面向chemoentreship的e模块开发,研究十二自然化学溶液的凝聚性性质

Khairun Annisa, M. Sari
{"title":"面向chemoentreship的e模块开发,研究十二自然化学溶液的凝聚性性质","authors":"Khairun Annisa, M. Sari","doi":"10.31958/je.v1i2.4488","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Various educational challenges today are building 21st century skills, including information and communication technology skills, critical thinking skills, and problem solving skills. This is in accordance with the implementation of the 2013 curriculum which is currently being implemented in Indonesia where students are required to improve their skills, especially skills during practicum so that the objectives of the learning process can be achieved. In the practicum, students will make observations, be trained to improve skills in practicum and use laboratory equipment. To achieve this, the teacher must use an attractive practicum guide by utilizing technology to be able to improve the skills and activeness of students during practicum. So that researchers are interested in using the E-Module practicum as a practicum guide which is almost displaced by the rapidly growing digital technology media. Through this practicum EModule, it can increase the interest and activity of students during the practicum in understanding the material and work steps presented in the practicum E-Module. This practicum e-module is equipped with text combined with pictures and videos before students carry out practicums to support students' understanding before carrying out practicums. In order for the use of this practicum E-Module to run optimally, a learning approach is needed to add a more fun and interesting learning atmosphere so that the knowledge gained by students is not forgotten. Where this research uses R&D research to obtain products and test the effectiveness of product development. Through E-Mdoul chemoentrepreneurship-based practicum, currently researchers have qualitative and quantitative analysis data on product feasibility with a validator of 86.8% with valid criteria. While the E-Modul practicum test from the student response questionnaire is 98.3% with very practical criteria, while from the teacher's response questionnaire, the percentage is 98.9% from very practical criteria. Keyword: E-Modul Practicum, Chemoentrepreneurship, Validity, Practicality 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia diberbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong pergantian teknologi cetak dengan teknologi komputer (Nugraha et al., n.d.). Pemanfaatan kemajuan teknologi ini juga sejalan dengan kurikulum 2013 yang sedang diterapkan di Indonesia, dimana pelaksanaan kurikulum 2013 dengan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran atau student center yang menuntut peserta didik dapat menggali informasi dengan sendirinya agar tujuan pelaksanaan pembelajaran dapat tercapai terutama proses pelaksanaan pembelajaran pada praktikum (Setiadi, 2016). Pelaksanaan praktikum diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sains khususnya pembelajaran kimia yang berkaiatan erat dengan praktikum, dimana praktikum dalam pembelajaran kimia dapat membuktikan sesuatu yang harus dilakukan melalui percobaan oleh Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 70 peserta didik dan membuktikan teori-teori yang diperoleh dalam pembelajaran kimia (Sari et al., 2018). Dalam proses pelaksanan praktikum sebaiknya pendidik menggunakan penuntun praktikum yang menarik dengan memanfaatkan komputer yang dapat menggabungkan teks dengan gambar maupun video dan animasi dalam penuntun praktikum. Oleh karena itu, penuntun praktikum yang menarik sangatlah berguna dalam pelaksanaan praktikum. Namun kenyataannya tidak semua pendidik dapat mengembangkan penuntun praktikum, kebanyakan penuntun praktikum yang digunakan masih berpedoman kepada buku paket. Hal ini dikarenakan terbatasnya zat-zat kimia, sarana dan prasarana laboratorium sehingga proses pelaksanaan praktikum kurang efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukanlah suatu penuntun praktikum yang dapat membantu proses praktikum yang dilaksanakan oleh pendidik. Penuntun yang dibuat yaitu E-Modul praktikum yang merupakan bahan ajar elektronik yang dibangun secara sistematis, untuk melatih peserta didik dalam melaksanakan kegiatan ilmiah melalui kegiatan laboratorium untuk tercapainya tujuan praktikum. EModul praktikum disusun dalam bentuk buku teks dengan kombinasi gambar, vidio, maupun suara yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik (Litia, 2018). E-Modul praktikum kimia ini dapat mengefektifkan praktikum kimia, E-Modul praktikum dilengkapai dengan petunjuk-petunjuk yang berisi konsep materi, gambar interaktif, vidio yang dapat dilihat peserta didik sebelum melakukan praktikum (Salsabila & Nurjayadi, 2019). Agar penggunaan E-Modul praktikum ini dapat berjalan dengan maksimal, maka dibutuhkan suatu pendekatan. Pendekatan pembelajaran kimia yang peneliti gunakan untuk E-modul ini yaitu Chemoentrepreneurship (CEP). Chemoentrepreneurship (CEP) merupakan pendekatan pembelajaran kimia yang berkaitan lansung dengan objek nyata (Sumarti et al., 2018). Dengan pendekatan CEP, peserta didik dalam praktikum dapat melakukan pengolahan bahan menjadi produk yang berguna, dan mempunyai nilai ekonomi, jadi pendekatan CEP ini selain efektif diterapkan pada E-Modul, pendekatan CEP ini juga sangat cocok diterapkan disekolah pada saat praktikum untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga dapat meningkatkan minat peserta didik untuk berwirausaha dirumahnya (Sa’adah & Supartono, 2013). Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan E-Modul Praktikum Berorientasi Chemoetrepreneurship (CEP) pada Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII IPA SMA”. 2. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah R & D (Research & Development) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model penelitian ini menggunakan pengembangan 4-D meliputi tahap pedefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kimia dan selanjutnya siswa kelas XII IPA 1 SMA N 1 Kecamatan Pangkalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis validasi dan angket praktikalitas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi media, lembar angket respon peserta didik dan lembar angket repon guru. Penilaian validasi media pembelajaran dengan memperhatikan aspek-aspek terkait perancangan media pembelajaran emodul praktikum yang ditinjau dari kualitas isi, kualitas konstruksi, kualitas teknis, kualitas kebahasaan, dan Karakteristik e-modul praktikum sifat koligatif larutan berorientasi chemoentrepreneurship. 3. Hasil dan Pembahasan Sebelum e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship dirancang, peneliti mendapatkan gambaran umum di sekolah. Dimana pada tahap define, peneliti melakukan wawancara dengan guru kimia, menganalisis peserta didik, menganalisis kegiatan praktikum pada buku paket, analisis literatur dan analisis tujuan pembelajaran. Selanjutnya tahap Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 71 perancangan e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship. Desain awal E-Modul ini mengalami beberapa perbaikan, serta dapat banyak masukan dari beberapa validator. Berikut ini rancangan e-modul praktikum. Gambar 1. Rancangan E-Modul Praktikum E-Modul praktikum yang sudah di desain kemudian dikembangkan lagi sesuai dengan saran validator. E-modul praktikum yang diperbaiki dibuat semenarik mungkin sesuai dengan aspek-aspek yang sudah disarankan agar dapat memudahkan orang yang menggunakan dapat dan memberi informasi yang banyak untuk pembaca. E-Modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship divalidasi oleh 3 orang validator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-Modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship ini valid dengan presentase rata-rata 86,8 % dapat digunakan sebagai penuntun praktikum dalam menunjang proses pembelajaran pada pelaksanaan praktikum di sekolah terutama pada mata pelajaran kimia. Hal ini dinilai berdasarkan kualitas isi, konstruksi, teknis, kebahasaan, dan Karakteristik E-Modul praktikum. Sementara pada hasil praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship oleh peserta didik menunjukan bahwa e-modul praktikum tersebut sangat praktis digunakan, hal ini ditandai dengan rata-rata penilaian aspek penyajian media, aspek penyajian materi dan manfaat mencapai rata-ratanya 98,3 %. Dimana peserta didik lebih tertarik dengan penuntun praktikum yang menarik dengan kombinasi gambar atau warna, dan Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 72 video yang ditayangkan pada e-modul praktikum sebelum peserta didik melaksanakan praktikum. Selain itu dengan pendekatan chemoentrepreneurship peserta didik dapat mengaitkan langsung konsep pembelajaran kimia dengan produk yang akan diciptakan oleh peserta didik. Dengan pendekatan chemoentrepreneurship ini peserta didik juga dilatih untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi untuk diperjual belikan sehingga dapat dijadikan bakal untuk bewirausaha (Andrean et al., 2019). Sedangkan hasil praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship oleh guru menunjukkan bahwa e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship sangat praktis dengan rata-rata presentase 98,9 %. Dengan kata lain e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship sangat praktis digunakan guru dalam kegiatan pelaksanaan praktikum. 