{"title":"Efektivitas Penggunaan Video Animasi Terhadap Pencegahan Sexual Abuse pada Anak di SDN Simpang Haru Kota Padang","authors":"Syalvia Oresti, Putri Diwenia","doi":"10.33757/jik.v8i1.1074","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Sexual Abuse pada anak tidak dicegah akan berdampak terhadap psikologis, sosial, dan fisik anak hingga memasuki masa dewasa. Data WHO mengatakan kasus kekerasan mencapai 1 miliar dengan korban anak-anak, salah satunya kekerasan sexual. Data KPAI sebanyak 2.556 anak mengalami kekerasan sexual di Indonesia. Di Provinsi Sumatra Barat angka kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup sebesar 115 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan video animasi terhadap pencegahan sexual abuse pada anak di SDN Simpang Haru Kota Padang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperiment dengan one group pre-post design yang telah dilaksanakan pada bulan Februari-September 2022. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas 5 dan kelas 6 berjumlah 54 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan media video animasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik editin, coding, entry, tabulating, dan cleaning. Data dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menujukkan nilai median pencegahan sexual abuse pada anak sebelum menonton video animasi adalah 5,00 dan sesudah menonton video animasi sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari adalah 12,50. Terdapat efektivitas penggunaan video animasi terhadap pencegahan sexual abuse pada anak (p = 0,000). Diharapkan kepada guru-guru di SDN Simpang Haru Kota Padang agar menjadikan media video animasi tentang sexual abuse sebagai salah satu media pembelajaran di kelas untuk memberikan promosi kesehatan agar pemahaman anak meningkat sehingga dapat mencegah terjadinya sexual abuse pada anak.","PeriodicalId":331101,"journal":{"name":"JIK JURNAL ILMU KESEHATAN","volume":"5 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-05-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JIK JURNAL ILMU KESEHATAN","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33757/jik.v8i1.1074","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
Sexual Abuse pada anak tidak dicegah akan berdampak terhadap psikologis, sosial, dan fisik anak hingga memasuki masa dewasa. Data WHO mengatakan kasus kekerasan mencapai 1 miliar dengan korban anak-anak, salah satunya kekerasan sexual. Data KPAI sebanyak 2.556 anak mengalami kekerasan sexual di Indonesia. Di Provinsi Sumatra Barat angka kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup sebesar 115 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan video animasi terhadap pencegahan sexual abuse pada anak di SDN Simpang Haru Kota Padang. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperiment dengan one group pre-post design yang telah dilaksanakan pada bulan Februari-September 2022. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas 5 dan kelas 6 berjumlah 54 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan media video animasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik editin, coding, entry, tabulating, dan cleaning. Data dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian menujukkan nilai median pencegahan sexual abuse pada anak sebelum menonton video animasi adalah 5,00 dan sesudah menonton video animasi sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari adalah 12,50. Terdapat efektivitas penggunaan video animasi terhadap pencegahan sexual abuse pada anak (p = 0,000). Diharapkan kepada guru-guru di SDN Simpang Haru Kota Padang agar menjadikan media video animasi tentang sexual abuse sebagai salah satu media pembelajaran di kelas untuk memberikan promosi kesehatan agar pemahaman anak meningkat sehingga dapat mencegah terjadinya sexual abuse pada anak.