Pub Date : 2020-11-13DOI: 10.36805/farmasi.v5i2.1196
Cica Nurrohmah, D. Astuti, Maulana Yusuf Alkandahri
Stunting adalah suatu proses yang berdampak pada perkembangan anak mulai dari tahap dini, yakni saat konsepsi hingga tahun ke-3 atau ke-4 kehidupan anak, dimana keadaan gizi ibu dan anak merupakan faktor penting dari pertumbuhan anak. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan sikap dan pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan penggunaan Fe pada ibu hamil di Puskesmas Klari. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian analitik prospektif dengan pendekatan korelasi. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Klari yang telah diuji dengan menggunakan metode Chi-Square, terdapat hubungan yang signifikan pada Puskesmas Klari dengan nilai p-value 0,001 (pv<0,05) artinya, tingkat sikap memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan Fe pada ibu hamil dan tingkat pengetahuan memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan Fe pada ibu hamil.
{"title":"ANALISIS HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN Fe PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KLARI","authors":"Cica Nurrohmah, D. Astuti, Maulana Yusuf Alkandahri","doi":"10.36805/farmasi.v5i2.1196","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v5i2.1196","url":null,"abstract":"Stunting adalah suatu proses yang berdampak pada perkembangan anak mulai dari tahap dini, yakni saat konsepsi hingga tahun ke-3 atau ke-4 kehidupan anak, dimana keadaan gizi ibu dan anak merupakan faktor penting dari pertumbuhan anak. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan sikap dan pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan penggunaan Fe pada ibu hamil di Puskesmas Klari. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian analitik prospektif dengan pendekatan korelasi. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Klari yang telah diuji dengan menggunakan metode Chi-Square, terdapat hubungan yang signifikan pada Puskesmas Klari dengan nilai p-value 0,001 (pv<0,05) artinya, tingkat sikap memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan Fe pada ibu hamil dan tingkat pengetahuan memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan Fe pada ibu hamil.","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-11-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114136612","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-07DOI: 10.36805/FARMASI.V5I1.978
Nasirah Maulidia Ajhar, Debi Meilani
Buah kopi termasuk buah musiman yang hanya muncul pada bulan bulan tertentu. Di daerah Gayo kopi merupakan minuman yang hampir setiap hari di konsumsi. Kopi diduga mempunyai aktivitas antioksidan sehingga mampu merendam aktivitas radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini melakukan skrining fitokimia dan mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol biji kopi arabika dengan metoda 2,2-Diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Ekstrak biji kopi arabika di buat dengan cara perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol dan ekstrak yang diperoleh di pekatkan menggunakan rotary evaporator, selanjutnya ekstrak etanol di uji kekuatan aktifitas antioksidannya dengan menggunakan metoda 2,2-Diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) pada panjang gelombang maksimum 516 nm, sebagai kontrol positif digunakan vitamin C. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kopi arabika mengandung golongan senyawa tanin, alkaloid, saponin, flavonoid, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji kopi arabika termasuk kategori sangat kuat dengan IC50 12,427 ppm dan vitamin C dengan IC50 0,273 ppm. Kata kunci : Skrining Fitokimia, Antioksidan, Ekstrak Biji Kopi Arabika, DPPH.
咖啡果是一种季节性水果,只在特定月份出现。在加约地区,咖啡几乎是每天都要喝的饮料。咖啡被认为具有抗氧化活性,因此可以抑制自由基的活动。本研究的目的是利用 2,2-二苯基-2-苦基肼(DPPH)法对阿拉比卡咖啡豆的乙醇提取物进行植物化学筛选,并确定其抗氧化活性。阿拉比卡咖啡豆萃取物是用乙醇溶剂渗滤制成的,萃取物用旋转蒸发仪浓缩,然后用 2,2-二苯基-2-苦基肼(DPPH)法检测乙醇萃取物的抗氧化活性,最大波长为 516 纳米,使用维生素 C 作为阳性对照。植物化学筛选结果表明,阿拉比卡咖啡豆乙醇提取物中含有单宁、生物碱、皂苷、黄酮类和类固醇。 结果表明,阿拉比卡咖啡豆乙醇提取物的抗氧化活性为极强,IC50 为 12.427 ppm,维生素 C 的 IC50 为 0.273 ppm。关键词植物化学筛选 抗氧化剂 阿拉伯咖啡豆提取物 DPPH
{"title":"SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica) YANG TUMBUH DI DAERAH GAYO DENGAN METODE DPPH","authors":"Nasirah Maulidia Ajhar, Debi Meilani","doi":"10.36805/FARMASI.V5I1.978","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/FARMASI.V5I1.978","url":null,"abstract":"Buah kopi termasuk buah musiman yang hanya muncul pada bulan bulan tertentu. Di daerah Gayo kopi merupakan minuman yang hampir setiap hari di konsumsi. Kopi diduga mempunyai aktivitas antioksidan sehingga mampu merendam aktivitas radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini melakukan skrining fitokimia dan mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol biji kopi arabika dengan metoda 2,2-Diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Ekstrak biji kopi arabika di buat dengan cara perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol dan ekstrak yang diperoleh di pekatkan menggunakan rotary evaporator, selanjutnya ekstrak etanol di uji kekuatan aktifitas antioksidannya dengan menggunakan metoda 2,2-Diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) pada panjang gelombang maksimum 516 nm, sebagai kontrol positif digunakan vitamin C. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kopi arabika mengandung golongan senyawa tanin, alkaloid, saponin, flavonoid, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji kopi arabika termasuk kategori sangat kuat dengan IC50 12,427 ppm dan vitamin C dengan IC50 0,273 ppm. \u0000Kata kunci : Skrining Fitokimia, Antioksidan, Ekstrak Biji Kopi Arabika, DPPH.","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"9 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141206203","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-01DOI: 10.36805/farmasi.v4i2.739