4. Kesimpulan Berdasarkan data uji kevalidan e-modul praktikum berorientasi chemoetrepreneurship (CEP) pada materi sifat koligatif larutan kelas XII IPA ini memenuhi kategori valid dengan skor ratarata dari semua aspek penilaian yaitu 86,8 % sehingga layak untuk digunakan. Sedangkan pada uji praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoetrepreneurship (CEP) pada materi sifat koligatif larutan kelas XII IPA memperoleh kriteria sangat praktis dengan persentase 98,3 % menurut respon peser","PeriodicalId":244772,"journal":{"name":"Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA","volume":"45 22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":"{\"title\":\"Pengembangan E-Modul Praktikum Berorientasi Chemoentrepreneurship (CEP) pada Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII IPA SMA\",\"authors\":\"Khairun Annisa, M. Sari\",\"doi\":\"10.31958/je.v1i2.4488\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Various educational challenges today are building 21st century skills, including information and communication technology skills, critical thinking skills, and problem solving skills. This is in accordance with the implementation of the 2013 curriculum which is currently being implemented in Indonesia where students are required to improve their skills, especially skills during practicum so that the objectives of the learning process can be achieved. In the practicum, students will make observations, be trained to improve skills in practicum and use laboratory equipment. To achieve this, the teacher must use an attractive practicum guide by utilizing technology to be able to improve the skills and activeness of students during practicum. So that researchers are interested in using the E-Module practicum as a practicum guide which is almost displaced by the rapidly growing digital technology media. Through this practicum EModule, it can increase the interest and activity of students during the practicum in understanding the material and work steps presented in the practicum E-Module. This practicum e-module is equipped with text combined with pictures and videos before students carry out practicums to support students' understanding before carrying out practicums. In order for the use of this practicum E-Module to run optimally, a learning approach is needed to add a more fun and interesting learning atmosphere so that the knowledge gained by students is not forgotten. Where this research uses R&D research to obtain products and test the effectiveness of product development. Through E-Mdoul chemoentrepreneurship-based practicum, currently researchers have qualitative and quantitative analysis data on product feasibility with a validator of 86.8% with valid criteria. While the E-Modul practicum test from the student response questionnaire is 98.3% with very practical criteria, while from the teacher's response questionnaire, the percentage is 98.9% from very practical criteria. Keyword: E-Modul Practicum, Chemoentrepreneurship, Validity, Practicality 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia diberbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong pergantian teknologi cetak dengan teknologi komputer (Nugraha et al., n.d.). Pemanfaatan kemajuan teknologi ini juga sejalan dengan kurikulum 2013 yang sedang diterapkan di Indonesia, dimana pelaksanaan kurikulum 2013 dengan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran atau student center yang menuntut peserta didik dapat menggali informasi dengan sendirinya agar tujuan pelaksanaan pembelajaran dapat tercapai terutama proses pelaksanaan pembelajaran pada praktikum (Setiadi, 2016). Pelaksanaan praktikum diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sains khususnya pembelajaran kimia yang berkaiatan erat dengan praktikum, dimana praktikum dalam pembelajaran kimia dapat membuktikan sesuatu yang harus dilakukan melalui percobaan oleh Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 