{"title":"ANALISIS PENGGUNAAN OBAT GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG","authors":"Dedy Friyanto, Siti Lestari","doi":"10.36805/farmasi.v4i1.614","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRAK \nGastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluksnya HCL dari gaster ke esofagus, mengakibatkan gejala klinis dan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Angka pravalensi di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat yaitu sebanyak 25,18% pada tahun 2002, peningkatan ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan faktor risiko GERD seperti merokok dan minum kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analis kuantitatif untuk mengetahui angka kejadian, kerasionalan penggunaan obat dan faktor hubungan penyakit sedangkan kualitatif untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat dan karateristik pasien GERD dengan metode observasional. Hasil penelitian angka kejadian GERD di RSUD Karawang adalah 68 pasien, pada pasien perempuan lebih tinggi sebesar 51,5% (35 pasien) dan Kerasionalan terapi pada pasien GERD di RSUD Karawang menggunakan tiga literatur yaitu Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 dan Konsensus GERD di Indonesia edisi tahun 2013 diperoleh hasil rata-rata: tepat indikasi sebesar 80,4%, tepat obat sebesar 59,3%, tepat pasien sebesar 89,7% dan tepat dosis sebesar 64%. Pada analisis bivariat menggunakan analisis Kruskal Wallis nilai p sebesar 0,014 menunjukkan jenis kelamin adalah faktor resiko tanda dan gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). \n \nKata Kunci : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalensi, Rasionalitas terapi, Pasien Rawat Jalan. \n \nABSTRACT \nGastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition of HCL reflux from gastric to esophagus, resulting in clinical symptoms and complications that reduce a person's quality of life. The pravalence rate in Indonesia has increased from year to year by as much as 25.18% in 2002, this increase is due to lifestyle changes that can increase GERD risk factors such as smoking and drinking coffee. This study uses a quantitative analyst research design to determine the incidence, rational use of drugs and disease relationship factors while qualitative to describe the pattern of drug use and characteristics of GERD patients with observational methods. The results of the study of the incidence of GERD in RSUD Karawang were 68 patients, in female patients higher by 51.5% (35 patients) and rationality of therapy in GERD patients in RSUD Karawang using three literature namely Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 and GERD Consensus in the 2013 edition of Indonesia the average results were obtained: the exact indication was 80.4%, the exact drug was 59.3%, the exact patient was 89.7% and the exact dose was 64%. In the bivariate analysis using the Kruskal Wallis analysis the p value of 0.014 indicates gender is a risk factor for signs and symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). \n \nKeywords : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalence, Rationality of therapy, Outpatients.","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i1.614","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
摘要
胃食道疾病(GERD)是HCL从胃痉挛到食道的退行性疾病,导致临床症状和并发症降低一个人的生活质量。印度尼西亚的月价年增长率为2518%,这是由于生活方式的变化而增加的,这可能会增加吸烟和喝咖啡等GERD的风险因素。该研究采用定量分析人士的研究草案来确定事件的数量、药物的不理性使用和疾病的关系因素,而定性地用观察方法对GERD患者的使用模式进行描述。数字创世纪GERD的研究成果在哈内瓦尔县是68个病人,病人女性更高51,5%大小(35)和理性、GERD患者在治疗卡拉旺县用三个国家Formulary Pharmacotherapy手册》、《英国文学版70和GERD共识获得印尼版2013年平均的结果:就高达80,4%迹象,就正确59,3%大小,就高达89,7%病人和药物剂量高达64%。在bivariat分析中,Kruskal Wallis的p值为0.014,表明性别是症状、胃食管反流疾病(GERD)的危险因素。关键词:胃食道反流病(GERD)、流行情况、治疗合理性、门诊患者。胃食管退行性疾病(GERD)是一种神经回路疾病,从胃回路到食道,在临床symptoms中推荐,并将被低估的生命品质加以协调。2002年,印尼的pravalence rate从每年增加到每年25.18%,这一增长导致生活方式的变化,可以增加我们的风险因素,比如吸烟和喝咖啡。这一研究用了一种量化分析研究的方法来确定毒品和疾病关系因素,而用这种方法来描述这种药物的模式和观察方法的特点。《incidence of The results of The study of GERD 68在哈内瓦尔县是病人,在女性病人得更高:51。5%(35病人)》和疗法在GERD rationality用三个病人在卡拉旺县文学奖namely Pharmacotherapy手册》,英国国民Formulary版70和GERD 2013共识》印尼版的《确切indication平均results是获得:59是80。4%,正是毒品是3%,正是病人是89。7%和准确剂量是64%。在两种分析中,使用Kruskal Wallis分析014性别指标是风险因素,胃食管反流疾病交界处(GERD)。重点词:胃食道反流疾病(GERD)、预防、治疗情有可原、无病因。
ANALISIS PENGGUNAAN OBAT GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG
ABSTRAK
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluksnya HCL dari gaster ke esofagus, mengakibatkan gejala klinis dan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Angka pravalensi di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat yaitu sebanyak 25,18% pada tahun 2002, peningkatan ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan faktor risiko GERD seperti merokok dan minum kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analis kuantitatif untuk mengetahui angka kejadian, kerasionalan penggunaan obat dan faktor hubungan penyakit sedangkan kualitatif untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat dan karateristik pasien GERD dengan metode observasional. Hasil penelitian angka kejadian GERD di RSUD Karawang adalah 68 pasien, pada pasien perempuan lebih tinggi sebesar 51,5% (35 pasien) dan Kerasionalan terapi pada pasien GERD di RSUD Karawang menggunakan tiga literatur yaitu Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 dan Konsensus GERD di Indonesia edisi tahun 2013 diperoleh hasil rata-rata: tepat indikasi sebesar 80,4%, tepat obat sebesar 59,3%, tepat pasien sebesar 89,7% dan tepat dosis sebesar 64%. Pada analisis bivariat menggunakan analisis Kruskal Wallis nilai p sebesar 0,014 menunjukkan jenis kelamin adalah faktor resiko tanda dan gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Kata Kunci : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalensi, Rasionalitas terapi, Pasien Rawat Jalan.
ABSTRACT
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition of HCL reflux from gastric to esophagus, resulting in clinical symptoms and complications that reduce a person's quality of life. The pravalence rate in Indonesia has increased from year to year by as much as 25.18% in 2002, this increase is due to lifestyle changes that can increase GERD risk factors such as smoking and drinking coffee. This study uses a quantitative analyst research design to determine the incidence, rational use of drugs and disease relationship factors while qualitative to describe the pattern of drug use and characteristics of GERD patients with observational methods. The results of the study of the incidence of GERD in RSUD Karawang were 68 patients, in female patients higher by 51.5% (35 patients) and rationality of therapy in GERD patients in RSUD Karawang using three literature namely Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 and GERD Consensus in the 2013 edition of Indonesia the average results were obtained: the exact indication was 80.4%, the exact drug was 59.3%, the exact patient was 89.7% and the exact dose was 64%. In the bivariate analysis using the Kruskal Wallis analysis the p value of 0.014 indicates gender is a risk factor for signs and symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Keywords : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalence, Rationality of therapy, Outpatients.