{"title":"Penerapan Prinsip Transit-Oriented Development (TOD) untuk Mewujudkan Transportasi yang Berkelanjutan","authors":"Widhi Suci Zafira, A. Puspitasari","doi":"10.30659/jkr.v2i1.20440","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACTThe use of private vehicles by Indonesian citizens more than public transportation can cause urban problems. The implementation of the Transit-Oriented Development concept which has begun to be adopted by several urban areas in Indonesia and become a method to overcome urban transportation problems and can realize a sustainable transportation system. The Transit-Oriented Development concept can be realized by applying the principles of Transit-Oriented Development in accordance with applicable minimum standards. Therefore, the purpose of this research is to find out how the TOD principles can be applied in Indonesia in accordance with the minimum standards of TOD in order to realize sustainable transportation. The research used is descriptive qualitative method with a literature review approach. The case studies used are the Dukuh Atas TOD area of DKI Jakarta, the Plaza Indonesia Jakarta area, the Pal Enam Terminal of Banjarmasin City, and the Jaticempaka LRT Station of Bekasi City. Based on the results, the implementation of TOD principles in Indonesia has not been implemented optimally. Only the Plaza Indonesia area has met the minimum TOD standard category that is bronze standard. From the four case studies, only 2 of the 8 TOD principles have parameters that meet the minimum TOD standards, there are transit (public transportation) and compact (close). The application of the cycle principle (cycling) requires more attention because not all of the parameters can be implemented. Keywords : Transit-Oriented Development, TOD Principles, TOD Standards ABSTRAKPenggunaan kendaraan pribadi masyarakat Indonesia yang lebih banyak dibandingkan transportasi umum dapat menimbulkan permasalahan perkotaan. Penerapan konsep kawasan Transit-Oriented Development yang mulai diadopsi beberapa wilayah perkotaan di Indonesia menjadi salah satu metode untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan dan dapat mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan. Konsep kawasan berorientasi transit dapat diwujudkan dengan menerapkan prinsip-prinsip Transit-Oriented Development sesuai dengan standar minimal yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip TOD di Indonesia sesuai dengan standar minimal TOD dalam rangka mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review. Studi kasus yang digunakan yaitu Kawasan TOD Dukuh Atas DKI Jakarta, Kawasan Plaza Indonesia Jakarta, Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin, dan Stasiun LRT Jaticempaka Kota Bekasi. Berdasarkan hasil analisis penerapan prinsip-prinsip TOD di Indonesia belum diimplementasikan secara maksimal. Hanya Kawasan Plaza Indonesia yang telah memenuhi kategori standar TOD minimal yaitu bronze standard. Dari keempat studi kasus hanya 2 dari 8 prinsip TOD yang parameternya telah memenuhi standar minimal TOD yaitu transit (angkutan umum) dan compact (merapatkan). Penerapan prinsip cycle (bersepeda) paling membutuhkan perhatian lebih karena parameternya belum semua dapat terimplementasi.Kata kunci : Kawasan Berorientasi Transit, Prinsip TOD, Standar TOD","PeriodicalId":436096,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Ruang","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"4","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Kajian Ruang","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30659/jkr.v2i1.20440","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
Abstract