70 peserta didik dan membuktikan teori-teori yang diperoleh dalam pembelajaran kimia (Sari et al., 2018). Dalam proses pelaksanan praktikum sebaiknya pendidik menggunakan penuntun praktikum yang menarik dengan memanfaatkan komputer yang dapat menggabungkan teks dengan gambar maupun video dan animasi dalam penuntun praktikum. Oleh karena itu, penuntun praktikum yang menarik sangatlah berguna dalam pelaksanaan praktikum. Namun kenyataannya tidak semua pendidik dapat mengembangkan penuntun praktikum, kebanyakan penuntun praktikum yang digunakan masih berpedoman kepada buku paket. Hal ini dikarenakan terbatasnya zat-zat kimia, sarana dan prasarana laboratorium sehingga proses pelaksanaan praktikum kurang efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukanlah suatu penuntun praktikum yang dapat membantu proses praktikum yang dilaksanakan oleh pendidik. Penuntun yang dibuat yaitu E-Modul praktikum yang merupakan bahan ajar elektronik yang dibangun secara sistematis, untuk melatih peserta didik dalam melaksanakan kegiatan ilmiah melalui kegiatan laboratorium untuk tercapainya tujuan praktikum. EModul praktikum disusun dalam bentuk buku teks dengan kombinasi gambar, vidio, maupun suara yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik (Litia, 2018). E-Modul praktikum kimia ini dapat mengefektifkan praktikum kimia, E-Modul praktikum dilengkapai dengan petunjuk-petunjuk yang berisi konsep materi, gambar interaktif, vidio yang dapat dilihat peserta didik sebelum melakukan praktikum (Salsabila & Nurjayadi, 2019). Agar penggunaan E-Modul praktikum ini dapat berjalan dengan maksimal, maka dibutuhkan suatu pendekatan. Pendekatan pembelajaran kimia yang peneliti gunakan untuk E-modul ini yaitu Chemoentrepreneurship (CEP). Chemoentrepreneurship (CEP) merupakan pendekatan pembelajaran kimia yang berkaitan lansung dengan objek nyata (Sumarti et al., 2018). Dengan pendekatan CEP, peserta didik dalam praktikum dapat melakukan pengolahan bahan menjadi produk yang berguna, dan mempunyai nilai ekonomi, jadi pendekatan CEP ini selain efektif diterapkan pada E-Modul, pendekatan CEP ini juga sangat cocok diterapkan disekolah pada saat praktikum untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga dapat meningkatkan minat peserta didik untuk berwirausaha dirumahnya (Sa’adah & Supartono, 2013). Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan E-Modul Praktikum Berorientasi Chemoetrepreneurship (CEP) pada Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII IPA SMA”. 2. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah R & D (Research & Development) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model penelitian ini menggunakan pengembangan 4-D meliputi tahap pedefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kimia dan selanjutnya siswa kelas XII IPA 1 SMA N 1 Kecamatan Pangkalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis validasi dan angket praktikalitas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi media, lembar angket respon peserta didik dan lembar angket repon guru. Penilaian validasi media pembelajaran dengan memperhatikan aspek-aspek terkait perancangan media pembelajaran emodul praktikum yang ditinjau dari kualitas isi, kualitas konstruksi, kualitas teknis, kualitas kebahasaan, dan Karakteristik e-modul praktikum sifat koligatif larutan berorientasi chemoentrepreneurship. 3. Hasil dan Pembahasan Sebelum e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship dirancang, peneliti mendapatkan gambaran umum di sekolah. Dimana pada tahap define, peneliti melakukan wawancara dengan guru kimia, menganalisis peserta didik, menganalisis kegiatan praktikum pada buku paket, analisis literatur dan analisis tujuan pembelajaran. Selanjutnya tahap Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 71 perancangan e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship. Desain awal E-Modul ini mengalami beberapa perbaikan, serta dapat banyak masukan dari beberapa validator. Berikut ini rancangan e-modul praktikum. Gambar 1. Rancangan E-Modul Praktikum E-Modul praktikum yang sudah di desain kemudian dikembangkan lagi sesuai dengan saran validator. E-modul praktikum yang diperbaiki dibuat semenarik mungkin sesuai dengan aspek-aspek yang sudah disarankan agar dapat memudahkan orang yang menggunakan dapat dan memberi informasi yang banyak untuk pembaca. E-Modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship divalidasi oleh 3 orang