{"title":"除草剂甲醛作为一种单一材料和棕榈油棕榈杂草的混合物生产","authors":"Wiharti Oktaria Purba, H. Priwiratama","doi":"10.22302/iopri.war.warta.v25i2.18","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pengujian herbisida berbahan aktif metil metsulfuron untuk pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman menghasilkan dilaksanakan dengan aplikasi tunggal dan campuran dengan glifosat. Pengujian menunjukkan bahwa bobot kering gulma total dipengaruhi oleh seluruh perlakuan herbisida yang diberikan. Berdasarkan jenis gulma yang dikendalikan, herbisida metil metsulfuron tunggal maupun campuran menunjukkan aktivitas pengendalian terhadap gulma Asystasia intrusa, Rivina humilis, dan Cyclosorus aridus. Namun demikian, pengendalian Setaria plicata hanya terlihat signifikan pada perlakuan metil metsulfuron campuran. Secara umum, perlakuan campuran herbisida metil metsulfuron + glifosat juga memiliki kemampuan penekanan pertumbuhan gulma yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tunggal metil metsulfuron. Penggunaan dosis campuran 67 g/ha metil metsulfuron + 2.7 l/ha glifosat (SM3) menunjukkan efikasi yang baik dan sebanding dengan dosis tertinggi pada pengujian ini. Kata kunci: metil metsulfuron, Asystasia intrusa, Setaria plicata, campuran, tunggal","PeriodicalId":197056,"journal":{"name":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"EFIKASI HERBISIDA METIL METSULFURON SEBAGAI BAHAN TUNGGAL DAN CAMPURAN TERHADAP GULMA PADA KELAPA SAWIT MENGHASILKAN\",\"authors\":\"Wiharti Oktaria Purba, H. Priwiratama\",\"doi\":\"10.22302/iopri.war.warta.v25i2.18\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Pengujian herbisida berbahan aktif metil metsulfuron untuk pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman menghasilkan dilaksanakan dengan aplikasi tunggal dan campuran dengan glifosat. Pengujian menunjukkan bahwa bobot kering gulma total dipengaruhi oleh seluruh perlakuan herbisida yang diberikan. Berdasarkan jenis gulma yang dikendalikan, herbisida metil metsulfuron tunggal maupun campuran menunjukkan aktivitas pengendalian terhadap gulma Asystasia intrusa, Rivina humilis, dan Cyclosorus aridus. Namun demikian, pengendalian Setaria plicata hanya terlihat signifikan pada perlakuan metil metsulfuron campuran. Secara umum, perlakuan campuran herbisida metil metsulfuron + glifosat juga memiliki kemampuan penekanan pertumbuhan gulma yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tunggal metil metsulfuron. Penggunaan dosis campuran 67 g/ha metil metsulfuron + 2.7 l/ha glifosat (SM3) menunjukkan efikasi yang baik dan sebanding dengan dosis tertinggi pada pengujian ini. Kata kunci: metil metsulfuron, Asystasia intrusa, Setaria plicata, campuran, tunggal\",\"PeriodicalId\":197056,\"journal\":{\"name\":\"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit\",\"volume\":\"10 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2020-06-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v25i2.18\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v25i2.18","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
EFIKASI HERBISIDA METIL METSULFURON SEBAGAI BAHAN TUNGGAL DAN CAMPURAN TERHADAP GULMA PADA KELAPA SAWIT MENGHASILKAN
Pengujian herbisida berbahan aktif metil metsulfuron untuk pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman menghasilkan dilaksanakan dengan aplikasi tunggal dan campuran dengan glifosat. Pengujian menunjukkan bahwa bobot kering gulma total dipengaruhi oleh seluruh perlakuan herbisida yang diberikan. Berdasarkan jenis gulma yang dikendalikan, herbisida metil metsulfuron tunggal maupun campuran menunjukkan aktivitas pengendalian terhadap gulma Asystasia intrusa, Rivina humilis, dan Cyclosorus aridus. Namun demikian, pengendalian Setaria plicata hanya terlihat signifikan pada perlakuan metil metsulfuron campuran. Secara umum, perlakuan campuran herbisida metil metsulfuron + glifosat juga memiliki kemampuan penekanan pertumbuhan gulma yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tunggal metil metsulfuron. Penggunaan dosis campuran 67 g/ha metil metsulfuron + 2.7 l/ha glifosat (SM3) menunjukkan efikasi yang baik dan sebanding dengan dosis tertinggi pada pengujian ini. Kata kunci: metil metsulfuron, Asystasia intrusa, Setaria plicata, campuran, tunggal