Farhamzah, Aeni Indrayati
Serum adalah salah satu sediaan kosmetik berbentuk gel yang digunakan untuk produk anti-aging dan bentuk gel dari sediaan bisa dibuat lebih menarik sebagai variasi dari bentuk serum yang sudah ada. Maka dilakukan penelitian formulasi produk anti- aging dengan sediaan berbentuk serum yang mempunyai tekstur seperti Pudding. Formulasi menggunakan bahan baku polimer dengan konsentrasi 5% dengan perbedaan formula pada konsentrasi parfum. Hasil formulasi dilakukan uji sediaan berupa pemeriksaan organoleptik, pH, viskositas, kelembaban, after feel, rasa lengket, rasa panas, rasa gatal, Uji Stabilitas dan Uji Kompabilitas selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang tidak menggunakan parfum memberikan hasil stabilitas dan kompabilitas yang baik. Kata Kunci : Stabilitas Fisik, Kompatibilitas, Anti-Aging, Serum Pudding Serum is one of the gel-shaped cosmetic preparations used for anti-aging products and the gel form of the preparation can be made more attractive as a variation of the existing serum form. Then do research on anti-aging product formulations with serum-shaped preparations that have a texture like Pudding. The formulation uses a polymer raw material with a concentration of 5% with different formulas at the Perfume concentration. The results of the formulations were tested in the form of organoleptic tests, pH, viscosity, humidity, after feel, stickiness, burning sensation, itching, Stability Test and Compatibility Test for 12 weeks. The results show that formulas that do not use perfume provide good stability and compatibility results. Keywords: Stability Test, Compatibility Test, Anti-Aging, Pudding Serum
{"title":"FORMULASI, UJI STABILITAS FISIK DAN KOMPATIBILITAS PRODUK KOSMETIK ANTI-AGING DALAM SEDIAAN SERUM PUDDING","authors":"Farhamzah, Aeni Indrayati","doi":"10.36805/farmasi.v4i2.739","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i2.739","url":null,"abstract":"Serum adalah salah satu sediaan kosmetik berbentuk gel yang digunakan untuk produk anti-aging dan bentuk gel dari sediaan bisa dibuat lebih menarik sebagai variasi dari bentuk serum yang sudah ada. Maka dilakukan penelitian formulasi produk anti- aging dengan sediaan berbentuk serum yang mempunyai tekstur seperti Pudding. Formulasi menggunakan bahan baku polimer dengan konsentrasi 5% dengan perbedaan formula pada konsentrasi parfum. Hasil formulasi dilakukan uji sediaan berupa pemeriksaan organoleptik, pH, viskositas, kelembaban, after feel, rasa lengket, rasa panas, rasa gatal, Uji Stabilitas dan Uji Kompabilitas selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang tidak menggunakan parfum memberikan hasil stabilitas dan kompabilitas yang baik. \u0000 \u0000Kata Kunci : Stabilitas Fisik, Kompatibilitas, Anti-Aging, Serum Pudding \u0000Serum is one of the gel-shaped cosmetic preparations used for anti-aging products and the gel form of the preparation can be made more attractive as a variation of the existing serum form. Then do research on anti-aging product formulations with serum-shaped preparations that have a texture like Pudding. The formulation uses a polymer raw material with a concentration of 5% with different formulas at the Perfume concentration. The results of the formulations were tested in the form of organoleptic tests, pH, viscosity, humidity, after feel, stickiness, burning sensation, itching, Stability Test and Compatibility Test for 12 weeks. The results show that formulas that do not use perfume provide good stability and compatibility results. \u0000 \u0000Keywords: Stability Test, Compatibility Test, Anti-Aging, Pudding Serum","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"69 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116087332","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-01DOI: 10.36805/FARMASI.V4I2.737
Anggun Hari Kusumawati, Iput Mamput Cahyono
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang paling optimal dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik sediaan sheet mask ekstrak beras ketan putih. Metode pembuatan formulasi secara eksperimental menggunakan CMC Na sebagai agen penambah viskositas dengan konsentrasi F1 (0,2%); F2 (0,3%); dan F3 (0,4%). Evaluasi yang dilakukan adalah uji organoleptik,uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan sediaan esensi berupa larutan kental dengan bau khas dan berwarna putih pucat serta homogen. Nilai pH sediaan F1 (4,92±0,01), F2 (4,95±0,01), dan F3 (4,97±0,02). Viskositas formula F1 (145,47±10,02 cPoise), F2 (180,37±3,63 cPoise), dan F3 (194,80±18,56 cPoise). Uji kesukaan terhadap 32 responden memperlihatkan bahwa kesukaan rata-rata terhadap warna esensi netral/ biasa, terhadap aroma adalah suka dan terhadap tekstur esensi adalah biasa. Pengujian iritasi terhadap 30 relawan menunjukan hasil bahwa sediaan sheet mask beras ketan putih adalah aman dengan nilai indeks iritasi yang didapat 0,004 (tidak berarti). Kata Kunci: beras ketan putih, sheet mask, CMC Na.