validator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-Modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship ini valid dengan presentase rata-rata 86,8 % dapat digunakan sebagai penuntun praktikum dalam menunjang proses pembelajaran pada pelaksanaan praktikum di sekolah terutama pada mata pelajaran kimia. Hal ini dinilai berdasarkan kualitas isi, konstruksi, teknis, kebahasaan, dan Karakteristik E-Modul praktikum. Sementara pada hasil praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship oleh peserta didik menunjukan bahwa e-modul praktikum tersebut sangat praktis digunakan, hal ini ditandai dengan rata-rata penilaian aspek penyajian media, aspek penyajian materi dan manfaat mencapai rata-ratanya 98,3 %. Dimana peserta didik lebih tertarik dengan penuntun praktikum yang menarik dengan kombinasi gambar atau warna, dan Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 72 video yang ditayangkan pada e-modul praktikum sebelum peserta didik melaksanakan praktikum. Selain itu dengan pendekatan chemoentrepreneurship peserta didik dapat mengaitkan langsung konsep pembelajaran kimia dengan produk yang akan diciptakan oleh peserta didik. Dengan pendekatan chemoentrepreneurship ini peserta didik juga dilatih untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi untuk diperjual belikan sehingga dapat dijadikan bakal untuk bewirausaha (Andrean et al., 2019). Sedangkan hasil praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship oleh guru menunjukkan bahwa e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship sangat praktis dengan rata-rata presentase 98,9 %. Dengan kata lain e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship sangat praktis digunakan guru dalam kegiatan pelaksanaan praktikum. 4. Kesimpulan Berdasarkan data uji kevalidan e-modul praktikum berorientasi chemoetrepreneurship (CEP) pada materi sifat koligatif larutan kelas XII IPA ini memenuhi kategori valid dengan skor ratarata dari semua aspek penilaian yaitu 86,8 % sehingga layak untuk digunakan. Sedangkan pada uji praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoetrepreneurship (CEP) pada materi sifat koligatif larutan kelas XII IPA memperoleh kriteria sangat praktis dengan persentase 98,3 % menurut respon peser\",\"PeriodicalId\":244772,\"journal\":{\"name\":\"Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA\",\"volume\":\"45 22 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-12-31\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"2\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.31958/je.v1i2.4488\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31958/je.v1i2.4488","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

摘要

今天的各种教育挑战正在培养21世纪的技能,包括信息和通信技术技能、批判性思维技能和解决问题的技能。这与2013年课程的实施是一致的,该课程目前正在印度尼西亚实施,要求学生提高技能,特别是在实习期间的技能,以便实现学习过程的目标。在实习中,学生将进行观察,训练他们提高实习技能和使用实验室设备。为了达到这一目的,教师必须利用技术手段,使用有吸引力的实习指南,以提高学生在实习过程中的技能和积极性。通过这个实习模块,可以增加学生在实习过程中对实习e模块所介绍的内容和工作步骤的兴趣和积极性。该实习电子模块在学生实习前配备图文视频相结合的内容,以帮助学生在实习前有所了解。为了使E-Module的使用达到最佳状态,我们需要一种学习方法来增加有趣的学习氛围,让学生不会忘记所学到的知识。其中本研究采用R&D研究获得产品,并检验产品开发的有效性。通过e模化工创业实践,目前研究人员对产品可行性进行了定性和定量分析,验证率为86.8%,标准有效。而e - module的实习测试中,学生回答问卷的比例为98.3%,标准非常实用,而教师回答问卷的比例为98.9%,标准非常实用。关键词:e - module实习,化学创业,有效性,实用性pendahulan Perkembangan技术信息,dan komunikasi merupakan suatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh mania diberbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendididikan。Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong pertianteologi cetak denganteknologi computer (Nugraha et al., n.d)。pmanfaatan kemajuan teknologi ini juga sejalan dengan kurikulum 2013 yang sedang diterapkan di Indonesia, dimana pelaksanaan kurikulum 2013 dengan pmanfaatan teknologi dalam proses pembelajan menjadian peserta didik sebagai pusat pembelajan atau学生中心yang menuntut peserta didik dapat menggali informasi dengan sendirinya agar tujuan pelaksanaan pembelajan dapat tercapai terutama proses pelaksanaan pembelajan padadaktikum (Setiadi, 2016)。Pelaksanaan praktikum diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sains khususnya pembelajaran kimia erat dengan praktikum, dimana praktikum dalam pembelajan kimia dapat membuktikan sesuatu yang harus dilakukan melalui percobaan olia第1卷第2期,2021年12月。教育科学杂志:pembelajan MIPA 70 peserta didik dan membuktikan teori-teori yang diperoleh dalam pembelajaran kimia (Sari等,2018)。Dalam提出pelaksanan praktikum sebaiknya pendidik menggunakan penuntun praktikum yang menarik dengan mamanfaatkan计算机yang dapat menggabungkan teks dengan gambar maupun视频dan animasi Dalam penuntun praktikum。