{"title":"对以斯帖书1:9-12中父权统治的瓦实提的批评波吕米克","authors":"Maria Evvy Yanti","doi":"10.47543/efata.v9i2.100","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The Book of Esther is one of the books that have a variety of interpretations, especially in interpreting minorities who are faced with genocide amid God's silence. Some interpret the discriminatory treatment received by women as the actions of Queen Vashti, who took the bold step of refusing the king's request in the patriarchal culture. Some interpret that in a patriarchal culture, the ideal wife is obedient and respectful to her husband, but this is not the case with Vashti. Likewise, some interpret Vashti's actions as showing courage, integrity, and self-confidence. The purpose of writing this article is to discover the struggle of Vashti against Xerxes' domination in patriarchal culture. The method used is grammatical analysis from the Chiastic structure. The study results are Help only from God, the integrity of women in patriarchal communities, and women's participation to voice their rights in government life. \n \n \nAbstrak \nKitab Ester merupakan salah satu kitab yang memiliki beragam interpretasi, terutama dalam menafsirkan minoritas yang dihadapkan dengan genosida di tengah kebisuan Tuhan. Ada yang menafsirkan perlakuan diskriminatif yang diterima perempuan, ulah Ratu Wasti yang berani mengambil langkah berani menolak permintaan raja dalam budaya patriarki. Ada yang menafsirkan bahwa dalam budaya patriarki, istri yang ideal adalah istri yang patuh dan menghormati suaminya, namun tidak demikian halnya dengan Wasti. Demikian juga, ada yang memaknai tindakan Wasti yang menunjukkan keberanian, integritas, dan kepercayaan diri. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menemukan perjuangan melawan dominasi Xerxes di tengah budaya patriarki. Metode Metode yang digunakan adalah analisis gramatikal dari struktur kiastis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pertolongan dari Tuhan, integritas perempuan dalam komunitas patriarki, dan partisipasi perempuan untuk menyuarakan hak-haknya dalam kehidupan pemerintahan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"72 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-07-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Polemik Kritik Wasti terhadap Dominasi Patriakhal dalam Ester 1:9-12\",\"authors\":\"Maria Evvy Yanti\",\"doi\":\"10.47543/efata.v9i2.100\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"The Book of Esther is one of the books that have a variety of interpretations, especially in interpreting minorities who are faced with genocide amid God's silence. Some interpret the discriminatory treatment received by women as the actions of Queen Vashti, who took the bold step of refusing the king's request in the patriarchal culture. Some interpret that in a patriarchal culture, the ideal wife is obedient and respectful to her husband, but this is not the case with Vashti. Likewise, some interpret Vashti's actions as showing courage, integrity, and self-confidence. The purpose of writing this article is to discover the struggle of Vashti against Xerxes' domination in patriarchal culture. The method used is grammatical analysis from the Chiastic structure. The study results are Help only from God, the integrity of women in patriarchal communities, and women's participation to voice their rights in government life. \\n \\n \\nAbstrak \\nKitab Ester merupakan salah satu kitab yang memiliki beragam interpretasi, terutama dalam menafsirkan minoritas yang dihadapkan dengan genosida di tengah kebisuan Tuhan. Ada yang menafsirkan perlakuan diskriminatif yang diterima perempuan, ulah Ratu Wasti yang berani mengambil langkah berani menolak permintaan raja dalam budaya patriarki. Ada yang menafsirkan bahwa dalam budaya patriarki, istri yang ideal adalah istri yang patuh dan menghormati suaminya, namun tidak demikian halnya dengan Wasti. Demikian juga, ada yang memaknai tindakan Wasti yang menunjukkan keberanian, integritas, dan kepercayaan diri. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menemukan perjuangan melawan dominasi Xerxes di tengah budaya patriarki. Metode Metode yang digunakan adalah analisis gramatikal dari struktur kiastis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pertolongan dari Tuhan, integritas perempuan dalam komunitas patriarki, dan partisipasi perempuan untuk menyuarakan hak-haknya dalam kehidupan pemerintahan.\",\"PeriodicalId\":33647,\"journal\":{\"name\":\"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan\",\"volume\":\"72 1\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-07-19\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.100\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.100","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
《以斯帖记》是有多种解释的书之一,特别是在解释在上帝的沉默中面临种族灭绝的少数民族时。一些人将女性受到的歧视解释为王后瓦实提的行为,她在父权文化中大胆地拒绝了国王的要求。有人解释说,在父权文化中,理想的妻子是顺从和尊重丈夫的,但瓦实提并非如此。同样,一些人认为瓦实提的行为表现了勇气、正直和自信。写这篇文章的目的是发现瓦实提在父权文化中反抗薛西斯统治的斗争。使用的方法是从交错结构中进行语法分析。研究结果是:“唯有上帝的帮助”、“父权社会中女性的正直”和“女性参与政府生活表达自己的权利”。【摘要】Kitab Ester merupakan salah satu Kitab yang memiliki beragan interprettasi, terutama dalam menafsirkan ethnic少数民族yang dihaapkan dengan genisida di tengah kebisuan Tuhan。Ada yang menafsirkan perlakuan diskrima perempuan, ulah Ratu Wasti yang berani mengambil langkah berani menolak permintaan raja dalam budaya patriki。Ada yang menafsirkan bahwa dalam budaya patriarki, ida yang ideal, ida yang pathuh dan menghormati suaminya, namun tidak demikian halnya dengan Wasti。Demikian juga, ada yang memaknai tindakan Wasti yang menunjukkan keberanian, integritas, dan kepercayaan diri。土璜半岛的artikel ini adalah untuk menemukan perjuangan melawan dominis Xerxes di tengah budaya patriki。[方法]语义分析,语法结构分析。哈西尔penelitian成员perperlihatkan bahwa pertolongan dari Tuhan,团结一致,团结一致,团结一致,团结一致,团结一致,团结一致。
Polemik Kritik Wasti terhadap Dominasi Patriakhal dalam Ester 1:9-12
The Book of Esther is one of the books that have a variety of interpretations, especially in interpreting minorities who are faced with genocide amid God's silence. Some interpret the discriminatory treatment received by women as the actions of Queen Vashti, who took the bold step of refusing the king's request in the patriarchal culture. Some interpret that in a patriarchal culture, the ideal wife is obedient and respectful to her husband, but this is not the case with Vashti. Likewise, some interpret Vashti's actions as showing courage, integrity, and self-confidence. The purpose of writing this article is to discover the struggle of Vashti against Xerxes' domination in patriarchal culture. The method used is grammatical analysis from the Chiastic structure. The study results are Help only from God, the integrity of women in patriarchal communities, and women's participation to voice their rights in government life.
Abstrak
Kitab Ester merupakan salah satu kitab yang memiliki beragam interpretasi, terutama dalam menafsirkan minoritas yang dihadapkan dengan genosida di tengah kebisuan Tuhan. Ada yang menafsirkan perlakuan diskriminatif yang diterima perempuan, ulah Ratu Wasti yang berani mengambil langkah berani menolak permintaan raja dalam budaya patriarki. Ada yang menafsirkan bahwa dalam budaya patriarki, istri yang ideal adalah istri yang patuh dan menghormati suaminya, namun tidak demikian halnya dengan Wasti. Demikian juga, ada yang memaknai tindakan Wasti yang menunjukkan keberanian, integritas, dan kepercayaan diri. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menemukan perjuangan melawan dominasi Xerxes di tengah budaya patriarki. Metode Metode yang digunakan adalah analisis gramatikal dari struktur kiastis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pertolongan dari Tuhan, integritas perempuan dalam komunitas patriarki, dan partisipasi perempuan untuk menyuarakan hak-haknya dalam kehidupan pemerintahan.