{"title":"从功能的角度来看,腐败是一种不道德的行为。","authors":"Muryanti Muryanti","doi":"10.14421/pjk.v11i2.1317","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Perilaku korupsi dalam perspektif fungsionalisme structural berfungsi sebagai pelumas birokrasi untuk mempercepat sistem birokrasi menjalankan tugasnya. Korupsi merupakan salah satu fungsi melekat dalam fungsi politik dan fungsi ekonomi yang berjalan beriringan untuk memperoleh keuntungan maksimal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi positif dari korupsi pada sistem politik di film: Korupsi dan Kita: Rumah Perkara. Film ini merupakan salah satu cermin situasi perpolitikan di Indonesia yang sangat rentan dengan perilaku dan tindak pidana korupsi. Metode penelitian adalah kualitatif dengan menganalisis data sekunder film dan menganalisisnya dengan perspektif structural fungsional. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi positif dari korupsi benar-benar dijalankan oleh pebisnis untuk mendapatkan keuntungan dari bisnisnya tanpa mempertimbangkan moral dan mengabaikan moral itu sendiri. Perilaku bisnis bekerjasama dengan pejabat dengan melakukan suap untuk menggoalkan tujuannya. Kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan maksimal karena kepentingan bisnis dan politik bisa berjalan beriringan. Sisi yang lain, masyarakat banyak menderita karena perilaku korupsi, diantaranya: kehilangan lahan, pekerjaan dan tanah kelahiran. Kata Kunci: Tindakan Korupsi, Imoral, Amoral dan Struktural Fungsional Abstract. Corrupt behaviour, in the perspective of structural functionalism, function as the lubricant of bureaucracy to quicken the bureaucracy system in doing their job. Corruption does have political function as well as economical client which runs simultaneously to gain maximum advantage. This writing is aimed to discover the positive function of corruptionin the political system in the movie Korupsidan Kita: RumahPerkara. This movie is one example of political situation in Indonesia which is very vulnerable to corruption. The research method is qualitative by analysing secondary data, which is movie, with structural and functional perspective. The result of the research shows that the positive function of corruption is really done by the businessman to gain advantage towards their business but with ignoring the moral value. In reaching the goal, businessman cooperate with government officers. The two parties get the advantages because business and political importance can actually run together. In the other side, society suffer from this corruption activity for example: losing land, occupation and birthplace. Keywords: corruption, immoral, structural and functional","PeriodicalId":143543,"journal":{"name":"Profetik: Jurnal Komunikasi","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":"{\"title\":\"TINDAKAN KORUPSI SEBAGAI TINDAKAN IMORAL DALAM PERSPEKTIF FUNGSIONAL (KAJIAN FILM KORUPSI DAN KITA: RUMAH PERKARA)\",\"authors\":\"Muryanti Muryanti\",\"doi\":\"10.14421/pjk.v11i2.1317\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Perilaku korupsi dalam perspektif fungsionalisme structural berfungsi sebagai pelumas birokrasi untuk mempercepat sistem birokrasi menjalankan tugasnya. Korupsi merupakan salah satu fungsi melekat dalam fungsi politik dan fungsi ekonomi yang berjalan beriringan untuk memperoleh keuntungan maksimal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi positif dari korupsi pada sistem politik di film: Korupsi dan Kita: Rumah Perkara. Film ini merupakan salah satu cermin situasi perpolitikan di Indonesia yang sangat rentan dengan perilaku dan tindak pidana korupsi. Metode penelitian adalah kualitatif dengan menganalisis data sekunder film dan menganalisisnya dengan perspektif structural fungsional. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi positif dari korupsi benar-benar dijalankan oleh pebisnis untuk mendapatkan keuntungan dari bisnisnya tanpa mempertimbangkan moral dan mengabaikan moral itu sendiri. Perilaku bisnis bekerjasama dengan pejabat dengan melakukan suap untuk menggoalkan tujuannya. Kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan maksimal karena kepentingan bisnis dan politik bisa berjalan beriringan. Sisi yang lain, masyarakat banyak menderita karena perilaku korupsi, diantaranya: kehilangan lahan, pekerjaan dan tanah kelahiran. Kata Kunci: Tindakan Korupsi, Imoral, Amoral dan Struktural Fungsional Abstract. Corrupt behaviour, in the perspective of structural functionalism, function as the lubricant of bureaucracy to quicken the bureaucracy system in doing their job. Corruption does have political function as well as economical client which runs simultaneously to gain maximum advantage. This writing is aimed