Oleh karena itu, penuntun praktikum yang menarik sangatlah berguna dalam pelaksanaan praktikum。Namun kenyataannya tidak semua pendidik dapat mengembangkan penuntun praktikum, kebanyakan penuntun praktikum yang digunakan masih berpedoman kepada buku paket。研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:研究结果表明:Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukanlah suatu penuntun praktikum yang dapat membantu proses praktikum yang dilaksanakan oleh pendidik。Penuntun yang dibuk yitu e - module praktikum yang merupakan bahan ajar electronics yang dibangunn secara sistematis, untuk melatih peserta didik dalam melaksanakan kegiatan ilmiah melalui kegiatan laboratorium untuk tercapainya tujuan praktikum。《电子科学》,视频,maupun suara yang dapat digunakan melalui perangkat electronics (Litia, 2018)。e - module praktikum kimia ini dapat mengefektifkan praktikum kimia, e - module praktikum dilengkapai dengan petunjuk yang berisi konsep materi, gambar interaktif, vidio yang dapat dilihat peserta didik sebelum melakukan praktikum (Salsabila & Nurjayadi, 2019)。琼格彭古纳安e - module praktikum ini dapat berjalan dengan maksimal, maka dibutuhkan suatu pendekatan。Pendekatan penbelajaran kimia yang peneliti gunakan untuk e - module ini yyitu Chemoentrepreneurship (CEP)。 化学方法(CEP)是一种直接与实物相关的化学学习方法(Sumarti et al., 2018年)。CEP的方法中,学习者可以做实验室材料加工成为有用的产品,有经济价值,所以这种CEP方法适用于E-Modul除了有效,这种CEP方法应用在学校实习时也很适合开发学习者的潜力,以便提高学习者的兴趣创业家(Sa 'adah & Supartono, 2013)。根据上述问题的描述,作者感兴趣的研究对象是“十二自然化学解决方案性质的e -模块开发”。2. 采用的研究方法是定性和定量方法的研发。本研究模型使用4-D开发包括定义、设计、发育和分散。该研究的目标是一名化学老师,下一名是十二年级科学1班的学生,以及12年级科学1年级的学生。本研究中的数据收集技术是验证验证与实习时间的分析。本研究使用的工具包括媒体验证表、学习者响应表和教师反馈表。通过考虑内容质量、结构质量、技术质量、语言质量和面向chemoentreship溶液的e-模块性质相关的学习媒体验证评估。3. 研究人员在面向化疗主题的e模块设计前的结果和讨论,得到了学校的概述。在定义阶段,研究人员对化学教师进行采访,分析学习者,分析手册上的实践活动,文献分析和学习目标分析。第二阶段第二阶段,2021年12月1日教育:学习日志MIPA 71面向chemoentreship实用设计模块。这些e -模块的早期设计经历了一些改进,并得到了一些validator的输入。这是一个过时的e模块设计。图1。未经验证的用户界面建议,设计了一个非常实用的e模块。修复的e模块尽可能地吸引人,以方便读者使用和提供大量信息的建议方面。面向chemoentretreship的e模块被3个validator验证。本研究结果表明,以chemoentreship为导向的e -模块有效,平均表现为86.8%,可用于支持学习过程,支持在学校进行实践,特别是化学学科。它的等级取决于内容质量、构造、技术、语言和工作模块的特性。而在由学习者指导的e模块实践表明,e模块是非常实用的,它的特点是平均对媒体展示方面、材料展示方面和价值达到平均98.3%。学习者更感兴趣的是一个由图片或颜色组合而成的有趣的实习指南,另一卷第1号第2号则是2021年12月12日的教育科学画卷:学习期刊MIPA 72此外,通过对学习者的化学学习方法,可以直接将化学学习的概念与学习者将要发明的产品联系起来。通过这种化学方法,学习者还被训练成生产一种经济价值的产品,这样就可以成为企业家(Andrean et al, 2019)。然而,教师面向chemoentreship的e模块表明,面向chemoentreship的e模块非常实用,平均百分比为98.9%。换句话说,面向chemoentretreship的e模块在实践活动中非常实用。4. 基于XII IPA术语中相互作用性质的测试e模块(CEP)的结论,该数据符合一个有效的类别,其评估各方面的ratarata分数为86.8%,值得使用。 然而,在目标反应器的作用下,在XII类化学溶液的凝聚性性质测试中,XII IPA获得了一个非常实用的标准,比例为98.3%
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
查看原文
分享 分享
微信好友 朋友圈 QQ好友 复制链接
本刊更多论文
Pengembangan E-Modul Praktikum Berorientasi Chemoentrepreneurship (CEP) pada Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII IPA SMA
Various educational challenges today are building 21st century skills, including information and communication technology skills, critical thinking skills, and problem solving skills. This is in accordance with the implementation of the 2013 curriculum which is currently being implemented in Indonesia where students are required to improve their skills, especially skills during practicum so that the objectives of the learning process can be achieved. In the practicum, students will make observations, be trained to improve skills in practicum and use laboratory equipment. To achieve this, the teacher must use an attractive practicum guide by utilizing technology to be able to improve the skills and activeness of students during practicum. So that researchers are interested in using the E-Module practicum as a practicum guide which is almost displaced by the rapidly growing digital technology media. Through this practicum EModule, it can increase the interest and activity of students during the practicum in understanding the material and work steps presented in the practicum E-Module. This practicum e-module is equipped with text combined with pictures and videos before students carry out practicums to support students' understanding before carrying out practicums. In order for the use of this practicum E-Module to run optimally, a learning approach is needed to add a more fun and interesting learning atmosphere so that the knowledge gained by students is not forgotten. Where this research uses R&D research to obtain products and test the effectiveness of