{"title":"Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Sheet Mask Ekstrak Etanol 96% Ketan Putih (Oryza sativa L. var glutinosa)","authors":"Anggun Hari Kusumawati, Iput Mamput Cahyono","doi":"10.36805/FARMASI.V4I2.737","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/FARMASI.V4I2.737","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang paling optimal dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik sediaan sheet mask ekstrak beras ketan putih. Metode pembuatan formulasi secara eksperimental menggunakan CMC Na sebagai agen penambah viskositas dengan konsentrasi F1 (0,2%); F2 (0,3%); dan F3 (0,4%). Evaluasi yang dilakukan adalah uji organoleptik,uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji kesukaan dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan sediaan esensi berupa larutan kental dengan bau khas dan berwarna putih pucat serta homogen. Nilai pH sediaan F1 (4,92±0,01), F2 (4,95±0,01), dan F3 (4,97±0,02). Viskositas formula F1 (145,47±10,02 cPoise), F2 (180,37±3,63 cPoise), dan F3 (194,80±18,56 cPoise). Uji kesukaan terhadap 32 responden memperlihatkan bahwa kesukaan rata-rata terhadap warna esensi netral/ biasa, terhadap aroma adalah suka dan terhadap tekstur esensi adalah biasa. Pengujian iritasi terhadap 30 relawan menunjukan hasil bahwa sediaan sheet mask beras ketan putih adalah aman dengan nilai indeks iritasi yang didapat 0,004 (tidak berarti). \u0000 \u0000Kata Kunci: beras ketan putih, sheet mask, CMC Na.","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"77 4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124986416","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-01DOI: 10.36805/FARMASI.V4I2.736
Akrom, Muhammad Muhlis, Y. Wahyuni
Diabetes adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Melitus merupakan sindrom metabolis kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Desain Penelitian ini adalah penelitian jenis Observasional, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana subyek penelitian hanya diobservasi. Penelitian ini mengambil subyek sebanyak 109 pasien. Pengambilan data secara prosepektif dan dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari pasien melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini berjumlah dua kuesioner yaitu, data demografi pasien, kuesioner kepuasan (TSQM), kuesioner Kualitas Hidup (EQ5D). Analisis data menggunakan Uji Statistik dengan bantuan SPSS versi 23. Data sosio-demografi pasien meliputi jenis kelamin, usia, pernikahan, pekerjaan, pendidikan dan penyakit penyerta pasien pendeita DM type 2 disajiakan dalam tabel distribusi frekuensi. Uji Chi Squaredilakukan untuk mengetahui hubungan antara sosio-demografi dengan kepuasan terapi dan hubungan sosio-demografi dengan kualitas hidup. Hasil hitung dengan bantuan SPSS versi 23 menunjukkan bahwa nilai p value >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sosio-demografi dengan kepuasan terapi dan tidak ada hubungan antara sosio-demografi dengan kualitas hidup. Hubungan antara kepuasan terapi dengan kualitas hidup dilakukan uji korelasi Spearman’s rho. Hasilnya diperoleh nilai p value (0,006) < 0,05. dengan demikian dapat disimpukan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan terapi dengan kualitas hidup pasien penderita DM type-2. Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Kepuasan Terapi dan Kualitas Hidup
糖尿病是一种严重的慢性疾病,因为胰腺不能产生足够的胰岛素(调节血糖或葡萄糖的激素),或者身体不能有效地使用由此产生的胰岛素。梅丽图斯是一种慢性代谢综合症,是世界上最大的死因之一。本研究的设计是一种观察性的研究,采用经节的方法,研究对象只是观察。这项研究涉及109名患者。定期收集数据,并使用调查问卷从患者那里收集信息。本研究采用的问卷调查形式有两份,分别是:病人的人口统计数据、满意问卷(TSQM)、生活质量问卷(EQ5D)。使用SPSS版本23进行统计分析。患者的社会统计数据包括性别、年龄、婚姻、就业、教育和短喉性疾病等。Chi平方测试是为了确定社会人口与治疗满意度与生活质量社会关系之间的关系。根据SPSS版本23的计算,p值> 0.05的价值可以得出结论,社会人口统计与治疗满意度没有关系,社会人口与生活质量没有关系。治疗满足感与生活质量之间的关系是由斯佩曼相关的rho进行的。结果获得p值(0.006)< 0.05。因此,可以补充说,治疗满意度与DM typ -2患者的生活质量之间存在联系。关键词:2型糖尿病、治疗满意度和生活质量
{"title":"HUBUNGAN KEPUASAN TERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE-2 DI PELAYANAN PRIMER (PUSKESMAS JETIS 1 BANTUL)","authors":"Akrom, Muhammad Muhlis, Y. Wahyuni","doi":"10.36805/FARMASI.V4I2.736","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/FARMASI.V4I2.736","url":null,"abstract":"Diabetes adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Melitus merupakan sindrom metabolis kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Desain Penelitian ini adalah penelitian jenis Observasional, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana subyek penelitian hanya diobservasi. Penelitian ini mengambil subyek sebanyak 109 pasien. Pengambilan data secara prosepektif dan dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari pasien melalui wawancara tatap muka (face-to-face interview) menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini berjumlah dua kuesioner yaitu, data demografi pasien, kuesioner kepuasan (TSQM), kuesioner Kualitas Hidup (EQ5D). \u0000 Analisis data menggunakan Uji Statistik dengan bantuan SPSS versi 23. Data sosio-demografi pasien meliputi jenis kelamin, usia, pernikahan, pekerjaan, pendidikan dan penyakit penyerta pasien pendeita DM type 2 disajiakan dalam tabel distribusi frekuensi. Uji Chi Squaredilakukan untuk mengetahui hubungan antara sosio-demografi dengan kepuasan terapi dan hubungan sosio-demografi dengan kualitas hidup. \u0000 Hasil hitung dengan bantuan SPSS versi 23 menunjukkan bahwa nilai p value >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sosio-demografi dengan kepuasan terapi dan tidak ada hubungan antara sosio-demografi dengan kualitas hidup. Hubungan antara kepuasan terapi dengan kualitas hidup dilakukan uji korelasi Spearman’s rho. Hasilnya diperoleh nilai p value (0,006) < 0,05. dengan demikian dapat disimpukan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan terapi dengan kualitas hidup pasien penderita DM type-2. \u0000 \u0000Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Kepuasan Terapi dan Kualitas Hidup","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"323 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123649702","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-01DOI: 10.36805/farmasi.v4i2.740
Himyatul Hidayah, Surya Amal
Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, menjadi penyakit infeksi penyebab kematian kedua di dunia setelah HIV-AIDS. Prevalensi kejadian TB di Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China. Diabetes mellitus diperkirakan penyebab 15% kasus tuberkulosis saat ini, karena penyakit diabetes mellitus dapat merusak pertahanan host. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui insidensi TB paru kasus baru dengan DM tipe 2 di salah satu rumah sakit swasta Cikampek. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder rekam medik pasien TB paru kasus baru yang menjalani rawat jalan selama bulan April – September 2017 di Poli Penyakit Dalam salah satu rumah sakit swasta Cikampek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 83 pasien TB paru kasus baru terdapat 26 pasien TB paru kasus baru dengan DM Tipe 2. Frekuensi TB paru kasus baru dengan DM tipe 2 lebih banyak pada kelompok jenis kelamin perempuan (53,85%), usia >54 tahun (65,39%), hasil pemeriksaan BTA sputum negatif (61,50%), lamanya pengobatan yang dianjurkan >8 bulan (53,85%). Disimpulkan bahwa insidensi tuberkulosis paru kasus baru dengan DM tipe 2 rawat jalan di Poli Penyakit Dalam salah satu rumah sakit swasta Cikampek selama bulan April – September 2017 adalah sebesar 31,33%. Kata Kunci: Insidensi, Tuberkulosis paru, Diabetes mellitus tipe 2 Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis, it became the second leading cause of death in the world after HIV-AIDS. The prevalence of incidence of TB in Indonesia ranked third after India and China. Diabetes mellitus thought to be the cause 15 % the case of tuberculosis at the present time, due to disease of diabetes mellitus can be damaging to defense host. The purpose of this study was to know the incidence of new cases of pulmonary TB with type 2 diabetes mellitus in one of the private hospital Cikampek. The research instrument used was secondary data from the medical records of new TB pulmonary outpatients during April - September 2017 in the polyclinic internal medicine in one of the private hospital Cikampek. The result of study indicate that of the 83 new cases of pulmonary tuberculosis patients there were 26 new cases of pulmonary tuberculosis patients with type 2 diabetes mellitus. The frequency of pulmonary tuberculosis a new case with type 2 DM be greater among a group of the female sex (53,85 %), the age of >54 years (65,39%), results smear sputum negative (61,50%), length of treatment recommended >8 months (53,85%). It was concluded that the incidence of new cases of pulmonary TB with type 2 diabetes mellitus outpatients care in one of the private hospital Cikampek during the month of April – September2017 was recorded at 31,33 %. Keywords: Incidence, Pulmonary tuberculosis, Type 2 diabetes mellitus
结核病是由结核病引起的一种传染病,是自艾滋病以来世界第二次导致死亡的传染病。结核病在印尼的流行程度仅次于印度和中国。mellitus糖尿病被认为是目前结核病病例15%的原因,因为mellitus糖尿病会破坏宿主的防御。本研究的目的是查明一种新型结核病病例,类型为Cikampek私人医院之一的DM型2。使用的研究工具是新病例结核病患者在2017年4月至9月在Cikampek一家私人医院的高架医院接受门诊治疗的新病例的次要数据。这项研究表明,在83名新病例结核病患者中,有26名新结核病患者患有2型DM。2型肺结核新病例和DM频率更多组织的性别> 54岁女性(53,85%),(65,39%)sputum BTA检查结果为阴性(61,50%),推荐的疗程治疗> 8月(53,85%)。推断insidensi肺结核新病例和DM内科门诊2型在保利私立医院之一坎佩克4月—2017年9月是31,33%大小。关键词:内源性结核病、肺结核、2型结核病糖尿病和结核病引起的结核病感染,导致病变导致的死亡原因在hiv -艾滋病之后的世界出现。《印尼ranked prevalence of incidence of结核病印度和中国之后的第三。糖尿病mellitus以为因为15%《凯斯》成为结核病at the呈现时间,二是疾病的糖尿病mellitus可以成为damaging向国防主机。这项研究的目的是了解在一家私人医院Cikampek的2型糖尿病患者中,新的肺病病例为2型糖尿病。2017年4月至9月,在一家私人医院Cikampek的多发性内科药物中,研究所用的工具被从新的结核病医疗记录中提取出来。目前的研究结果显示,目前有26种新的肺病病例和2型糖尿病的肺病发病率。肺之频率2型结核病a new凯斯和DM成为大》a group of The女性之性(53.85 %),《时代》杂志> 54年(65,39%),results涂片sputum负(61,50%),治疗的长度正好recommended > 8月(53,85%)。是结论incidence of new案子》那肺肺结核和2型糖尿病mellitus outpatients援外合作署in one of the private医院4月》期间坎佩克——September2017 was recorded at 31,33 %。安装:Incidence肺肺结核时,患2型糖尿病
{"title":"INSIDENSI TB PARU KASUS BARU PADA PASIEN DENGAN DM TIPE 2 DI SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA CIKAMPEK","authors":"Himyatul Hidayah, Surya Amal","doi":"10.36805/farmasi.v4i2.740","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i2.740","url":null,"abstract":"Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, menjadi penyakit infeksi penyebab kematian kedua di dunia setelah HIV-AIDS. Prevalensi kejadian TB di Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China. Diabetes mellitus diperkirakan penyebab 15% kasus tuberkulosis saat ini, karena penyakit diabetes mellitus dapat merusak pertahanan host. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui insidensi TB paru kasus baru dengan DM tipe 2 di salah satu rumah sakit swasta Cikampek. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder rekam medik pasien TB paru kasus baru yang menjalani rawat jalan selama bulan April – September 2017 di Poli Penyakit Dalam salah satu rumah sakit swasta Cikampek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 83 pasien TB paru kasus baru terdapat 26 pasien TB paru kasus baru dengan DM Tipe 2. Frekuensi TB paru kasus baru dengan DM tipe 2 lebih banyak pada kelompok jenis kelamin perempuan (53,85%), usia >54 tahun (65,39%), hasil pemeriksaan BTA sputum negatif (61,50%), lamanya pengobatan yang dianjurkan >8 bulan (53,85%). Disimpulkan bahwa insidensi tuberkulosis paru kasus baru dengan DM tipe 2 rawat jalan di Poli Penyakit Dalam salah satu rumah sakit swasta Cikampek selama bulan April – September 2017 adalah sebesar 31,33%. \u0000Kata Kunci: Insidensi, Tuberkulosis paru, Diabetes mellitus tipe 2 \u0000Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis, it became the second leading cause of death in the world after HIV-AIDS. The prevalence of incidence of TB in Indonesia ranked third after India and China. Diabetes mellitus thought to be the cause 15 % the case of tuberculosis at the present time, due to disease of diabetes mellitus can be damaging to defense host. The purpose of this study was to know the incidence of new cases of pulmonary TB with type 2 diabetes mellitus in one of the private hospital Cikampek. The research instrument used was secondary data from the medical records of new TB pulmonary outpatients during April - September 2017 in the polyclinic internal medicine in one of the private hospital Cikampek. The result of study indicate that of the 83 new cases of pulmonary tuberculosis patients there were 26 new cases of pulmonary tuberculosis patients with type 2 diabetes mellitus. The frequency of pulmonary tuberculosis a new case with type 2 DM be greater among a group of the female sex (53,85 %), the age of >54 years (65,39%), results smear sputum negative (61,50%), length of treatment recommended >8 months (53,85%). It was concluded that the incidence of new cases of pulmonary TB with type 2 diabetes mellitus outpatients care in one of the private hospital Cikampek during the month of April – September2017 was recorded at 31,33 %. \u0000Keywords: Incidence, Pulmonary tuberculosis, Type 2 diabetes mellitus","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114303289","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-01DOI: 10.36805/farmasi.v4i2.741
