{"title":"谣言和信息传染病:2019冠状病毒病大流行期间记者的社交媒体核查做法","authors":"C. Sushmita, P. Pawito, A. Rahmanto","doi":"10.14421/pjk.v14i1.2097","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. The spread of rumors and infodemics on the Internet and social media during the Covid-19 pandemic which is unstoppable and usually believed to be the truth is more dangerous than the transmission of the Covid-19 outbreak because it has the potential to threaten safety, cause racism, and hatred of the community. It is the duty of journalists to doing fact-checking and corrects any rumors or infodemics. Fact-checking is one of the most important elements of professional journalism. Technological advances have made infodemics spread rapidly which has become a new challenge for professional journalists as information agents and spearheads of accurate reporting. This became the basis for mass media companies such as Kompas.com and Solopos.com to form journalism team checks to verify the facts and infodemics rumors that circulated widely on the Internet and social media during the Covid-19 pandemic. Fact-checking journalism is a new trend in digital journalism studies. This paper reviews the work practices of fact-checking journalists in verifying infodemics from social media content as the spearhead of accurate reporting as well as a manifestation of hypermedia organizations. A series of qualitative interviews were conducted with journalists at Solopos.com and Kompas.com who were in charge of the fact-check section. The results showed that journalists carried out a series of processes both manually and utilizing digital technology in verifying content and checking several facts to ensure rumors and infodemics on social media about Covid-19 that were spread on social media be compiled into news using journalistic principles. The work process of fact-checking journalists is often done collaboratively to form hypermedia organizations.Keywords: rumors, infodemics, online journalism, fact-check, covid-19, journalism, journalists Abstrak. Persebaran rumor dan infodemik di Internet dan media sosial selama pandemi Covid-19 yang tidak terbendung dan sering kali diyakini sebagai kebenaran oleh masyarakat dinilai jauh lebih berbahaya daripada penularan wabah Covid-19, karena berpotensi mengancam keselamatan, menimbulkan rasisme, serta kebencian terhadap suatu golongan. Sudah menjadi tugas jurnalis dan untuk mengecek fakta dan meluruskan setiap rumor serta infodemik yang beredar di masyarakat. Pengecekan fakta adalah salah satu elemen penting dalam jurnalisme profesional. Kemajuan teknologi membuat infodemik tersebar dengan cepat yang kemudian menjadi tantangan baru bagi jurnalis profesional sebagai agen informasi dan ujung tombak pemberitaan yang akurat. Hal ini menjadi landasan bagi perusahaan media massa berskala nasional seperti Kompas.com maupun lokal, yaitu Solopos.com membentuk tim jurnalisme cek fakta untuk memverifikasi rumor serta infodemik yang beredar luas di internet dan media sosial. Jurnalisme cek fakta merupakan tren baru dalam perkembangan jurnalisme digital. Tulisan ini mengulas praktik kerja jurnalis pemeriksa fakta dalam memverifikasi infodemik dari konten media sosial sebagai ujung tombak pemberitaan yang akurat sekaligus sebagai manifestasi organisasi organisasi hipermedia. Serangkaian wawancara kualitatif dilakukan kepada jurnalis di Solopos.com dan Kompas.com yang bertugas sebagai jurnalis pemeriksa fakta. Hasil penelitian menunjukkan para jurnalis melakukan serangkaian proses verifikasi konten dan pengecekan fakta baik secara manual maupun memanfaatkan teknologi digital untuk mengkonfirmasi rumor serta infodemik tentang Covid-19 yang tersebar di media sosial untuk disusun dalam berita sesuai kaidah jurnalistik. Proses kerja jurnalis pemeriksa fakta ini sering kali dilakukan secara kolaboratif yang membentuk organisasi hipermedia.Kata kunci: rumor, infodemik, jurnalisme online, cek fakta, covid-19, jurnalisme, jurnalis","PeriodicalId":143543,"journal":{"name":"Profetik: Jurnal Komunikasi","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-08-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":"{\"title\":\"RUMOURS AND INFODEMICS: JOURNALIST'S SOCIAL MEDIA VERIFICATION PRACTICES DURING THE COVID-19 PANDEMIC\",\"authors\":\"C. Sushmita, P. Pawito, A. Rahmanto\",\"doi\":\"10.14421/pjk.v14i1.2097\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Abstract. The spread of rumors and infodemics on the Internet and social media during the Covid-19 pandemic which is unstoppable and usually believed to be the truth is more dangerous than the transmission of the Covid-19 outbreak because it has the potential to threaten safety, cause racism, and hatred of the community. It is the