Wahyu Syabani Anistiarini, Theresia Martina Marwanti, Wawan Heryana
{"title":"KEBERFUNGSIAN KELUARGA BURUH WANITA PLASMA INDUSTRI BULU MATA PALSU DI DESA GRANTUNG KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA","authors":"Wahyu Syabani Anistiarini, Theresia Martina Marwanti, Wawan Heryana","doi":"10.31595/rehsos.v3i1.375","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Industri bulu mata palsu di Purbalingga telah menembus pasar internasional dan menjadi komoditas impor, sehingga pengusaha berinovasi untuk mengembangkan bisnisnya dengan sistem plasma industri. Pekerja dari plasma industri hampir seluruhnya adalah perempuan yang telah berkeluarga dan berada di garis kemiskinan, hal ini mendorong munculnya masalah keberfungsian keluarga salah satunya di desa Grantung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris 1) karakteristik responden; 2) aspek koneksi; 3) aspek aset; dan 4) aspek lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan jumlah sampel responden yang menggunakan teknik survei adalah seluruh populasi 25 perempuan buruh plasma industri bulu mata palsu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) kuesioner dan 2) studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek fungsi keluarga responden berada dalam kategori yang kurang baik – cukup baik, dengan aspek terendah adalah aspek koneksi memiliki skor 531. Sementara aspek lainnya, aspek aset memiliki skor 733, aspek hubungan memiliki skor 715, dan aspek lingkungan memiliki skor 562. Namun, rendahnya keberfungsian keluarga responden disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan serta tidak adanya wadah perkumpulan yang memperjuangkan kesejahteraan responden. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan program \"Perhimpunan Srikandi Perwira dalam Peningkatan Keberfungsian Keluarga Buruh Wanita Plasma Industri Bulu Mata Palsu di Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga\", yang bertujuan untuk meningkatkan keberfungsian keluarga dan kesejahteraan pekerja perempuan Plasma industri bulu mata palsu.","PeriodicalId":404475,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31595/rehsos.v3i1.375","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
KEBERFUNGSIAN KELUARGA BURUH WANITA PLASMA INDUSTRI BULU MATA PALSU DI DESA GRANTUNG KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA
Industri bulu mata palsu di Purbalingga telah menembus pasar internasional dan menjadi komoditas impor, sehingga pengusaha berinovasi untuk mengembangkan bisnisnya dengan sistem plasma industri. Pekerja dari plasma industri hampir seluruhnya adalah perempuan yang telah berkeluarga dan berada di garis kemiskinan, hal ini mendorong munculnya masalah keberfungsian keluarga salah satunya di desa Grantung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris 1) karakteristik responden; 2) aspek koneksi; 3) aspek aset; dan 4) aspek lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan jumlah sampel responden yang menggunakan teknik survei adalah seluruh populasi 25 perempuan buruh plasma industri bulu mata palsu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) kuesioner dan 2) studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek fungsi keluarga responden berada dalam kategori yang kurang baik – cukup baik, dengan aspek terendah adalah aspek koneksi memiliki skor 531. Sementara aspek lainnya, aspek aset memiliki skor 733, aspek hubungan memiliki skor 715, dan aspek lingkungan memiliki skor 562. Namun, rendahnya keberfungsian keluarga responden disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan serta tidak adanya wadah perkumpulan yang memperjuangkan kesejahteraan responden. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan program "Perhimpunan Srikandi Perwira dalam Peningkatan Keberfungsian Keluarga Buruh Wanita Plasma Industri Bulu Mata Palsu di Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga", yang bertujuan untuk meningkatkan keberfungsian keluarga dan kesejahteraan pekerja perempuan Plasma industri bulu mata palsu.