Reti Puji Handayani, Jenta Puspariki, Tiya Nurmala
Guna mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan derajat kesehatan optimal, masyarakat didorong untuk dapat memilih pengobatannya sendiri termasuk keputusan memilih pengobatan tradisional yang masih banyak digunakan sebagai alternatif memelihara dan mengatasi masalah kesehatan. Dalam hal ini, perilaku kesehatan tersebut dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin dan faktor penguat. Penelitian bertujuan melihat faktor perilaku yang melatarbelakangi pemilihan pengobatan tradisional berdasarkan tiga kelompok usia di Kabupaten Purwakarta dengan menghubungksn pernyataan dari kuisioner yang diberikan dan mencari korelasi antar faktor tersebut. Penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis eksplanatif asosiatif ini menggunakan subjek masyarakat Kabupaten Purwakarta sebanyak 137 orang melalui instrumen kuesioner yang diisi oleh kelompok masyarakat perkotaan, masyarakat urban dan masyarakat pedesaan. Persepsi masyarakat Kabupaten Purwakarta setuju terhadap tingkat pengetahuan dan animo pada pengobatan tradisional sebesar 57,7%, dalam hal ini termasuk dalam faktor predisposisi. Sementara faktor penguat dilihat dari persepsi potensi pengembangan, masyarakat setuju pengobatan tradisional tumbuh menjamur, warisan nenek moyang dan biaya pelayanan tergolong murah sebesar 59,9%. Masyarakat juga setuju pengobatan tradisional memberi bukti menyembuhkan penyakit sebesar 51,7% (skala cukup). Variabel lain menunjukkan semua kelompok usia setuju fasilitas praktik dari upaya pengobatan tradisional masih seadanya (57,0%), peneliti menganggapnya sebagai faktor pemungkin. Diperoleh bahwa perkembangan pengobatan tradisional diapresiasi oleh masyarakat dari semua kelompok usia. Dimana kelompok usia diatas 40 tahun, menyatakan persetujuan paling tinggi bahwa pengobatan tradisional potensial untuk dikembangkan, memiliki khasiat untuk penyembuhan namun fasilitas pengobatan belum terstandar dibandingkan kelompok usia 30-40 tahun maupun dibawah 30 tahun. Kata kunci: Usia, Pengobatan tradisional, Persepsi In order to support the Government's efforts in achieving optimal health status, people are encouraged to be able to choose their own treatment, including the decision to choose traditional medicine is still widely used as an alternative to maintaining and health problems. In this case, the health behavior is influenced by predisposing, enabling, and reinforcing factors. The study aims to look at behavioral factors behind the selection of traditional medicine is based on three age groups in Purwakarta with menghubungksn statements from a questionnaire and looking for correlations between these factors. The study with qualitative approach kind of explanatory associative, with subjects society Purwakarta 137 people through questionnaire filled out by a group of urban communities, urban communities and rural communities. The public perception Purwakarta agree on the level of knowledge and interest in the traditional medicine of 57.7%, in this case, including the predisposing
{"title":"PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN PURWAKARTA TERHADAP PENGOBATAN TRADISIONAL BERDASARKAN KELOMPOK USIA","authors":"Reti Puji Handayani, Jenta Puspariki, Tiya Nurmala","doi":"10.36805/farmasi.v4i2.741","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i2.741","url":null,"abstract":"Guna mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan derajat kesehatan optimal, masyarakat didorong untuk dapat memilih pengobatannya sendiri termasuk keputusan memilih pengobatan tradisional yang masih banyak digunakan sebagai alternatif memelihara dan mengatasi masalah kesehatan. Dalam hal ini, perilaku kesehatan tersebut dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin dan faktor penguat. Penelitian bertujuan melihat faktor perilaku yang melatarbelakangi pemilihan pengobatan tradisional berdasarkan tiga kelompok usia di Kabupaten Purwakarta dengan menghubungksn pernyataan dari kuisioner yang diberikan dan mencari korelasi antar faktor tersebut. Penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis eksplanatif asosiatif ini menggunakan subjek masyarakat Kabupaten Purwakarta sebanyak 137 orang melalui instrumen kuesioner yang diisi oleh kelompok masyarakat perkotaan, masyarakat urban dan masyarakat pedesaan. Persepsi masyarakat Kabupaten Purwakarta setuju terhadap tingkat pengetahuan dan animo pada pengobatan tradisional sebesar 57,7%, dalam hal ini termasuk dalam faktor predisposisi. Sementara faktor penguat dilihat dari persepsi potensi pengembangan, masyarakat setuju pengobatan tradisional tumbuh menjamur, warisan nenek moyang dan biaya pelayanan tergolong murah sebesar 59,9%. Masyarakat juga setuju pengobatan tradisional memberi bukti menyembuhkan penyakit sebesar 51,7% (skala cukup). Variabel lain menunjukkan semua kelompok usia setuju fasilitas praktik dari upaya pengobatan tradisional masih seadanya (57,0%), peneliti menganggapnya sebagai faktor pemungkin. Diperoleh bahwa perkembangan pengobatan tradisional diapresiasi oleh masyarakat dari semua kelompok usia. Dimana kelompok usia diatas 40 tahun, menyatakan persetujuan paling tinggi bahwa pengobatan tradisional potensial untuk dikembangkan, memiliki khasiat untuk penyembuhan namun fasilitas pengobatan belum terstandar dibandingkan kelompok usia 30-40 tahun maupun dibawah 30 tahun. \u0000Kata kunci: Usia, Pengobatan tradisional, Persepsi \u0000In order to support the Government's efforts in achieving optimal health status, people are encouraged to be able to choose their own treatment, including the decision to choose traditional medicine is still widely used as an alternative to maintaining and health problems. In this case, the health behavior is influenced by predisposing, enabling, and reinforcing factors. The study aims to look at behavioral factors behind the selection of traditional medicine is based on three age groups in Purwakarta with menghubungksn statements from a questionnaire and looking for correlations between these factors. The study with qualitative approach kind of explanatory associative, with subjects society Purwakarta 137 people through questionnaire filled out by a group of urban communities, urban communities and rural communities. The public perception Purwakarta agree on the level of knowledge and interest in the traditional medicine of 57.7%, in this case, including the predisposing","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"51 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124533375","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-01DOI: 10.36805/FARMASI.V4I2.738