duty of journalists to doing fact-checking and corrects any rumors or infodemics. Fact-checking is one of the most important elements of professional journalism. Technological advances have made infodemics spread rapidly which has become a new challenge for professional journalists as information agents and spearheads of accurate reporting. This became the basis for mass media companies such as Kompas.com and Solopos.com to form journalism team checks to verify the facts and infodemics rumors that circulated widely on the Internet and social media during the Covid-19 pandemic. Fact-checking journalism is a new trend in digital journalism studies. This paper reviews the work practices of fact-checking journalists in verifying infodemics from social media content as the spearhead of accurate reporting as well as a manifestation of hypermedia organizations. A series of qualitative interviews were conducted with journalists at Solopos.com and Kompas.com who were in charge of the fact-check section. The results showed that journalists carried out a series of processes both manually and utilizing digital technology in verifying content and checking several facts to ensure rumors and infodemics on social media about Covid-19 that were spread on social media be compiled into news using journalistic principles. The work process of fact-checking journalists is often done collaboratively to form hypermedia organizations.Keywords: rumors, infodemics, online journalism, fact-check, covid-19, journalism, journalists Abstrak. Persebaran rumor dan infodemik di Internet dan media sosial selama pandemi Covid-19 yang tidak terbendung dan sering kali diyakini sebagai kebenaran oleh masyarakat dinilai jauh lebih berbahaya daripada penularan wabah Covid-19, karena berpotensi mengancam keselamatan, menimbulkan rasisme, serta kebencian terhadap suatu golongan. Sudah menjadi tugas jurnalis dan untuk mengecek fakta dan meluruskan setiap rumor serta infodemik yang beredar di masyarakat. Pengecekan fakta adalah salah satu elemen penting dalam jurnalisme profesional. Kemajuan teknologi membuat infodemik tersebar dengan cepat yang kemudian menjadi tantangan baru bagi jurnalis profesional sebagai agen informasi dan ujung tombak pemberitaan yang akurat. Hal ini menjadi landasan bagi perusahaan media massa berskala nasional seperti Kompas.com maupun lokal, yaitu Solopos.com membentuk tim jurnalisme cek fakta untuk memverifikasi rumor serta infodemik yang beredar luas di internet dan media sosial. Jurnalisme cek fakta merupakan tren baru dalam perkembangan jurnalisme digital. Tulisan ini mengulas praktik kerja jurnalis pemeriksa fakta dalam memverifikasi infodemik dari konten media sosial sebagai ujung tombak pemberitaan yang akurat sekaligus sebagai manifestasi organisasi organisasi hipermedia. Serangkaian wawancara kualitatif dilakukan kepada jurnalis di Solopos.com dan Kompas.com yang bertugas sebagai jurnalis pemeriksa fakta. Hasil penelitian menunjukkan para jurnalis melakukan serangkaian proses verifikasi konten dan pengecekan fakta baik secara manual maupun memanfaatkan teknologi digital untuk mengkonfirmasi rumor serta infodemik tentang Covid-19 yang tersebar di media sosial untuk disusun dalam berita sesuai kaidah jurnalistik. Proses kerja jurnalis pemeriksa fakta ini sering kali dilakukan secara kolaboratif yang membentuk organisasi hipermedia.Kata kunci: rumor, infodemik, jurnalisme online, cek fakta, covid-19, jurnalisme, jurnalis\",\"PeriodicalId\":143543,\"journal\":{\"name\":\"Profetik: Jurnal Komunikasi\",\"volume\":\"22 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-08-19\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"2\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Profetik: Jurnal Komunikasi\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.14421/pjk.v14i1.2097\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Profetik: Jurnal Komunikasi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.14421/pjk.v14i1.2097","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
摘要