product development. Through E-Mdoul chemoentrepreneurship-based practicum, currently researchers have qualitative and quantitative analysis data on product feasibility with a validator of 86.8% with valid criteria. While the E-Modul practicum test from the student response questionnaire is 98.3% with very practical criteria, while from the teacher's response questionnaire, the percentage is 98.9% from very practical criteria. Keyword: E-Modul Practicum, Chemoentrepreneurship, Validity, Practicality 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia diberbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong pergantian teknologi cetak dengan teknologi komputer (Nugraha et al., n.d.). Pemanfaatan kemajuan teknologi ini juga sejalan dengan kurikulum 2013 yang sedang diterapkan di Indonesia, dimana pelaksanaan kurikulum 2013 dengan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran atau student center yang menuntut peserta didik dapat menggali informasi dengan sendirinya agar tujuan pelaksanaan pembelajaran dapat tercapai terutama proses pelaksanaan pembelajaran pada praktikum (Setiadi, 2016). Pelaksanaan praktikum diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sains khususnya pembelajaran kimia yang berkaiatan erat dengan praktikum, dimana praktikum dalam pembelajaran kimia dapat membuktikan sesuatu yang harus dilakukan melalui percobaan oleh Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 70 peserta didik dan membuktikan teori-teori yang diperoleh dalam pembelajaran kimia (Sari et al., 2018). Dalam proses pelaksanan praktikum sebaiknya pendidik menggunakan penuntun praktikum yang menarik dengan memanfaatkan komputer yang dapat menggabungkan teks dengan gambar maupun video dan animasi dalam penuntun praktikum. Oleh karena itu, penuntun praktikum yang menarik sangatlah berguna dalam pelaksanaan praktikum. Namun kenyataannya tidak semua pendidik dapat mengembangkan penuntun praktikum, kebanyakan penuntun praktikum yang digunakan masih berpedoman kepada buku paket. Hal ini dikarenakan terbatasnya zat-zat kimia, sarana dan prasarana laboratorium sehingga proses pelaksanaan praktikum kurang efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukanlah suatu penuntun praktikum yang dapat membantu proses praktikum yang dilaksanakan oleh pendidik. Penuntun yang dibuat yaitu E-Modul praktikum yang merupakan bahan ajar elektronik yang dibangun secara sistematis, untuk melatih peserta didik dalam melaksanakan kegiatan ilmiah melalui kegiatan laboratorium untuk tercapainya tujuan praktikum. EModul praktikum disusun dalam bentuk buku teks dengan kombinasi gambar, vidio, maupun suara yang dapat digunakan melalui perangkat elektronik (Litia, 2018). E-Modul praktikum kimia ini dapat mengefektifkan praktikum kimia, E-Modul praktikum dilengkapai dengan petunjuk-petunjuk yang berisi konsep materi, gambar interaktif, vidio yang dapat dilihat peserta didik sebelum melakukan praktikum (Salsabila & Nurjayadi, 2019). Agar penggunaan E-Modul praktikum ini dapat berjalan dengan maksimal, maka dibutuhkan suatu pendekatan. Pendekatan pembelajaran kimia yang peneliti gunakan untuk E-modul ini yaitu Chemoentrepreneurship (CEP). Chemoentrepreneurship (CEP) merupakan pendekatan pembelajaran kimia yang berkaitan lansung dengan objek nyata (Sumarti et al., 2018). Dengan pendekatan CEP, peserta didik dalam praktikum dapat melakukan pengolahan bahan menjadi produk yang berguna, dan mempunyai nilai ekonomi, jadi pendekatan CEP ini selain efektif diterapkan pada E-Modul, pendekatan CEP ini juga sangat cocok diterapkan disekolah pada saat praktikum untuk mengembangkan potensi peserta didik sehingga dapat meningkatkan minat peserta didik untuk berwirausaha dirumahnya (Sa’adah & Supartono, 2013). Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan E-Modul Praktikum Berorientasi Chemoetrepreneurship (CEP) pada Materi Sifat Koligatif Larutan Kelas XII IPA SMA”. 2. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah R & D (Research & Development) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model penelitian ini menggunakan pengembangan 4-D meliputi tahap pedefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kimia dan selanjutnya siswa kelas XII IPA 1 SMA N 1 Kecamatan Pangkalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis validasi dan angket praktikalitas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi media, lembar angket respon peserta didik dan lembar angket repon guru. Penilaian validasi media pembelajaran dengan memperhatikan aspek-aspek terkait perancangan media pembelajaran emodul praktikum yang ditinjau dari kualitas isi, kualitas konstruksi, kualitas teknis, kualitas kebahasaan, dan Karakteristik e-modul praktikum sifat koligatif larutan berorientasi chemoentrepreneurship. 