Dedy Frianto, Riska Novrianty
Olahraga balap motor khususnya Road Race cukup populer di Indonesia. Olah raga ini merupakan aktivitas yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Namun, jika tidak diimbangi kesadaran untuk menjaga keselamatan, sehingga mereka sangat rentan mengalami cedera yang dapat mengganggu kesehatan juga dapat mengurangi atlet tersebut untuk berprestasi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa bagaimana kualitas hidup para pembalap motor Road Race pasca mengalami cedera tulang dan terapi atau obat apa digunakan oleh para pembalap pasca mengalami cedera tulang tersebut. Sampel penelitian ini adalah para pembalap yang diketahui telah mengalami cedera atau patah tulang di Jawa Barat. Desain penelitian menggunakan jenis Observasional Cross Sectional di mana pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara prospektif pada semua pembalap di Jawa barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner European Quality Of Life 5 Dimension (EQ5D5L) secara langsung kepada para pembalap pada Event Bupati Cup Seri 1 – Open Road Race 2. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas hidup para pembalap pasca mengalami cedera tulang memiliki kualitas hidup yang baik karena didapatkan hasil rata-rata dari skala kesehatan terakhirnya yaitu 0,4888, di mana apabila responden memiliki skala kesehatan 1,000 atau lebih dari -0,594, maka responden dinyatakan memiliki kualitas hidup yang baik pasca mengalami cedera tulang. Kata Kunci: Road Race, Pembalap, Cedera tulang, Kualitas hidup, EQ5D5L The purpose of this study is to find out the most optimal formulation and to find out the physical evaluation results of white glutinous rice extract sheet mask preparations. The method of making experimental formulations using CMC Na as viscosity-increasing agent with F1 concentration (0,2%); F2 (0,3%); and F3 (0,4%). The evaluations carried out are organoleptic test, homogeneity test, pH test, viscosity test, preference test and irritation test. The results showed the essence preparation in the form of a thick solution with a characteristic odor and pale white and homogeneous. PH values of F1 preparations (4,92 ± 0,01), F2 (4,95 ± 0,01), and F3 (4,97 ± 0,02). Viscosity F1 (145,47±10,02 cPoise), F2 (180,37±3,63 cPoise), and F3 (194,80± 18,56 cPoise). The preference test with 32 respondents shows that the average preference for essence color is neutral / ordinary, for aroma is like and for essence texture is neutral / ordinary. Irritation testing on 30 volunteers showed the result that the preparation of white glutinous rice sheet mask was safe with the irritation index value obtained 0.004 (no means). Keyword: white glutinous rices, sheet masks, CMC Sodium.
{"title":"Analisa Kualitas Hidup Pembalap Motor Road Race Pasca Mengalami Cedera Tulang Di Jawa Barat Menggunakan European Quality Of Life 5 Dimensions (EQ5D) EQ-5D-5L","authors":"Dedy Frianto, Riska Novrianty","doi":"10.36805/FARMASI.V4I2.738","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/FARMASI.V4I2.738","url":null,"abstract":"Olahraga balap motor khususnya Road Race cukup populer di Indonesia. Olah raga ini merupakan aktivitas yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Namun, jika tidak diimbangi kesadaran untuk menjaga keselamatan, sehingga mereka sangat rentan mengalami cedera yang dapat mengganggu kesehatan juga dapat mengurangi atlet tersebut untuk berprestasi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa bagaimana kualitas hidup para pembalap motor Road Race pasca mengalami cedera tulang dan terapi atau obat apa digunakan oleh para pembalap pasca mengalami cedera tulang tersebut. \u0000Sampel penelitian ini adalah para pembalap yang diketahui telah mengalami cedera atau patah tulang di Jawa Barat. Desain penelitian menggunakan jenis Observasional Cross Sectional di mana pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara prospektif pada semua pembalap di Jawa barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner European Quality Of Life 5 Dimension (EQ5D5L) secara langsung kepada para pembalap pada Event Bupati Cup Seri 1 – Open Road Race 2. \u0000Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas hidup para pembalap pasca mengalami cedera tulang memiliki kualitas hidup yang baik karena didapatkan hasil rata-rata dari skala kesehatan terakhirnya yaitu 0,4888, di mana apabila responden memiliki skala kesehatan 1,000 atau lebih dari -0,594, maka responden dinyatakan memiliki kualitas hidup yang baik pasca mengalami cedera tulang. \u0000 \u0000Kata Kunci: Road Race, Pembalap, Cedera tulang, Kualitas hidup, EQ5D5L \u0000 \u0000The purpose of this study is to find out the most optimal formulation and to find out the physical evaluation results of white glutinous rice extract sheet mask preparations. The method of making experimental formulations using CMC Na as viscosity-increasing agent with F1 concentration (0,2%); F2 (0,3%); and F3 (0,4%). The evaluations carried out are organoleptic test, homogeneity test, pH test, viscosity test, preference test and irritation test. The results showed the essence preparation in the form of a thick solution with a characteristic odor and pale white and homogeneous. PH values of F1 preparations (4,92 ± 0,01), F2 (4,95 ± 0,01), and F3 (4,97 ± 0,02). Viscosity F1 (145,47±10,02 cPoise), F2 (180,37±3,63 cPoise), and F3 (194,80± 18,56 cPoise). The preference test with 32 respondents shows that the average preference for essence color is neutral / ordinary, for aroma is like and for essence texture is neutral / ordinary. Irritation testing on 30 volunteers showed the result that the preparation of white glutinous rice sheet mask was safe with the irritation index value obtained 0.004 (no means). \u0000 \u0000Keyword: white glutinous rices, sheet masks, CMC Sodium.","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"63 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127223708","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-02DOI: 10.36805/farmasi.v4i1.614
