Reconstruction of Islamic Family Law in Indonesia Through Constitutional Court Decisions

Najichah Najichah
{"title":"Reconstruction of Islamic Family Law in Indonesia Through Constitutional Court Decisions","authors":"Najichah Najichah","doi":"10.21580/walrev.2022.4.2.13407","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"No law is perfect as well as in the Marriage Law, there are many criticisms of the articles in the UUUP which are considered not to follow the spirit of family law reform. Many articles are considered discriminatory, have multiple interpretations, and do not provide legal justice. The proposed revision of the contents of the UUP began during the Reformation period, but the debate just ended. Amid the impasse in 2003 the Constitutional Court (MK) was born as one of the judicial institutions in Indonesia through the amendment of the 1945 Constitution. The birth of the Constitutional Court gave fresh air to groups who felt that their constitutional rights were violated by Marriage Law No.1 of 1975. This research is a descriptive-analytic library research, the problem approach used is a normative-juridical approach. The results of the study found that the Constitutional Court acted as an interpreter, and reinforcer changed Islamic family law, and even made a new Islamic family law using the glasses of the constitution. Based on the decision of the Constitutional Court which is final and binding, the Constitutional Court's decision functions as a negative legislator and a positive legislator as in Decision No.46/PUU-VIII/2010, Decision No.69/PUU-XIII/2015 and Decision No.22/PUU- XV/2017. In addition, the Constitutional Court also provides interpretation and strengthening of Islamic family law as stated in decision No.68/PUU/XII/2014. Based on the four decisions of the Constitutional Court, the Constitutional Court has an important and effective role in reforming Islamic family law in Indonesia.Undang-undang tidak ada yang sempurna begitu pula dalam UU Perkawinan, banyak kritisi tentang pasal-pasal dalam UUP yang dianggap tidak sesuai dengan semangat pembaharuan hukum keluarga. Banyak pasal yang dianggap diskriminatif, multitafsir dan tidak memberikan keadilan hukum.  Sesungguhnya usulan revisi terhadap isi UUP sudah mulai pada masa Reformasi, namun perdebatan tersebut berhent begitu saja. Di tengah kebuntuan tersebut pada tahun 2003 Mahkamah Konstitusi (MK) lahir sebagai salah satu lembaga yudisial di Indonesia melalui amandemen UUD45.  Lahirnya MK memberikan angin segar bagi kelompok yang merasa hak-hak konstitusi dilanggar dengan adanya UU Perkawinan No.1 tahun 1975. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research) bersifat deskriptif-analitik, pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan normatif-yuridis. Hasil penelitian menemukan MK berperan sebagai penafsir, penguat, mengubah hukum keluarga Islam bahkan membuat hukum keluarga Islam yang baru dengan mengunakan kacamata kontitusi. Berdasarkan putusan MK yang bersifat final and binding maka putusan MK berfungsi sebagai negatif legislator dan postitif legislator sebagaimana dalam putusan Putusan No.46/PUU-VIII/2010, Putusan No.69/PUU-XIII/2015 dan Putusan No.22/PUU-XV/2017.  Selain itu MK juga memberikan penafsiran dan penguatan hukum keluarga Islam sebagaimana dalam putusan No.68/PUU/XII/2014. Berdasarkan empat putusan MK maka MK mempunyai peranan yang penting dan efektif dalam pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia.","PeriodicalId":255287,"journal":{"name":"Walisongo Law Review (Walrev)","volume":"28 8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Walisongo Law Review (Walrev)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21580/walrev.2022.4.2.13407","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

No law is perfect as well as in the Marriage Law, there are many criticisms of the articles in the UUUP which are considered not to follow the spirit of family law reform. Many articles are considered discriminatory, have multiple interpretations, and do not provide legal justice. The proposed revision of the contents of the UUP began during the Reformation period, but the debate just ended. Amid the impasse in 2003 the Constitutional Court (MK) was born as one of the judicial institutions in Indonesia through the amendment of the 1945 Constitution. The birth of the Constitutional Court gave fresh air to groups who felt that their constitutional rights were violated by Marriage Law No.1 of 1975. This research is a descriptive-analytic library research, the problem approach