ABSTRACTThe use of private vehicles by Indonesian citizens more than public transportation can cause urban problems. The implementation of the Transit-Oriented Development concept which has begun to be adopted by several urban areas in Indonesia and become a method to overcome urban transportation problems and can realize a sustainable transportation system. The Transit-Oriented Development concept can be realized by applying the principles of Transit-Oriented Development in accordance with applicable minimum standards. Therefore, the purpose of this research is to find out how the TOD principles can be applied in Indonesia in accordance with the minimum standards of TOD in order to realize sustainable transportation. The research used is descriptive qualitative method with a literature review approach. The case studies used are the Dukuh Atas TOD area of DKI Jakarta, the Plaza Indonesia Jakarta area, the Pal Enam Terminal of Banjarmasin City, and the Jaticempaka LRT Station of Bekasi City. Based on the results, the implementation of TOD principles in Indonesia has not been implemented optimally. Only the Plaza Indonesia area has met the minimum TOD standard category that is bronze standard. From the four case studies, only 2 of the 8 TOD principles have parameters that meet the minimum TOD standards, there are transit (public transportation) and compact (close). The application of the cycle principle (cycling) requires more attention because not all of the parameters can be implemented. Keywords : Transit-Oriented Development, TOD Principles, TOD Standards ABSTRAKPenggunaan kendaraan pribadi masyarakat Indonesia yang lebih banyak dibandingkan transportasi umum dapat menimbulkan permasalahan perkotaan. Penerapan konsep kawasan Transit-Oriented Development yang mulai diadopsi beberapa wilayah perkotaan di Indonesia menjadi salah satu metode untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan dan dapat mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan. Konsep kawasan berorientasi transit dapat diwujudkan dengan menerapkan prinsip-prinsip Transit-Oriented Development sesuai dengan standar minimal yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip TOD di Indonesia sesuai dengan standar minimal TOD dalam rangka mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review. Studi kasus yang digunakan yaitu Kawasan TOD Dukuh Atas DKI Jakarta, Kawasan Plaza Indonesia Jakarta, Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin, dan Stasiun LRT Jaticempaka Kota Bekasi. Berdasarkan hasil analisis penerapan prinsip-prinsip TOD di Indonesia belum diimplementasikan secara maksimal. Hanya Kawasan Plaza Indonesia yang telah memenuhi kategori standar TOD minimal yaitu bronze standard. Dari keempat studi kasus hanya 2 dari 8 prinsip TOD yang parameternya telah memenuhi standar minimal TOD yaitu transit (angkutan umum) dan compact (merapatkan). Penerapan prinsip cycle (bersepeda) paling membutuhkan perhatian lebih karena parameternya belum semua dapat terimplementasi.Kata kunci : Kawasan Berorientasi Transit, Prinsip TOD, Standar TOD
【摘要】印尼公民私家车的使用超过公共交通,这可能会造成城市问题。实施以交通为导向的发展概念,这一概念已经开始被印度尼西亚的几个城市地区采用,成为克服城市交通问题的一种方法,可以实现可持续的交通系统。以交通为导向的发展概念可以通过按照适用的最低标准应用以交通为导向的发展原则来实现。因此,本研究的目的是找出TOD原则如何在印度尼西亚按照TOD的最低标准应用,以实现可持续交通。本研究采用描述性定性方法和文献回顾法。案例研究包括雅加达DKI的Dukuh Atas TOD区、雅加达广场区、Banjarmasin市的Pal Enam终点站和Bekasi市的Jaticempaka轻轨站。从结果来看,TOD原则在印尼的实施并没有达到最优。只有印尼广场区域达到了最低TOD标准类别,即青铜标准。从四个案例研究中,8个TOD原则中只有2个具有满足最低TOD标准的参数,即transit(公共交通)和compact(紧凑)。循环原理(cycling)的应用需要更多的关注,因为不是所有的参数都可以实现。摘要:pengunaan kendaraan pribadi masyarakat印度尼西亚yang lebih banyak dibandingkan transportasi umumdapat menimbulkan permasalahan perkotaan。【翻译】penerapapkonsep kawasan交通导向发展(Transit-Oriented Development)康普川山:面向交通的发展模式:面向交通的发展模式:面向交通的发展模式:面向交通的发展模式:面向交通的发展模式。Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip TOD di印度尼西亚sesuaidan标准最小TOD dalam rangka mewujudkan transporti yang berkelanjutan。方法penpenlitian, yang diunakan, adalah,方法定性描述,dengan penpenkatan,文献综述。Studi kasus yang digunakan yitu Kawasan TOD Dukuh Atas DKI雅加达,Kawasan Plaza印度尼西亚雅加达,Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin, dan Stasiun LRT Jaticempaka Kota Bekasi。Berdasarkan将分析penpenjapan的原则-印度尼西亚的原则TOD,以及实施亚洲的原则maksimal。汉雅卡山广场印尼杨特拉纪念品分类标准TOD最低雅图青铜标准。在此基础上,研究了2、8个主要TOD参数,并对标准最小TOD进行了分析,得到了yyitu transit (angkutan umum)和compact (merapatkan)。penerapepsip - cycle (bersepeda) - pal - membutukan - perhbih - karena参数- belumapua - patatter实现。Kata kunci: Kawasan Berorientasi Transit, Prinsip TOD, standard TOD