Dedy Friyanto, Siti Lestari
ABSTRAK Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluksnya HCL dari gaster ke esofagus, mengakibatkan gejala klinis dan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Angka pravalensi di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat yaitu sebanyak 25,18% pada tahun 2002, peningkatan ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan faktor risiko GERD seperti merokok dan minum kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analis kuantitatif untuk mengetahui angka kejadian, kerasionalan penggunaan obat dan faktor hubungan penyakit sedangkan kualitatif untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat dan karateristik pasien GERD dengan metode observasional. Hasil penelitian angka kejadian GERD di RSUD Karawang adalah 68 pasien, pada pasien perempuan lebih tinggi sebesar 51,5% (35 pasien) dan Kerasionalan terapi pada pasien GERD di RSUD Karawang menggunakan tiga literatur yaitu Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 dan Konsensus GERD di Indonesia edisi tahun 2013 diperoleh hasil rata-rata: tepat indikasi sebesar 80,4%, tepat obat sebesar 59,3%, tepat pasien sebesar 89,7% dan tepat dosis sebesar 64%. Pada analisis bivariat menggunakan analisis Kruskal Wallis nilai p sebesar 0,014 menunjukkan jenis kelamin adalah faktor resiko tanda dan gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kata Kunci : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalensi, Rasionalitas terapi, Pasien Rawat Jalan. ABSTRACT Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition of HCL reflux from gastric to esophagus, resulting in clinical symptoms and complications that reduce a person's quality of life. The pravalence rate in Indonesia has increased from year to year by as much as 25.18% in 2002, this increase is due to lifestyle changes that can increase GERD risk factors such as smoking and drinking coffee. This study uses a quantitative analyst research design to determine the incidence, rational use of drugs and disease relationship factors while qualitative to describe the pattern of drug use and characteristics of GERD patients with observational methods. The results of the study of the incidence of GERD in RSUD Karawang were 68 patients, in female patients higher by 51.5% (35 patients) and rationality of therapy in GERD patients in RSUD Karawang using three literature namely Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 and GERD Consensus in the 2013 edition of Indonesia the average results were obtained: the exact indication was 80.4%, the exact drug was 59.3%, the exact patient was 89.7% and the exact dose was 64%. In the bivariate analysis using the Kruskal Wallis analysis the p value of 0.014 indicates gender is a risk factor for signs and symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Keywords : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalence, Rationality of therapy, Outpatients.
胃食道疾病(GERD)是HCL从胃痉挛到食道的退行性疾病,导致临床症状和并发症降低一个人的生活质量。印度尼西亚的月价年增长率为2518%,这是由于生活方式的变化而增加的,这可能会增加吸烟和喝咖啡等GERD的风险因素。该研究采用定量分析人士的研究草案来确定事件的数量、药物的不理性使用和疾病的关系因素,而定性地用观察方法对GERD患者的使用模式进行描述。数字创世纪GERD的研究成果在哈内瓦尔县是68个病人,病人女性更高51,5%大小(35)和理性、GERD患者在治疗卡拉旺县用三个国家Formulary Pharmacotherapy手册》、《英国文学版70和GERD共识获得印尼版2013年平均的结果:就高达80,4%迹象,就正确59,3%大小,就高达89,7%病人和药物剂量高达64%。在bivariat分析中,Kruskal Wallis的p值为0.014,表明性别是症状、胃食管反流疾病(GERD)的危险因素。关键词:胃食道反流病(GERD)、流行情况、治疗合理性、门诊患者。胃食管退行性疾病(GERD)是一种神经回路疾病,从胃回路到食道,在临床symptoms中推荐,并将被低估的生命品质加以协调。2002年,印尼的pravalence rate从每年增加到每年25.18%,这一增长导致生活方式的变化,可以增加我们的风险因素,比如吸烟和喝咖啡。这一研究用了一种量化分析研究的方法来确定毒品和疾病关系因素,而用这种方法来描述这种药物的模式和观察方法的特点。《incidence of The results of The study of GERD 68在哈内瓦尔县是病人,在女性病人得更高:51。5%(35病人)》和疗法在GERD rationality用三个病人在卡拉旺县文学奖namely Pharmacotherapy手册》,英国国民Formulary版70和GERD 2013共识》印尼版的《确切indication平均results是获得:59是80。4%,正是毒品是3%,正是病人是89。7%和准确剂量是64%。在两种分析中,使用Kruskal Wallis分析014性别指标是风险因素,胃食管反流疾病交界处(GERD)。重点词:胃食道反流疾病(GERD)、预防、治疗情有可原、无病因。
{"title":"ANALISIS PENGGUNAAN OBAT GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG","authors":"Dedy Friyanto, Siti Lestari","doi":"10.36805/farmasi.v4i1.614","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i1.614","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi refluksnya HCL dari gaster ke esofagus, mengakibatkan gejala klinis dan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup seseorang. Angka pravalensi di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat yaitu sebanyak 25,18% pada tahun 2002, peningkatan ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan faktor risiko GERD seperti merokok dan minum kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analis kuantitatif untuk mengetahui angka kejadian, kerasionalan penggunaan obat dan faktor hubungan penyakit sedangkan kualitatif untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat dan karateristik pasien GERD dengan metode observasional. Hasil penelitian angka kejadian GERD di RSUD Karawang adalah 68 pasien, pada pasien perempuan lebih tinggi sebesar 51,5% (35 pasien) dan Kerasionalan terapi pada pasien GERD di RSUD Karawang menggunakan tiga literatur yaitu Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 dan Konsensus GERD di Indonesia edisi tahun 2013 diperoleh hasil rata-rata: tepat indikasi sebesar 80,4%, tepat obat sebesar 59,3%, tepat pasien sebesar 89,7% dan tepat dosis sebesar 64%. Pada analisis bivariat menggunakan analisis Kruskal Wallis nilai p sebesar 0,014 menunjukkan jenis kelamin adalah faktor resiko tanda dan gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). \u0000 \u0000Kata Kunci : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalensi, Rasionalitas terapi, Pasien Rawat Jalan. \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition of HCL reflux from gastric to esophagus, resulting in clinical symptoms and complications that reduce a person's quality of life. The