to discover the positive function of corruptionin the political system in the movie Korupsidan Kita: RumahPerkara. This movie is one example of political situation in Indonesia which is very vulnerable to corruption. The research method is qualitative by analysing secondary data, which is movie, with structural and functional perspective. The result of the research shows that the positive function of corruption is really done by the businessman to gain advantage towards their business but with ignoring the moral value. In reaching the goal, businessman cooperate with government officers. The two parties get the advantages because business and political importance can actually run together. In the other side, society suffer from this corruption activity for example: losing land, occupation and birthplace. Keywords: corruption, immoral, structural and functional\",\"PeriodicalId\":143543,\"journal\":{\"name\":\"Profetik: Jurnal Komunikasi\",\"volume\":\"44 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2018-12-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"1\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Profetik: Jurnal Komunikasi\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.14421/pjk.v11i2.1317\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Profetik: Jurnal Komunikasi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.14421/pjk.v11i2.1317","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
摘要
结构功能性的腐败行为是官僚主义的润滑剂,以加速官僚体系的运作。腐败是政治和经济制度相互依存以获得最大利益的固有功能之一。这篇文章的目的是找出电影中政治制度腐败的积极作用:腐败和我们:犯罪家庭。这部电影反映了印尼的政治局势,人们很容易受到腐败行为和犯罪行为的影响。研究方法是定性的,通过分析薄膜的次要数据,用实用的结构视角分析它。研究表明,腐败的积极作用实际上是商人在不考虑道德和忽视道德的情况下为自己谋利。贿赂官员以歪曲其目的,以配合官员的商业行为。商业和政治利益携手并进,对双方都有最大的好处。另一方面,社会正遭受严重的腐败行为,包括失去土地、工作和家园。关键词:腐败、不道德、不道德和结构功能缺失。在结构化的乐趣中,作为企业的润滑,其作用在于企业的工作。公司有政治上的功能,就像经济上的客户一样,同时运行以获得最大的优势。这篇文章将有助于发现在电影腐败中的政治制度的积极作用和我们的家庭。这部电影体现了印尼的政治局势,非常脆弱。研究方法是分析secondary数据的必要手段,这是一个具有结构和功能的电影。研究的结果表明,商人在生意上获得优势,但缺乏道德价值,这实际上是对腐败的积极作用。商人与政府官员达成目标。这两个政党获得了高级职位,因为商业和政治进口实际上可以并行运行。另一方面,这个贪婪的社会是由否认的:失去的土地、占领和生日所带来的。基字:corruption, immoral, structural and functional
TINDAKAN KORUPSI SEBAGAI TINDAKAN IMORAL DALAM PERSPEKTIF FUNGSIONAL (KAJIAN FILM KORUPSI DAN KITA: RUMAH PERKARA)
Perilaku korupsi dalam perspektif fungsionalisme structural berfungsi sebagai pelumas birokrasi untuk mempercepat sistem birokrasi menjalankan tugasnya. Korupsi merupakan salah satu fungsi melekat dalam fungsi politik dan fungsi ekonomi yang berjalan beriringan untuk memperoleh keuntungan maksimal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi positif dari korupsi pada sistem politik di film: Korupsi dan Kita: Rumah Perkara. Film ini merupakan salah satu cermin situasi perpolitikan di Indonesia yang sangat rentan dengan perilaku dan tindak pidana korupsi. Metode penelitian adalah kualitatif dengan menganalisis data sekunder film dan menganalisisnya dengan perspektif structural fungsional. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi positif dari korupsi benar-benar dijalankan oleh pebisnis untuk mendapatkan keuntungan dari bisnisnya tanpa mempertimbangkan moral dan mengabaikan moral itu sendiri. Perilaku bisnis bekerjasama dengan pejabat dengan melakukan suap untuk menggoalkan tujuannya. Kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan maksimal karena kepentingan bisnis dan politik bisa berjalan beriringan. Sisi yang lain, masyarakat banyak menderita karena perilaku korupsi, diantaranya: kehilangan lahan, pekerjaan dan tanah kelahiran. Kata Kunci: Tindakan Korupsi, Imoral, Amoral dan Struktural Fungsional Abstract. Corrupt behaviour, in the perspective of structural functionalism, function as the lubricant of bureaucracy to quicken the bureaucracy system in doing their job. Corruption does have political function as well as economical client which runs simultaneously to gain maximum advantage. This writing is aimed to discover the positive function of corruptionin the political system in the movie Korupsidan Kita: RumahPerkara. This movie is one example of political situation in Indonesia which is very vulnerable to corruption. The research method is qualitative by analysing secondary data, which is movie, with structural and functional perspective. The result of the research shows that the positive function of corruption is really done by the businessman to gain advantage towards their business but with ignoring the moral value. In reaching the goal, businessman cooperate with government officers. The two parties get the advantages because business and political importance can actually run together. In the other side, society suffer from this corruption activity for example: losing land, occupation and birthplace. Keywords: corruption, immoral, structural and functional