Novendy Novendy, Sannya Christy, Vania Devina, Devin Alexander
{"title":"SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT HIPERTENSI","authors":"Novendy Novendy, Sannya Christy, Vania Devina, Devin Alexander","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18212","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"According to Tangerang District Health Office (2018) data, hypertension is the second most common disease in health centers. Puskesmas Legok, which is located in Tangerang Regency, also saw a 21% increase in hypertension cases from 2020 to 2021. Hypertension is a disease that can be avoided if the risk factors are identified early on. As a result, in order to prevent the onset of this disease, it is necessary to conduct a screening activity for hypertension risk factors. This health service activity employs risk factor screening via a questionnaire that includes questions about modifiable and non-modifiable risk factors. This activity drew a total of 30 participants who did not have hypertension. The screening results revealed that the risk factors with the highest proportion value were age (90%), overweight (60%), non-routine consumption of fruit (50%), and non-routine consumption of vegetables (80%). The outcomes of risk factor screening activities were able to filter out some of the risks that exist in a person that can cause hypertension. As a result, those who have these risk factors require extra care. Additional activities are required to educate the public about the importance of screening risk factors for hypertension as early as possible in order to prevent hypertension from developing in the future.ABSTRAK:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas. Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skrining faktor risiko dengan menggunakan kuesioner yang terdiri pertanyan mengenai faktor risiko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Sebanyak 30 peserta tidak memiliki penyakit hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining didapatkan faktor risiko yang nilai proporsinya tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah (50%) dan tidak rutin konsumsi sayur (80%). Hasil kegiatan skrining faktor risiko yang telah didapatkan telah dapat menyaring beberapa risiko yang ada pada seseorang yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Maka dengan itu perlu perhatian khusus pada mereka yang memiliki faktor risiko tersebut. Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining faktor risiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehingga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-06-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18212","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
根据Tangerang区卫生办公室(2018年)的数据,高血压是卫生中心第二大常见疾病。位于Tangerang县的Puskesmas Legok从2020年到2021年的高血压病例也增加了21%。高血压是一种可以避免的疾病,如果危险因素及早发现。因此,为了预防本病的发生,有必要对高血压危险因素进行筛查。这项保健服务活动通过一份调查问卷进行风险因素筛查,其中包括关于可改变和不可改变的风险因素的问题。这项活动共吸引了30名没有高血压的参与者。筛查结果显示,比例值最高的危险因素为年龄(90%)、超重(60%)、非常规食用水果(50%)和非常规食用蔬菜(80%)。风险因素筛查活动的结果能够过滤掉一些存在于一个人身上的可能导致高血压的风险。因此,那些有这些风险因素的人需要额外的照顾。需要开展更多的活动,教育公众尽早筛查高血压危险因素的重要性,以防止将来发生高血压。摘要:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas。Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%Penyakit hipertensi merupakan Penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini factor for visiko yang ada。sehinga perlu dilakukan suatu kegiatan an skining factor for visiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya penegahan timbulnya penyakit ini。Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skining factor for risko dengan menggunakan kuesoner yang terdiri pertanyan mengenai factor for risko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi。塞尔维亚:30岁以下的儿童,他们的生活习惯是快乐的,他们的生活习惯是快乐的。Hasil skrining didapatkan factor for visiko yang nilai proporsinya tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah(50%)和tidak rutin konsumsi sayur(80%)。Hasil kegiatan an skining factor for visiko yang telah didapatkan telah dapatkan tejadinya penyakit hipertensi。Maka dengan itu perlu perhatius khusus pada mereka yang memoriliki因子访问tersebut。Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrning因子为visiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehinga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari
According to Tangerang District Health Office (2018) data, hypertension is the second most common disease in health centers. Puskesmas Legok, which is located in Tangerang Regency, also saw a 21% increase in hypertension cases from 2020 to 2021. Hypertension is a disease that can be avoided if the risk factors are identified early on. As a result, in order to prevent the onset of this disease, it is necessary to conduct a screening activity for hypertension risk factors. This health service activity employs risk factor screening via a questionnaire that includes questions about modifiable and non-modifiable risk factors. This activity drew a total of 30 participants who did not have hypertension. The screening results revealed that the risk factors with the highest proportion value were age (90%), overweight (60%), non-routine consumption of fruit (50%), and non-routine consumption of vegetables (80%). The outcomes of risk factor screening activities were able to filter out some of the risks that exist in a person that can cause hypertension. As a result, those who have these risk factors require extra care. Additional activities are required to educate the public about the importance of screening risk factors for hypertension as early as possible in order to prevent hypertension from developing in the future.ABSTRAK:Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang (2018), hipertensi menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas. Puskesmas Legok yang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang juga mengalami peningkatan kasus penyakit hipertensi dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 21%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan bakti kesehatan ini adalah melakukan skrining faktor risiko dengan menggunakan kuesioner yang terdiri pertanyan mengenai faktor risiko yang dapat maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Sebanyak 30 peserta tidak memiliki penyakit hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining didapatkan faktor risiko yang nilai proporsinya tinggi adalah usia (90%), berat badan lebih (60%), tidak rutin konsumsi buah (50%) dan tidak rutin konsumsi sayur (80%). Hasil kegiatan skrining faktor risiko yang telah didapatkan telah dapat menyaring beberapa risiko yang ada pada seseorang yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Maka dengan itu perlu perhatian khusus pada mereka yang memiliki faktor risiko tersebut. Kegiatan selanjutnya berupa edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining faktor risiko penyakit hipertensi sedini mungkin perlu dilakukan, sehingga jangan sampai timbul penyakit hipertensi di kemudian hari