pravalence rate in Indonesia has increased from year to year by as much as 25.18% in 2002, this increase is due to lifestyle changes that can increase GERD risk factors such as smoking and drinking coffee. This study uses a quantitative analyst research design to determine the incidence, rational use of drugs and disease relationship factors while qualitative to describe the pattern of drug use and characteristics of GERD patients with observational methods. The results of the study of the incidence of GERD in RSUD Karawang were 68 patients, in female patients higher by 51.5% (35 patients) and rationality of therapy in GERD patients in RSUD Karawang using three literature namely Pharmacotherapy Handbook, British National Formulary edition 70 and GERD Consensus in the 2013 edition of Indonesia the average results were obtained: the exact indication was 80.4%, the exact drug was 59.3%, the exact patient was 89.7% and the exact dose was 64%. In the bivariate analysis using the Kruskal Wallis analysis the p value of 0.014 indicates gender is a risk factor for signs and symptoms of Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). \u0000 \u0000Keywords : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Prevalence, Rationality of therapy, Outpatients.","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126501846","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-02DOI: 10.36805/farmasi.v4i1.621
Maya Arfania, Raden Neng Yuni Budiarti
ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi. Adanya beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi, diantaranya usia, tidak dapat mengendalikan stress, kualitas pelayanan kesehatan, polifarmasi. Salah satu penentu keberhasilan terapi adalah adanya kepatuhan minum obat pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien dewasa dan hubungan antara faktor risiko dengan jenis kelamin dan polifarmasi di RSUD Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan desain cross sectional dimana sampel diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Dari 115 resep yang diperoleh selama penelitian, terdapat 31 pasien (27%) laki-laki dan 84 pasien (73%) perempuan. Setelah dilakukan wawancara menggunakan kuesioner MMAS-8, didapatkan hasil sebanyak (22,6%) patuh dan (77,4%) pasien dewasa tidak patuh. Dari hasil analisis berdasarkan uji Chi Square dapat disimpulkan Jenis Kelamin (p=0,317) dan Polifarmasi (p=0,459) bukan fakor resiko terhadap ketidakpatuhan minum obat hipertensi pada pasien dewasa. Kata Kunci: Hipertensi, Tingkat Kepatuhan, Faktor Resiko ABSTRACT The hypertension is a chronic disease that needs to be treated properly and continuously. There are several things that cause hypertension disease, age, can not control the stress, quality of health services, polypharmacy .One of the critical success of therapy is medication compliance by patients. The purpose of this research is to see an overview the compliance level of adult patient’s anti-hypertention and the relationship between risk factors at gender and polypharmacy at RSUD Karawang. This is a analysis research with cross sectional where sample were taken by purposive random sampling technique. From 115 prescriptions, there were 31 male (27%) Patients and 84 female (73%) patients. After the interview using MMAS-8 questionnare, there were (22,6%) compliance and (77,4%) uncompliance adult patient. From the results of the analysis based on Chi Square test, it can be concluded that Gender (p=0,317) and Polypharmacy (p=0,459) is not a risk factor for uncompliance in taking hypertension medication in Adult patients. Keywords: Hipertensi, Compliance, Risk Factor
{"title":"ANALISA KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DEWASA POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD KARAWANG","authors":"Maya Arfania, Raden Neng Yuni Budiarti","doi":"10.36805/farmasi.v4i1.621","DOIUrl":"https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i1.621","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi. Adanya beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi, diantaranya usia, tidak dapat mengendalikan stress, kualitas pelayanan kesehatan, polifarmasi. Salah satu penentu keberhasilan terapi adalah adanya kepatuhan minum obat pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien dewasa dan hubungan antara faktor risiko dengan jenis kelamin dan polifarmasi di RSUD Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan desain cross sectional dimana sampel diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Dari 115 resep yang diperoleh selama penelitian, terdapat 31 pasien (27%) laki-laki dan 84 pasien (73%) perempuan. Setelah dilakukan wawancara menggunakan kuesioner MMAS-8, didapatkan hasil sebanyak (22,6%) patuh dan (77,4%) pasien dewasa tidak patuh. Dari hasil analisis berdasarkan uji Chi Square dapat disimpulkan Jenis Kelamin (p=0,317) dan Polifarmasi (p=0,459) bukan fakor resiko terhadap ketidakpatuhan minum obat hipertensi pada pasien dewasa. \u0000Kata Kunci: Hipertensi, Tingkat Kepatuhan, Faktor Resiko \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000 \u0000The hypertension is a chronic disease that needs to be treated properly and continuously. There are several things that cause hypertension disease, age, can not control the stress, quality of health services, polypharmacy .One of the critical success of therapy is medication compliance by patients. The purpose of this research is to see an overview the compliance level of adult patient’s anti-hypertention and the relationship between risk factors at gender and polypharmacy at RSUD Karawang. This is a analysis research with cross sectional where sample were taken by purposive random sampling technique. From 115 prescriptions, there were 31 male (27%) Patients and 84 female (73%) patients. After the interview using MMAS-8 questionnare, there were (22,6%) compliance and (77,4%) uncompliance adult patient. From the results of the analysis based on Chi Square test, it can be concluded that Gender (p=0,317) and Polypharmacy (p=0,459) is not a risk factor for uncompliance in taking hypertension medication in Adult patients. \u0000Keywords: Hipertensi, Compliance, Risk Factor","PeriodicalId":251083,"journal":{"name":"Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134136503","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}