{"title":"蜡染领带对卡德十诫的训练增加了创意","authors":"Yayah Rukiah, Khikmah Susanti, Febrianto Saptodewo","doi":"10.60012/dc.v1i2.7","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik. Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Pelatihan Batik Tie Dye kepada Kader Dasawisma sebagai Peningkatan Kreativitas\",\"authors\":\"Yayah Rukiah, Khikmah Susanti, Febrianto Saptodewo\",\"doi\":\"10.60012/dc.v1i2.7\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik. Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.\",\"PeriodicalId\":272823,\"journal\":{\"name\":\"Darma Cendekia\",\"volume\":\"12 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-12-31\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Darma Cendekia\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.7\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Darma Cendekia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.7","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Pelatihan Batik Tie Dye kepada Kader Dasawisma sebagai Peningkatan Kreativitas
Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik. Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.