Between Transcendence and Immanence: The Construction of Fazlur Rahman's Thoughts about God

Fokus Pub Date : 2021-12-31 DOI:10.30983/fuaduna.v5i2.4968
Amril Amril, Endrika Widdia Putri
{"title":"Between Transcendence and Immanence: The Construction of Fazlur Rahman's Thoughts about God","authors":"Amril Amril, Endrika Widdia Putri","doi":"10.30983/fuaduna.v5i2.4968","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This article analyzes the construction of Fazlur Rahman's thoughts about God. This qualitative research uses Friedrich Schleimacher's hermeneutic method (1764-1834). This study finds that in the construction of Fazlur Rahman's thought, God is One and the First. God is not a dimension, but He is the creator of the dimensions. The existence of God can be found with Himself because He is the evidence for all things. For this reason, everything created by God has a (teleological) purpose, namely as proof of His functional existence. God is transcendent and immanent. Transcendent God implies that God is completely different from all His material creatures. At the same time, the immanent God is \"along\" with His creation. God has a direct relationship with his creation, it does not mean that God is in everything that exists in nature, even though His presence is all-encompassing.Artikel ini menganalisis tentang kontruksi pemikiran Fazlur Rahman tentang Tuhan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutika Friedrich Schleimacher (1764-1834). Studi ini menemukan bahwa dalam kontruksi pemikiran Fazlur Rahman Tuhan adalah Esa dan Yang Pertama. Tuhan bukanlah dimensi, tapi Ia pencipta dimensi-dimensi yang wujud. Wujud Tuhan dapat ditemukan dengan diri-Nya sendiri, karena diri-Nya merupakan bukti bagi segala sesuatu. Untuk itu, dalam pemikiran Fazlur Rahman segala yang diciptakan Tuhan mempunyai tujuan (teleologis) yaitu sebagai bukti wujud-Nya yang bersifat fungsional. Kemudian, bagi Fazlur Rahman Tuhan bersifat transenden dan imanen. Transenden Tuhan mengandung makna bahwa Tuhan sama sekali berbeda dengan segala makhluk-Nya yang bersifat materi. Sedang imanen Tuhan adalah “bersama-sama” dengan ciptaan-Nya. Tuhan mempunyai hubungan langsung dengan ciptaannya, bukan berarti Tuhan ada di dalam setiap sesuatu yang ada di alam, sungguhpun kehadiran-Nya serba meliputi.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"85 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Fokus","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30983/fuaduna.v5i2.4968","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

This article analyzes the construction of Fazlur Rahman's thoughts about God. This qualitative research uses Friedrich Schleimacher's hermeneutic method (1764-1834). This study finds that in the construction of Fazlur Rahman's thought, God is One and the First. God is not a dimension, but He is the creator of the dimensions. The existence of God can be found with Himself because He is the evidence for all things. For this reason, everything created by God has a (teleological) purpose, namely as proof of His functional existence. God is transcendent and immanent. Transcendent God implies that God is completely different from all His material creatures. At the same time, the immanent God is "along" with His creation. God has a direct relationship with his creation, it does not mean that God is in everything that exists in nature, even though His presence is all-encompassing.Artikel ini menganalisis tentang kontruksi pemikiran Fazlur Rahman tentang Tuhan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutika Friedrich Schleimacher (1764-1834). Studi ini menemukan bahwa dalam kontruksi pemikiran Fazlur Rahman Tuhan adalah Esa dan Yang Pertama. Tuhan bukanlah dimensi, tapi Ia pencipta dimensi-dimensi yang wujud. Wujud Tuhan dapat ditemukan dengan diri-Nya sendiri, karena diri-Nya merupakan bukti bagi segala sesuatu. Untuk itu, dalam pemikiran Fazlur Rahman segala yang diciptakan Tuhan mempunyai tujuan (teleologis) yaitu sebagai bukti wujud-Nya yang bersifat fungsional. Kemudian, bagi Fazlur Rahman Tuhan bersifat transenden dan imanen. Transenden Tuhan mengandung makna bahwa Tuhan sama sekali berbeda dengan segala makhluk-Nya yang bersifat materi. Sedang imanen Tuhan adalah “bersama-sama” dengan ciptaan-Nya. Tuhan mempunyai hubungan langsung dengan ciptaannya, bukan berarti Tuhan ada di dalam setiap sesuatu yang ada di alam, sungguhpun kehadiran-Nya serba meliputi.
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
超越性与内在性之间:法兹鲁尔·拉赫曼上帝思想的建构
本文分析了法兹鲁尔·拉赫曼真主思想的构成。本定性研究采用了弗里德里希·施莱马赫的解释学方法(1764-1834)。本研究发现,在法兹鲁尔·拉赫曼思想的建构中,神是独一和第一。上帝不是一个维度,但他是维度的创造者。上帝的存在可以从他自己身上找到,因为他是万物的证据。由于这个原因,上帝创造的一切都有一个(目的论的)目的,即证明他的功能存在。上帝是超越的和内在的。超然的上帝意味着上帝是完全不同于他所有的物质生物。与此同时,内在的上帝与他的创造物“同在”。上帝与他的创造物有直接的关系,这并不意味着上帝存在于自然界的一切事物中,尽管他的存在是无所不包的。Artikel ini menganalis tentankontruksi pemikiran Fazlur Rahman tentantuhan。施莱马赫(1764-1834)。学习,学习,学习,学习,学习,学习,学习图罕布坎拉维数,图罕布坎拉维数,图罕布坎拉维数,图罕布坎拉维数,图罕布坎拉维数。Wujud Tuhan dapat ditemukan dengan diri-Nya sendiri, karena diri-Nya merupakan bukti bagi segala sesuatu。Untuk itu, dalam pemikiran Fazlur Rahman segala yang diciptakan Tuhan mempunyai tujuan (teleologis) yitu sebagai bukti wujudi - nya yang bersifat fungical。Kemudian, bagi Fazlur Rahman Tuhan bersifat超越了dan imanen。Transenden Tuhan mengandung makna bahwa Tuhan sama sekali berbeda dengan segala makhluk-Nya yang bersifat material。Sedang imanen Tuhan adalah " bersama-sama " dengan ciptaan-Nya。不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹不丹
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
12 weeks
期刊最新文献
PENGEMBANGAN APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PADA KANTOR SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SINTANG Fungsi Pengawasan Badan Permusyawaratan Desa Dalam Perencanaan Pembangunan Implementasi Perkawinan Adat Semendo Pada Masyarakat Semendo Di Rejang Lebong Studi Sosio Normatif Gender Relations on Quranic Interpretation in Indonesia (Interpretation Analysis on Turjuman Al-Mustafid's Tafsir, Al-Azhar's Tafsir, and Al-Misbah's Tafsir) The Meaning of al-Hikmah in the Tafsir of Surah Luqman Verse 12: A Comparative Analysis Study of Tafsir Nusantara by Bisri Mustafa and Quraish Shihab
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1