{"title":"Pengaruh Variasi Temperatur Perlakuan Panas dan Media Pendingin Terhadap Sifat Mekanis dan Mikrostruktur Aluminium 2024","authors":"Yudhi Chandra Dwiaji","doi":"10.52158/jamere.v3i2.571","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kombinasi aluminium 2024 adalah jenis logam yang lebih unggul dari berbagai jenis logam. Aluminium paduan 2024 digunakan pada industri pesawat sipil maupun militer yaitu pada bagian kulit pesawat. Peningkatan kualitas paduan aluminium ini dapat dilakukan dengan cara perlakuan panas. Untuk meningkatkan kualitas paduan aluminium 2024 tersebut dilakukan metode perlakuan panas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan pada material aluminium 2024 sebelum dan setelah mengalami perlakuan panas. Pengujian ini dilakukan di Workshop Machining PT.GMF AeroAsia. menggunakan alat uji kekerasan setelah mengalami perlakuan panas. Spesimen yang akan diuji, yaitu aluminium sheet 2024 ketebalan 1.6mm dengan ukuran 30cm x 20cm. Pada proses pemanasan untuk aluminium 2024 dilakukan dengan cara memasukkan spesimen kedalam dapur pemanas hingga sampai pada temperatur 400˚ C dan 500˚ C, dan diikuti dengan proses penahanan dengan waktu masing - masing 35 menit. Setelah proses perlakuan panas, proses selanjutnya adalah proses pendinginan dengan cara mencelupkan aluminium 2024 kedalam wadah media pendingin oli dan air sampai suhu pada spesimen kembali normal. Setelah dilakukan pendinginan dilanjutkan dengan pengujian kekerasan hardness rockwell. Pada pengujian ini dilakukan 5 titik pengambilan data pada setiap spesimen dengan titik yang berbeda-beda. Hasil pengujian kekerasan hardness rockwell sebelum dilakukan perlakuan panas yaitu 29.62 HRB. Setelah dilakukan perlakuan panas menghasilkan angka kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen uji dengan media pendinginan oli pada suhu 500˚ C yaitu 59.68 HRB. dan terendah terdapat pada perlakuan serupa dengan media pendingin air pada suhu 500˚ C yaitu 56.38 HRB.","PeriodicalId":394289,"journal":{"name":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","volume":"23 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-08-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.52158/jamere.v3i2.571","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Kombinasi aluminium 2024 adalah jenis logam yang lebih unggul dari berbagai jenis logam. Aluminium paduan 2024 digunakan pada industri pesawat sipil maupun militer yaitu pada bagian kulit pesawat. Peningkatan kualitas paduan aluminium ini dapat dilakukan dengan cara perlakuan panas. Untuk meningkatkan kualitas paduan aluminium 2024 tersebut dilakukan metode perlakuan panas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan pada material aluminium 2024 sebelum dan setelah mengalami perlakuan panas. Pengujian ini dilakukan di Workshop Machining PT.GMF AeroAsia. menggunakan alat uji kekerasan setelah mengalami perlakuan panas. Spesimen yang akan diuji, yaitu aluminium sheet 2024 ketebalan 1.6mm dengan ukuran 30cm x 20cm. Pada proses pemanasan untuk aluminium 2024 dilakukan dengan cara memasukkan spesimen kedalam dapur pemanas hingga sampai pada temperatur 400˚ C dan 500˚ C, dan diikuti dengan proses penahanan dengan waktu masing - masing 35 menit. Setelah proses perlakuan panas, proses selanjutnya adalah proses pendinginan dengan cara mencelupkan aluminium 2024 kedalam wadah media pendingin oli dan air sampai suhu pada spesimen kembali normal. Setelah dilakukan pendinginan dilanjutkan dengan pengujian kekerasan hardness rockwell. Pada pengujian ini dilakukan 5 titik pengambilan data pada setiap spesimen dengan titik yang berbeda-beda. Hasil pengujian kekerasan hardness rockwell sebelum dilakukan perlakuan panas yaitu 29.62 HRB. Setelah dilakukan perlakuan panas menghasilkan angka kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen uji dengan media pendinginan oli pada suhu 500˚ C yaitu 59.68 HRB. dan terendah terdapat pada perlakuan serupa dengan media pendingin air pada suhu 500˚ C yaitu 56.38 HRB.