏特流行病。