{"title":"Mewujudkan Metode Akting Stanislavski dalam Lakon Matinya Pedagang Keliling (Death Of Salesman) Karya Arthur Miller","authors":"Megi Hardani","doi":"10.26887/CARTJ.V2I1.1372","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pemeranan tokoh Willy Loman dalam lakon Matinya Pedagang Keliling atau Death of Salesman karya Arthur Miller merupakan bentuk penciptaan seni peran yang dilakukan oleh pemeran. Perwujudan pemeranan tokoh Willy Loman dimulai dengan analisis lakon Matinya Pedagang Keliling. Pendekatan akting presentasi digunakan sebagai rujukan untuk mengaplikasikan tokoh Willy ke atas pangung. Pendekatan presentasi adalah proses dimana aktor menentukan lebih dahulu tindakan-tindakan yang dilakukan karakter yang dimainkannya seutuhnya baik secara pengalaman empiris dan juga secara fisik. Secara alamiah dia masuk dalam si tokoh dan melakukannya di atas panggung. Metode akting yang digunakan adalah metode akting Stanislavsky.Melalui tokoh Willy Loman, pemeran ingin memberikan sindiran terhadap penonton, dimana etos kerja dan nilai-nilai moral pada generasi muda sudah mulai hilang. Hal inilah yang digambarkan dengan jelas melalui tokoh Willy Loman, karena Willy juga pernah selingkuh, padahal ia memiliki seorang istri yang setia. Tokoh Willy juga memberikan nilai-nilai moral, seperti perlunya keteladanan, kerja keras, dan jujur dalam bekerja. Lakon Matinya Pedagang Keliling memberikan contoh tragedi yang dapat terjadi terlalu ambisius, kemandekan kreatifitas dan inivasi dalam berbisnis, bahaya modernitas serta persaingan bisnis maupun ekonomi. ","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Creativity And Research Theatre Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I1.1372","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Pemeranan tokoh Willy Loman dalam lakon Matinya Pedagang Keliling atau Death of Salesman karya Arthur Miller merupakan bentuk penciptaan seni peran yang dilakukan oleh pemeran. Perwujudan pemeranan tokoh Willy Loman dimulai dengan analisis lakon Matinya Pedagang Keliling. Pendekatan akting presentasi digunakan sebagai rujukan untuk mengaplikasikan tokoh Willy ke atas pangung. Pendekatan presentasi adalah proses dimana aktor menentukan lebih dahulu tindakan-tindakan yang dilakukan karakter yang dimainkannya seutuhnya baik secara pengalaman empiris dan juga secara fisik. Secara alamiah dia masuk dalam si tokoh dan melakukannya di atas panggung. Metode akting yang digunakan adalah metode akting Stanislavsky.Melalui tokoh Willy Loman, pemeran ingin memberikan sindiran terhadap penonton, dimana etos kerja dan nilai-nilai moral pada generasi muda sudah mulai hilang. Hal inilah yang digambarkan dengan jelas melalui tokoh Willy Loman, karena Willy juga pernah selingkuh, padahal ia memiliki seorang istri yang setia. Tokoh Willy juga memberikan nilai-nilai moral, seperti perlunya keteladanan, kerja keras, dan jujur dalam bekerja. Lakon Matinya Pedagang Keliling memberikan contoh tragedi yang dapat terjadi terlalu ambisius, kemandekan kreatifitas dan inivasi dalam berbisnis, bahaya modernitas serta persaingan bisnis maupun ekonomi.