{"title":"STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN PULAU MOROTAI DALAM MEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI MALUKU UTARA","authors":"muhammad hasnin","doi":"10.33387/hjp.v9i2.929","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi untuk mengembangkan wilayah perbatasan Pulau Morotai dalam hal pembangunan ekonomi. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi arahan yang lebih spesifik terhadap pengembangan potensi ekonomi Morotai dalam perumusan strategi yang mendukung kebijakan pemerintah. Implikasi dari pengembangan daerah perbatasan juga ditinjau dari pendekatan terhadap elemen praktik terbaik dan studi teoritis dalam konteks pengembangan wilayah perbatasan, yang kemudian menjadi input untuk perumusan strategi. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian yang disintesis dari literatur mengenai pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Triangulasi serentak digunakan untuk melengkapi hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif pada analisis antar dan intraregional. Analisis dalam penelitian ini adalah spasial, struktur ekonomi, serta analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif). Temuan penelitian ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai memiliki peluang dalam mengembangkan daerah perbatasan karena wilayah ini memiliki modal dasar yang penting dalam pengembangan wilayah perbatasan, yaitu unsur budaya, kerangka kerja kelembagaan, kepentingan sektor swasta, infrastruktur, kebijakan, dan pendekatan investasi . Kendala pada pengembangan perbatasan dalam perspektif ekonomi ini adalah peran kebijakan dan infrastruktur yang belum mendukung pengembangan wilayah perbatasan. Strategi pembangunan perbatasan termasuk mendorong peraturan yang kondusif dan operasional untuk menawar pembangunan ekonomi di daerah perbatasan, meningkatkan peran sektor-sektor utama dan mendorong sektor-sektor lain dalam pertumbuhan, meningkatkan perhatian pada keberlanjutan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Humano: Jurnal Penelitian","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33387/hjp.v9i2.929","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi untuk mengembangkan wilayah perbatasan Pulau Morotai dalam hal pembangunan ekonomi. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi arahan yang lebih spesifik terhadap pengembangan potensi ekonomi Morotai dalam perumusan strategi yang mendukung kebijakan pemerintah. Implikasi dari pengembangan daerah perbatasan juga ditinjau dari pendekatan terhadap elemen praktik terbaik dan studi teoritis dalam konteks pengembangan wilayah perbatasan, yang kemudian menjadi input untuk perumusan strategi. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian yang disintesis dari literatur mengenai pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Triangulasi serentak digunakan untuk melengkapi hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif pada analisis antar dan intraregional. Analisis dalam penelitian ini adalah spasial, struktur ekonomi, serta analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif). Temuan penelitian ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai memiliki peluang dalam mengembangkan daerah perbatasan karena wilayah ini memiliki modal dasar yang penting dalam pengembangan wilayah perbatasan, yaitu unsur budaya, kerangka kerja kelembagaan, kepentingan sektor swasta, infrastruktur, kebijakan, dan pendekatan investasi . Kendala pada pengembangan perbatasan dalam perspektif ekonomi ini adalah peran kebijakan dan infrastruktur yang belum mendukung pengembangan wilayah perbatasan. Strategi pembangunan perbatasan termasuk mendorong peraturan yang kondusif dan operasional untuk menawar pembangunan ekonomi di daerah perbatasan, meningkatkan peran sektor-sektor utama dan mendorong sektor-sektor lain dalam pertumbuhan, meningkatkan perhatian pada keberlanjutan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.