used is a normative-juridical approach. The results of the study found that the Constitutional Court acted as an interpreter, and reinforcer changed Islamic family law, and even made a new Islamic family law using the glasses of the constitution. Based on the decision of the Constitutional Court which is final and binding, the Constitutional Court's decision functions as a negative legislator and a positive legislator as in Decision No.46/PUU-VIII/2010, Decision No.69/PUU-XIII/2015 and Decision No.22/PUU- XV/2017. In addition, the Constitutional Court also provides interpretation and strengthening of Islamic family law as stated in decision No.68/PUU/XII/2014. Based on the four decisions of the Constitutional Court, the Constitutional Court has an important and effective role in reforming Islamic family law in Indonesia.Undang-undang tidak ada yang sempurna begitu pula dalam UU Perkawinan, banyak kritisi tentang pasal-pasal dalam UUP yang dianggap tidak sesuai dengan semangat pembaharuan hukum keluarga. Banyak pasal yang dianggap diskriminatif, multitafsir dan tidak memberikan keadilan hukum.  Sesungguhnya usulan revisi terhadap isi UUP sudah mulai pada masa Reformasi, namun perdebatan tersebut berhent begitu saja. Di tengah kebuntuan tersebut pada tahun 2003 Mahkamah Konstitusi (MK) lahir sebagai salah satu lembaga yudisial di Indonesia melalui amandemen UUD45.  Lahirnya MK memberikan angin segar bagi kelompok yang merasa hak-hak konstitusi dilanggar dengan adanya UU Perkawinan No.1 tahun 1975. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research) bersifat deskriptif-analitik, pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan normatif-yuridis. Hasil penelitian menemukan MK berperan sebagai penafsir, penguat, mengubah hukum keluarga Islam bahkan membuat hukum keluarga Islam yang baru dengan mengunakan kacamata kontitusi. Berdasarkan putusan MK yang bersifat final and binding maka putusan MK berfungsi sebagai negatif legislator dan postitif legislator sebagaimana dalam putusan Putusan No.46/PUU-VIII/2010, Putusan No.69/PUU-XIII/2015 dan Putusan No.22/PUU-XV/2017.  Selain itu MK juga memberikan penafsiran dan penguatan hukum keluarga Islam sebagaimana dalam putusan No.68/PUU/XII/2014. Berdasarkan empat putusan MK maka MK mempunyai peranan yang penting dan efektif dalam pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia.
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
通过宪法法院判决重建印度尼西亚的伊斯兰家庭法
任何法律都不像《婚姻法》那样完美,对于统一党提出的条款有很多批评,认为这些条款没有遵循家庭法改革的精神。许多条款被认为是歧视性的,有多种解释,没有提供法律公正。统一党内容的修改从改革时期就开始了,但争论刚刚结束。在2003年的僵局中,宪法法院(MK)作为印度尼西亚的司法机构之一,通过修改1945年宪法而诞生。宪法法院的诞生给那些认为自己的宪法权利受到1975年第1号《婚姻法》侵犯的团体带来了新鲜空气。本研究是一项描述性分析图书馆研究,使用的问题方法是一种规范-法律方法。研究结果发现,宪法法院扮演了解释者和强化者的角色,改变了伊斯兰家庭法,甚至戴着宪法的眼镜制定了新的伊斯兰家庭法。宪法法院的决定以具有最终约束力的宪法法院决定为基础,在第46/PUU- viii /2010号决定、第69/PUU- xiii /2015号决定和第22/PUU- XV/2017号决定中发挥消极立法者和积极立法者的作用。此外,宪法法院还解释和加强第68/PUU/XII/2014号决定所述的伊斯兰家庭法。根据宪法法院的四项裁决,宪法法院在改革印度尼西亚伊斯兰家庭法方面发挥了重要而有效的作用。Undang-undang tidak ada yang sempurna begitu pula dalam UU Perkawinan, banyak kritisi tentenp -pasal dalam UUP yang dianggap tidak sesuai dengan semangat penbaharan hukum keluarga。Banyak pasal yang dianggap disk犯罪人,多事务dan tiak成员keadian hukum。Sesungguhnya usulan revisi terhadap is UUP sudah mulai pada masa Reformasi, namun perdebatan,但随后开始saja。2003年,马来西亚宪法(MK)颁布了一项法令,规定了印尼宪法和宪法的基本原则。国会议员拉希尼亚·安金·西格·基隆波克·扬·梅拉斯·哈克克·康提斯·迪格尔·邓加斯·阿丹尼亚,1975年1月1日。图书馆研究,图书馆研究,图书馆研究,图书馆研究,图书馆研究,图书馆研究,图书馆研究,图书馆研究。Hasil penelitian menemukan MK berperan sebagai penafsir,企鹅,mengubah hukum keluarga Islam bahkan membuat hukum keluarga Islam yang baru dengan mengunakan kacamata kontitusi。Berdasarkan putusan MK yang bersifat最终并具有约束力的maka putusan MK berfungsi sebagai负立法委员和正立法委员sebagaimana dalam putusan putusan第46/PUU-VIII/2010, putusan第69/PUU-XIII/2015和putusan第22/PUU-XV/2017。Selain itu MK juga memberikan penafsiran dan penguatan hukum keluarga Islam sebagaimana dalam putusan No.68/PUU/XII/2014。Berdasarkan empat putusan MK maka MK mempunyai peranan yang penting dan efektif dalam pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
期刊最新文献
Identity Politics in the Construction of Electoral Laws: A Qualitative Analysis The Concept of Legal Intensity: Harmonizing God’s Rule within Constitutional Law Understanding the Nature of Legal Knowledge: In-Depth Critique of the Legal Fiction Principle Unveiling the Issues: Feminist Legal Theory's Critique on Rape Formulation in Indonesia Legal Analysis of the Role of the Regional Assembly in the Monitoring of Notaries After Amendment of Law No. 2/2014
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1