{"title":"ANALISIS PENGARUH DEBAT CALON PRESIDEN 2024 PERTAMA TERHADAP ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN PERSPEKTIF PANDANGAN MASYARAKAT","authors":"Citra Widayanti, Yulita Nilam Fridiyanti","doi":"10.54783/jser.v5i2.259","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pemilihan Presiden Indonesia 2024 menjadi fokus perhatian dengan perdebatan calon presiden yang dianggap momen krusial dalam menentukan elektabilitas kandidat. Survei elektabilitas oleh lembaga seperti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Indonesia Polling Stations (IPS) menunjukkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendominasi setelah debat. Meskipun ada skeptisisme terkait ketepatan survei, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengandalkan survei internal dan sentimen media sosial sebagai fokus utama. Analisis sentimen masyarakat melalui media sosial menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) menyoroti pengaruh positif Gibran Rakabuming Raka dalam meningkatkan elektabilitas Prabowo-Gibran. Lembaga survei terkemuka, seperti Roy Morgan, Litbang Kompas, LSI Denny JA, Indikator Politik, dan Poltracking Indonesia, memberikan wawasan elektabilitas yang berbeda, mencerminkan dinamika politik menjelang pemilihan. Penelitian ini melibatkan literature review dari berbagai sumber, menggali konsep elektabilitas dan dampak debat politik. Teori komunikasi politik dan psikologi politik menjadi landasan untuk memahami bagaimana pesan dari debat mempengaruhi preferensi pemilih. Dampak debat pertama tidak hanya sementara, melainkan membentuk narasi jangka panjang. Pidato yang kuat dan respons terhadap isu-isu penting menciptakan kesan mendalam pada pemilih. Evaluasi diri dan perbaikan pasca debat, serta dinamika koalisi politik dan strategi politik pasca debat, menjadi elemen penting dalam menjaga elektabilitas. Pemahaman mendalam terhadap elektabilitas pasca debat menjadi kunci dalam menyikapi dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden 2024.","PeriodicalId":423751,"journal":{"name":"Journal of Social and Economics Research","volume":"118 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Social and Economics Research","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.259","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pemilihan Presiden Indonesia 2024 menjadi fokus perhatian dengan perdebatan calon presiden yang dianggap momen krusial dalam menentukan elektabilitas kandidat. Survei elektabilitas oleh lembaga seperti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Indonesia Polling Stations (IPS) menunjukkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendominasi setelah debat. Meskipun ada skeptisisme terkait ketepatan survei, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengandalkan survei internal dan sentimen media sosial sebagai fokus utama. Analisis sentimen masyarakat melalui media sosial menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) menyoroti pengaruh positif Gibran Rakabuming Raka dalam meningkatkan elektabilitas Prabowo-Gibran. Lembaga survei terkemuka, seperti Roy Morgan, Litbang Kompas, LSI Denny JA, Indikator Politik, dan Poltracking Indonesia, memberikan wawasan elektabilitas yang berbeda, mencerminkan dinamika politik menjelang pemilihan. Penelitian ini melibatkan literature review dari berbagai sumber, menggali konsep elektabilitas dan dampak debat politik. Teori komunikasi politik dan psikologi politik menjadi landasan untuk memahami bagaimana pesan dari debat mempengaruhi preferensi pemilih. Dampak debat pertama tidak hanya sementara, melainkan membentuk narasi jangka panjang. Pidato yang kuat dan respons terhadap isu-isu penting menciptakan kesan mendalam pada pemilih. Evaluasi diri dan perbaikan pasca debat, serta dinamika koalisi politik dan strategi politik pasca debat, menjadi elemen penting dalam menjaga elektabilitas. Pemahaman mendalam terhadap elektabilitas pasca debat menjadi kunci dalam menyikapi dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden 2024.