{"title":"Mistik Kebahagiaan Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali","authors":"Siti Nur Rafiza, Firmansyah Firmansyah","doi":"10.59548/je.v1i1.22","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Bahasa Mistik adalah bahasa yang digunakan untuk sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh rasio, tetapi kadang-kadang mempunyai bukti yang empirik, bahasa tersebut diperoleh melalui jalan tasawuf. Mistik sendiri berasal dari bahasa yunani yakni mystikos berarti rahasia, tersembunyi, gelap dalam kekelaman. Dalam Islam, mistik disebut dengan Tasawuf, sedangkan kaum barat menyebutnya dengan sufisme. Al-Ghazali merupakan seorang filosof Islam yang terkenal dengan karya-karyanya. Salah satu karyanya berjudulKimiya al-sa’adah yang menceritakan rahasia kebahagiaan dalam perspektif Al-Ghazali. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui mistik kebahagiaan dalam perspektif Al-Ghazali. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk proses penelitin dengan kajian kepustakaan (Library research), karena seluruh data yang diperoleh dari jurnal, skripsi, serta literatur lainnya. Hasil penelitian adalah mistik kebahagiaan dalam perspektif Al-Ghazali yaitu ketika seseorang ingin meraih kebahagiaan yang sempurna, maka harus memahami empat elemen penting ini yakni mengenal diri sendiri (ma’rifah al-nafs), mengenal Allah (ma’rifah Allah), mengenal dunia serta mengenal akhirat.\nKata kunci: Al-Ghazali, Mistik Kebahagiaan\nReferences:\nArroisi, J. (2019). Bahagia dalam Perspektif al-Ghazali. Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 17(1), 89. https://doi.org/10.21111/klm.v17i1.2942\nFauzi, M. (2019). Filsafat kebahagiaan menurut al-ghazali. Skripsi. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46727%0Ahttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/46727/1/MUHAMMAD FAUZI-FUF.pdf\nHughes, R. (2008). Biografi Al Ghazali. Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 53(9), 287.\nIlmi, F. (2021). Konsep Kebahagiaan: Studi Komparasi Pemikiran Al_Ghazali dan Suryomentaram. In Skripsi. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf\nRuhani, K., & Abadi, K. (n.d.). Kîmiyâ ’ al-Sa ‘ âdah.\nShaeful RS, A. (2011). Rahasia Kebahagiaan. Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 3, 97–105.\nSufyan Mubarak. (2020). Riwayat Hidup Dan Pemikiran Al-Ghazali Dan Ibnu Maskawaih. QISTHOSIA : Jurnal Syariah Dan Hukum, 1(1), 50–74. https://doi.org/10.46870/jhki.v1i1.119\nYenni Mutia Husen. (2018). Metode Pencapaian Kebahagiaan dalam Perspektif Al-Ghazali. In Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.\n \n ","PeriodicalId":417690,"journal":{"name":"Jurnal Ekshis","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ekshis","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.59548/je.v1i1.22","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Bahasa Mistik adalah bahasa yang digunakan untuk sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh rasio, tetapi kadang-kadang mempunyai bukti yang empirik, bahasa tersebut diperoleh melalui jalan tasawuf. Mistik sendiri berasal dari bahasa yunani yakni mystikos berarti rahasia, tersembunyi, gelap dalam kekelaman. Dalam Islam, mistik disebut dengan Tasawuf, sedangkan kaum barat menyebutnya dengan sufisme. Al-Ghazali merupakan seorang filosof Islam yang terkenal dengan karya-karyanya. Salah satu karyanya berjudulKimiya al-sa’adah yang menceritakan rahasia kebahagiaan dalam perspektif Al-Ghazali. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui mistik kebahagiaan dalam perspektif Al-Ghazali. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk proses penelitin dengan kajian kepustakaan (Library research), karena seluruh data yang diperoleh dari jurnal, skripsi, serta literatur lainnya. Hasil penelitian adalah mistik kebahagiaan dalam perspektif Al-Ghazali yaitu ketika seseorang ingin meraih kebahagiaan yang sempurna, maka harus memahami empat elemen penting ini yakni mengenal diri sendiri (ma’rifah al-nafs), mengenal Allah (ma’rifah Allah), mengenal dunia serta mengenal akhirat.
Kata kunci: Al-Ghazali, Mistik Kebahagiaan
References:
Arroisi, J. (2019). Bahagia dalam Perspektif al-Ghazali. Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 17(1), 89. https://doi.org/10.21111/klm.v17i1.2942
Fauzi, M. (2019). Filsafat kebahagiaan menurut al-ghazali. Skripsi. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/46727%0Ahttp://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/46727/1/MUHAMMAD FAUZI-FUF.pdf
Hughes, R. (2008). Biografi Al Ghazali. Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 53(9), 287.
Ilmi, F. (2021). Konsep Kebahagiaan: Studi Komparasi Pemikiran Al_Ghazali dan Suryomentaram. In Skripsi. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf
Ruhani, K., & Abadi, K. (n.d.). Kîmiyâ ’ al-Sa ‘ âdah.
Shaeful RS, A. (2011). Rahasia Kebahagiaan. Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 3, 97–105.
Sufyan Mubarak. (2020). Riwayat Hidup Dan Pemikiran Al-Ghazali Dan Ibnu Maskawaih. QISTHOSIA : Jurnal Syariah Dan Hukum, 1(1), 50–74. https://doi.org/10.46870/jhki.v1i1.119
Yenni Mutia Husen. (2018). Metode Pencapaian Kebahagiaan dalam Perspektif Al-Ghazali. In Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.