抽象的。在Covid-19大流行期间,互联网和社交媒体上的谣言和信息传播是不可阻挡的,通常被认为是事实,这比Covid-19疫情的传播更危险,因为它有可能威胁安全,引起种族主义和对社区的仇恨。记者有责任查证事实,纠正谣言和信息。事实核查是专业新闻工作中最重要的要素之一。技术进步使信息流行病迅速蔓延,这对作为信息代理人和准确报道先锋的专业记者来说是一个新的挑战。这成为了Kompas.com和Solopos.com等大众媒体公司组建记者团核查的基础,以核实新冠疫情期间在互联网和社交媒体上广泛传播的事实和谣言。事实核查新闻是数字新闻研究的新趋势。本文回顾了事实核查记者从社交媒体内容中核实信息的工作实践,作为准确报道的先锋,也是超媒体组织的一种表现。对Solopos.com和Kompas.com负责事实核查部分的记者进行了一系列定性采访。结果显示,记者在核实内容和核实若干事实方面,通过人工和数字技术进行了一系列流程,以确保在社交媒体上传播的有关新冠肺炎的谣言和信息按照新闻原则被汇编成新闻。事实核查记者的工作过程通常是协同完成的,以形成超媒体组织。关键词:谣言,信息传染病,网络新闻,事实核查,covid-19,新闻,记者“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”Sudah menjadi tugas juralis dan untuk mengecek fakta dan meluruskan设置谣言网站,信息负责人yang beredar di masyarakat。Pengecekan fakta adalah salah satu element penting dalam新闻专业人士。Kemajuan技术成员信息专家,专业的sebagai信息专家,dengan cepat, kemudian, menjadi, tantanangan, baru, bagi, journalis,专业的sebagai信息专家,dan, tomakbak, pemberitaan, yang akurat。halini menjadi landasan bagi perusahaan media massa berskala national seperti Kompas.com maupun local, yitu Solopos.com membentuk tim journalisme cek fakta untuk memverifikasi rumor seri infodemik yang beredar luas di internet dan media social。新闻媒体的数字新闻媒体。我的意思是说,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Hasil penelitian menunjukkan对位jurnalis melakukan serangkaian散文verifikasi konten丹pengecekan fakta baik secara手动maupun memanfaatkan各种数字为她mengkonfirmasi谣言舒达infodemik tentang Covid-19杨tersebar di媒体sosial为她disusun dalam berita sesuai kaidah jurnalistik。《新闻快报》是一篇关于新闻组织与超媒体合作的文章。Kata kunci:谣言、信息传播、在线新闻、假新闻、covid-19、新闻、新闻
RUMOURS AND INFODEMICS: JOURNALIST'S SOCIAL MEDIA VERIFICATION PRACTICES DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Abstract. The spread of rumors and infodemics on the Internet and social media during the Covid-19 pandemic which is unstoppable and usually believed to be the truth is more dangerous than the transmission of the Covid-19 outbreak because it has the potential to threaten safety, cause racism, and hatred of the community. It is the duty of journalists to doing fact-checking and corrects any rumors or infodemics. Fact-checking is one of the most important elements of professional journalism. Technological advances have made infodemics spread rapidly which has become a new challenge for professional journalists as information agents and spearheads of accurate reporting. This became the basis for mass media companies such as Kompas.com and Solopos.com to form journalism team checks to verify the facts and infodemics rumors that circulated widely on the Internet and social media during the Covid-19 pandemic. Fact-checking journalism is a new trend in digital journalism studies. This paper reviews the work practices of fact-checking journalists in verifying infodemics from social media content as the spearhead of accurate reporting as well as a manifestation of hypermedia organizations. A series of qualitative interviews were conducted with journalists at Solopos.com and Kompas.com who were in charge of the fact-check section. The results showed that journalists carried out a series of processes both manually and utilizing digital technology in verifying content and checking several facts to ensure rumors and infodemics on social media about Covid-19 that were spread on social media be compiled into news using journalistic principles. The work process of fact-checking journalists is often done collaboratively to form hypermedia organizations.Keywords: rumors, infodemics, online journalism, fact-check, covid-19, journalism, journalists Abstrak. Persebaran rumor dan infodemik di Internet dan media sosial selama pandemi Covid-19 yang tidak terbendung dan sering kali diyakini sebagai kebenaran oleh masyarakat dinilai jauh lebih berbahaya daripada penularan wabah Covid-19, karena berpotensi mengancam keselamatan, menimbulkan rasisme, serta kebencian terhadap suatu golongan. Sudah menjadi tugas jurnalis dan untuk mengecek fakta dan meluruskan setiap rumor serta infodemik yang beredar di masyarakat. Pengecekan fakta adalah salah satu elemen penting dalam jurnalisme profesional. Kemajuan teknologi membuat infodemik tersebar dengan cepat yang kemudian menjadi tantangan baru bagi jurnalis profesional sebagai agen informasi dan ujung tombak pemberitaan yang akurat. Hal ini menjadi landasan bagi perusahaan media massa berskala nasional seperti Kompas.com maupun lokal, yaitu Solopos.com membentuk tim jurnalisme cek fakta untuk memverifikasi rumor serta infodemik yang beredar luas di internet dan media sosial. Jurnalisme cek fakta merupakan tren baru dalam perkembangan jurnalisme digital. Tulisan ini mengulas praktik kerja jurnalis pemeriksa fakta dalam memverifikasi infodemik dari konten media sosial sebagai ujung tombak pemberitaan yang akurat sekaligus sebagai manifestasi organisasi organisasi hipermedia. Serangkaian wawancara kualitatif dilakukan kepada jurnalis di Solopos.com dan Kompas.com yang bertugas sebagai jurnalis pemeriksa fakta. Hasil penelitian menunjukkan para jurnalis melakukan serangkaian proses verifikasi konten dan pengecekan fakta baik secara manual maupun memanfaatkan teknologi digital untuk mengkonfirmasi rumor serta infodemik tentang Covid-19 yang tersebar di media sosial untuk disusun dalam berita sesuai kaidah jurnalistik. Proses kerja jurnalis pemeriksa fakta ini sering kali dilakukan secara kolaboratif yang membentuk organisasi hipermedia.Kata kunci: rumor, infodemik, jurnalisme online, cek fakta, covid-19, jurnalisme, jurnalis