{"title":"Pengaruh Pemberian Variasi Dosis Pupuk Kandang Terhadap Berat Kering Tanaman Mahkota Dewa","authors":"D. Anggraeni","doi":"10.33627/oz.v11i1.706","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) merupakan tanaman yang memiliki zat aktif dalam pengobatan. Pertumbuhan tanaman mahkota dewa dikategorikan tidaklah sukar, dalam perawatan atau pemeliharaan perlu dilakukan pemupukan, dan pemupukan yang digunakan tidak boleh pupuk kimia dikarenakan akan dapat merusak atau mengurangi kadar zat efektif dari metabolit sekunder yang terkandung di dalam tanaman mahkota dewa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk yang paling baik dalam pertumbuhan mahkota dewa, terutama dalam menghasilkan berat kering tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah memberikan variasi dosis pupuk kandang yaitu 0gr, 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 gr, 250 gr diberikan pada bibit tanaman mahkota dewa; untuk memperoleh berat kering tanaman dilakukan pengeringan dan penimbangan dari tanaman mahkota dewa yang sudah berusia 8 minggu. Berat kering tanaman mahkota dewa yang diberi perlakuan dosis pupuk kandang 250 gr menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lain dengan nilai rerata berat kering yang diperoleh sebesar 6,67 gr.","PeriodicalId":148870,"journal":{"name":"ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33627/oz.v11i1.706","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) merupakan tanaman yang memiliki zat aktif dalam pengobatan. Pertumbuhan tanaman mahkota dewa dikategorikan tidaklah sukar, dalam perawatan atau pemeliharaan perlu dilakukan pemupukan, dan pemupukan yang digunakan tidak boleh pupuk kimia dikarenakan akan dapat merusak atau mengurangi kadar zat efektif dari metabolit sekunder yang terkandung di dalam tanaman mahkota dewa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk yang paling baik dalam pertumbuhan mahkota dewa, terutama dalam menghasilkan berat kering tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah memberikan variasi dosis pupuk kandang yaitu 0gr, 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 gr, 250 gr diberikan pada bibit tanaman mahkota dewa; untuk memperoleh berat kering tanaman dilakukan pengeringan dan penimbangan dari tanaman mahkota dewa yang sudah berusia 8 minggu. Berat kering tanaman mahkota dewa yang diberi perlakuan dosis pupuk kandang 250 gr menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lain dengan nilai rerata berat kering yang diperoleh sebesar 6,67 gr.