R. Setiowati, K. Nugroho, Helvi Ardana Reswari, Sulassih Sulassih
{"title":"VARIETAS KELAPA SAWIT TOLERAN GENANGAN: UPAYA ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM","authors":"R. Setiowati, K. Nugroho, Helvi Ardana Reswari, Sulassih Sulassih","doi":"10.22302/iopri.war.warta.v28i2.100","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kelapa sawit saat ini menghadapi tantangan baik yang datang dari alam maupun dari manusia. Tantangan dari alam salah satunya adalah ketidakpastian cuaca akibat perubahan iklim global. Tantangan yang berasal dari manusia berupa penggunaan lahan marjinal seperti lahan gambut, pasang surut, maupun lahan berlereng dan berlembah untuk perkebunan kelapa sawit. Hal ini sering kali menempatkan kelapa sawit pada kondisi yang rawan genangan dan banjir. Genangan yang berkepanjangan dapat berpengaruh pada kualitas minyak, menurunkan produksi, dan apabila tetap berlanjut dapat menyebabkan kematian. Meskipun ancaman yang diakibatkan oleh banjir dan genangan tidak seberbahaya dampak akibat serangan penyakit, namun bahan tanaman yang toleran terhadap genangan dapat mengurangi potensi kerugian yang disebabkan oleh penurunan produksi akibat tanaman yang tergenang. Ketika tanaman kelapa sawit tergenang, tanaman akan mengembangkan mekanisme pertahanan yang melibatkan berbagai elemen seperti protein transporter, faktor transkripsi, gen-gen yang spesifik untuk kondisi genangan, serta berbagai metabolit. Jenis, tingkat ekspresi, serta konsentrasi senyawa oganik yang dihasilkan oleh tanaman yang tergenang, dapat berbeda-beda tergantung seberapa lama tanaman tergenang, dan tingkat keparahan yang dialami. Selain itu, respon tanaman terhadap genangan juga dapat dipengaruhi oleh genotipe tanaman. Review ini merangkum berbagai penelitian yang potensial dikembangkan dalam rangka perakitan varietas kelapa sawit yang toleran terhadap banjir dan genangan.","PeriodicalId":197056,"journal":{"name":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-07-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v28i2.100","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Kelapa sawit saat ini menghadapi tantangan baik yang datang dari alam maupun dari manusia. Tantangan dari alam salah satunya adalah ketidakpastian cuaca akibat perubahan iklim global. Tantangan yang berasal dari manusia berupa penggunaan lahan marjinal seperti lahan gambut, pasang surut, maupun lahan berlereng dan berlembah untuk perkebunan kelapa sawit. Hal ini sering kali menempatkan kelapa sawit pada kondisi yang rawan genangan dan banjir. Genangan yang berkepanjangan dapat berpengaruh pada kualitas minyak, menurunkan produksi, dan apabila tetap berlanjut dapat menyebabkan kematian. Meskipun ancaman yang diakibatkan oleh banjir dan genangan tidak seberbahaya dampak akibat serangan penyakit, namun bahan tanaman yang toleran terhadap genangan dapat mengurangi potensi kerugian yang disebabkan oleh penurunan produksi akibat tanaman yang tergenang. Ketika tanaman kelapa sawit tergenang, tanaman akan mengembangkan mekanisme pertahanan yang melibatkan berbagai elemen seperti protein transporter, faktor transkripsi, gen-gen yang spesifik untuk kondisi genangan, serta berbagai metabolit. Jenis, tingkat ekspresi, serta konsentrasi senyawa oganik yang dihasilkan oleh tanaman yang tergenang, dapat berbeda-beda tergantung seberapa lama tanaman tergenang, dan tingkat keparahan yang dialami. Selain itu, respon tanaman terhadap genangan juga dapat dipengaruhi oleh genotipe tanaman. Review ini merangkum berbagai penelitian yang potensial dikembangkan dalam rangka perakitan varietas kelapa sawit yang toleran terhadap banjir dan genangan.