3. Hasil dan Pembahasan Sebelum e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship dirancang, peneliti mendapatkan gambaran umum di sekolah. Dimana pada tahap define, peneliti melakukan wawancara dengan guru kimia, menganalisis peserta didik, menganalisis kegiatan praktikum pada buku paket, analisis literatur dan analisis tujuan pembelajaran. Selanjutnya tahap Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 71 perancangan e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship. Desain awal E-Modul ini mengalami beberapa perbaikan, serta dapat banyak masukan dari beberapa validator. Berikut ini rancangan e-modul praktikum. Gambar 1. Rancangan E-Modul Praktikum E-Modul praktikum yang sudah di desain kemudian dikembangkan lagi sesuai dengan saran validator. E-modul praktikum yang diperbaiki dibuat semenarik mungkin sesuai dengan aspek-aspek yang sudah disarankan agar dapat memudahkan orang yang menggunakan dapat dan memberi informasi yang banyak untuk pembaca. E-Modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship divalidasi oleh 3 orang validator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-Modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship ini valid dengan presentase rata-rata 86,8 % dapat digunakan sebagai penuntun praktikum dalam menunjang proses pembelajaran pada pelaksanaan praktikum di sekolah terutama pada mata pelajaran kimia. Hal ini dinilai berdasarkan kualitas isi, konstruksi, teknis, kebahasaan, dan Karakteristik E-Modul praktikum. Sementara pada hasil praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship oleh peserta didik menunjukan bahwa e-modul praktikum tersebut sangat praktis digunakan, hal ini ditandai dengan rata-rata penilaian aspek penyajian media, aspek penyajian materi dan manfaat mencapai rata-ratanya 98,3 %. Dimana peserta didik lebih tertarik dengan penuntun praktikum yang menarik dengan kombinasi gambar atau warna, dan Vol 1 No 2, Desember 2021 Edusainstika : Jurnal Pembelajaran MIPA 72 video yang ditayangkan pada e-modul praktikum sebelum peserta didik melaksanakan praktikum. Selain itu dengan pendekatan chemoentrepreneurship peserta didik dapat mengaitkan langsung konsep pembelajaran kimia dengan produk yang akan diciptakan oleh peserta didik. Dengan pendekatan chemoentrepreneurship ini peserta didik juga dilatih untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi untuk diperjual belikan sehingga dapat dijadikan bakal untuk bewirausaha (Andrean et al., 2019). Sedangkan hasil praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship oleh guru menunjukkan bahwa e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship sangat praktis dengan rata-rata presentase 98,9 %. Dengan kata lain e-modul praktikum berorientasi chemoentrepreneurship sangat praktis digunakan guru dalam kegiatan pelaksanaan praktikum. 4. Kesimpulan Berdasarkan data uji kevalidan e-modul praktikum berorientasi chemoetrepreneurship (CEP) pada materi sifat koligatif larutan kelas XII IPA ini memenuhi kategori valid dengan skor ratarata dari semua aspek penilaian yaitu 86,8 % sehingga layak untuk digunakan. Sedangkan pada uji praktikalitas e-modul praktikum berorientasi chemoetrepreneurship (CEP) pada materi sifat koligatif larutan kelas XII IPA memperoleh kriteria sangat praktis dengan persentase 98,3 % menurut respon peser
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
期刊最新文献
Innovative Teaching Tools: Creating a Guided Inquiry Chemistry E-Module with FLIP PDF Support for Understanding Atom Developmentand the Periodic System of Elements Peningkatan Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Problem Based Instruction (PBI) Validasi Modul Elektronik Gejala Pemanasan Global Terintegrasi Al-Qur’an dengan Model Contextual Teaching Learning (CTL) untuk Siswa Kelas XI SMA/MA Pengembangan Modul Biologi Berbasis Learning Cycle 7E Materi Sistem Ekskresi Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning (RBL) Pada Hasil Belajar Biologi Kelas X SMA
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
已复制链接
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
×
扫码分享
扫码分享
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1